<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>-- roda dua roda --</title>
	<atom:link href="http://khoent.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://khoent.wordpress.com</link>
	<description>.. putar .. putar .. berputar .. putar .. putar ..</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Dec 2011 07:11:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='khoent.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>-- roda dua roda --</title>
		<link>http://khoent.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://khoent.wordpress.com/osd.xml" title="-- roda dua roda --" />
	<atom:link rel='hub' href='http://khoent.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Baksos Tugu Nol KM dan Keliling Propinsi NAD : 22 – 27 April 2011</title>
		<link>http://khoent.wordpress.com/2011/06/06/baksos-tugu-nol-km-dan-keliling-propinsi-nad-22-%e2%80%93-27-april-2011/</link>
		<comments>http://khoent.wordpress.com/2011/06/06/baksos-tugu-nol-km-dan-keliling-propinsi-nad-22-%e2%80%93-27-april-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 10:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khoent</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Journeys]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khoent.wordpress.com/?p=1004</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan kali ini sungguh tidak terduga hasilnya, karena pada awalnya gw hanya berencana untuk sekedar hadir di acara baksos di Tugu Nol Kilometer -sekaligus temu kangen dan pamitan dengan kawan-kawan di pulau Weh, sebab dalam waktu lama mungkin akan sulit untuk bisa berkunjung ke pulau istimewa ini lagi karena akan berpindah lokasi kerja ke kota [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=1004&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Perjalanan kali ini sungguh tidak terduga hasilnya, karena pada awalnya gw hanya berencana untuk sekedar hadir di acara baksos di Tugu Nol Kilometer -sekaligus temu kangen dan pamitan dengan kawan-kawan di pulau Weh, sebab dalam waktu lama mungkin akan sulit untuk bisa berkunjung ke pulau istimewa ini lagi karena akan berpindah lokasi kerja ke kota lain-, memenuhi kewajiban tugas di kota Meulaboh, memenuhi mimpi melihat Danau Laut Tawar di Takengon, dan kembali menyusuri jalur lintas timur menuju medan. Namun menjelang akhir perjalanan semua rencana itu berubah dan akhirnya gw malah berkeliling propinsi Nangroe Aceh Darussalam menyusuri pesisir pantai timur dan barat, serta membelah sebahagian pegunungan bukit barisan untuk bisa membuat satu lingkaran penuh. Sebuah mimpi yang sebelumnya sempat terlintas namun terpaksa pernah diurungkan karena kesulitan mencari waktu yang tepat dan juga karena ada alasan pribadi lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110424_020.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1011" title="Tugu Nol Kilometer" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110424_020.jpg?w=168&#038;h=300" alt="" width="168" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1004"></span>Jum&#8217;at, 22 April 2011<br />
Setelah persiapan secukupnya di malam sebelum keberangkatan, dimana sidebox berisi pakaian untuk bekal selama perjalanan nanti, serta tailbag berisi perkakas dan beberapa spare parts cadangan untuk si Panjul, telah terpasang rapi dan terikat, dan tak lupa helm putih bermerk INK yang berlogo MILYS (Mailing List Yamaha Scorpio) yang bertuliskan nama dan nomor registrasi keanggotaan di komunitas, akhirnya sekitar pukul 08.30 WIB gw dan panjul pun mulai menyusuri aspal menuju luar kota Medan ke arah Binjai. Seharusnya perjalanan kali ini gw ada kawan yang menemani, namun karena beliau ada tugas dari tempatnya bekerja maka perjalanannya menemani gw terpaksa dibatalkan. Tapi gak papa, toh gw emang sudah cukup sering nyasar sendirian bersama salah satu dari sahabat-sahabat roda dua milik gw sebelumnya, hehe.<br />
Kota-kota di sepanjang jalur lintas timur sampai dengan perbatasan propinsi Sumatera Utara &#8211; Aceh yang umumnya cukup besar pun mulai terlewati satu persatu, hingga akhirnya sekitar pukul 11.00 WIB gw tiba di kota Langsa dan mampir sejenak untuk rehat di sebuah rumah makan milik seorang kawan yang akhirnya dijadikan tempat rehat resmi oleh kawan-kawan bikers dari Milys Depok, Jawa Barat, pada saat mereka melakukan perjalanan panjang dari Depok ke Tugu Nol Kilometer di akhir tahun 2010 lalu.<br />
Usai rehat, kembali gw melaju menuju kota berikutnya, Lhokseumawe. Di kota ini gw kembali berisirahat, menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim, serta mengisi cadangan bahan bakar si Panjul. Tak buang waktu karena tidak ingin kemalaman sampai di kota Banda Aceh, gw kembali melajukan sahabat gw ini. Kota Peureulak, Bireun, dan Sigli pun terlewati tanpa kendala. Dan akhirnya kembali gw harus mengisi cadangan bahan bakar si Panjul di sebuah SPBU menjelang kota Sare, yang terletak di bahu gunung Seulawah -merupakan daerah wisata bernuansa pegunungan seperti di Puncak, Jawa Barat-, tangki sang sahabat pun terisi penuh kembali dan kami kembali menyusuri jalan yang berkelok-kelok sambil menikmati indahnya pemandangan dan segarnya udara sore itu menuju kota Banda Aceh.<br />
setelah melaju sekitar lebih dari satu jam, akhirnya sampailah kami berdua di kota Banda Aceh, waktu menunjukkan sekitar pukul 19.00 WIB saat itu, langsung gw mencari lokasi yang enak untuk rehat dan segera menghubungi beberapa kawan di kota tersebut. Beberapa kawan berhasil dihubungi dan akhirnya malam itu gw menginap di sebuah ruangan di studio Radio KISS FM Banda Aceh, tempat dimana seorang rekan biker -oom Ichwan &#8220;Iwan&#8221; Affandy- tinggal dan bekerja sebagai penyiar, di antar pula oleh oom Heri &#8220;sikembar&#8221; dan oom Vijey. Mereka semua adalah rekan-rekan biker dari Yamaha Scorpio Club NAD dan juga anggota dari MILYS. Thanks guys.</p>
<p style="text-align:justify;">Sabtu, 23 April 2011<br />
Pagi pun tiba, gw harus bergegas menuju pelabuhan Ulee Lheue jika tidak ingin terlambat naik kapal untuk menyeberang ke pulau Weh. Bersih-bersih sekedarnya, shalat Shubuh, memanaskan mesin si Panjul sambil memasang sidebox dan tailbag, dan langsung bergegas menuju ke pelabuhan. Dan benar saja, meskipun sudah berangkat cukup pagi, antrian kendaraan sudah terlihat cukup panjang, dan si Panjul harus pasrah berada di barisan paling belakang, hiks. oh iya, oom Iwan (panggilan akrab dari oom Ichwan Affandy), akhirnya memutuskan untuk ikut untuk menemani gw ke pulau kecil di seberang sana, yang merupakan tempat yang sangat istimewa buat gw, karena waktu beliau cukup senggang sampai dengan hari senin nanti.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110423_005.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1062" title="Paling kiri belakang itu si Panjul" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110423_005.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Usai memarkirkan si Panjul dalam barisan, gw bersama oom Iwan mulai ber-antri ria membeli tiket untuk naik ke kapal Ferry. Disini gw agak menyesalkan tentang perilaku malas antri dan saling menyelak antar pengantri, sampai ada seorang turis asing yang tadinya berada di barisan tengah akhirnya menjadi berada di bagian belakang. Duh. Maafkan kebiasaan kurang baik dari teman-teman se-negara gw itu yah mister?.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110423_002.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1012" title="Antri atau bukan?, hihi" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110423_002.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00028b.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1063" title="Tiket kami udah terbeli" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00028b.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110423_009.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1064" title="Kapal Ferry yang bakal membawa kami" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110423_009.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Tiket sudah di tangan, dan kami siap menyeberang. Bersama kami juga ikut terlihat ikut masuk ke dalam kapal, rombongan rekan-rekan biker dari berbagai klub atau komunitas yang berniat untuk melakukan bakti sosial di Tugu Nol Kilometer, tapi gw ndak terlalu hapal nama-nama klub atau komunitasnya, maafkan daya ingat saya yang konsumsinya untuk hal lain yah?, hehe.<br />
Waktu untuk menyeberang pun tiba, kapal yang kami naiki mulai bergerak ke arah sebuah pulau kecil di seberang pulau Sumatera. Itulah pulau Weh yang akan menjadi tujuan kami semua yang berada di dalam kapal ini, tempat dimana kota Sabang dan Tugu Nol Kilometer berada. Sudah kali ketiga gw ke pulau Weh, namun rasa antusias pada saat menuju kesana sepertinya tidak berkurang sedikitpun.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110423_010.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1013" title="Antri masuk kapal" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110423_010.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00035.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1014" title="Sampai jumpa lagi Sumatera" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00035.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-000321.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1016" title="Gak ada kerjaan banget yah penyiar ini?" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-000321.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110423_011.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1017" title="Perabotan lenong di lepas dulu" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110423_011.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sekira dua jam kapal melaju perlahan di atas laut, menurut perangkat GPS sih kapal yang gw naiki ini melaju di kecepatan 15kpj (jika tidak salah ingat saat iseng menyalakan GPS di atas kapal). Dan akhirnya sampailah kami semua di pelabuhan Balohan di pulau Weh dan si Panjul pun langsung berlari dengan riang gembira keluar dari lambung kapal Ferry (lebay, hehe).</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00043.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1018" title="Kumpul dulu abis turun dari kapal" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00043.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Para biker berkumpul sejenak di halaman parkir pelabuhan, dan akhirnya setelah berkoordinasi satu sama lain diputuskan untuk berkumpul nanti di kota Sabang setelah kami menyelesaikan urusan masing-masing. Gw sendiri menuju kota Sabang untuk sekedar mengisi perut. Laper cuy, tumben banget nih. Usai bersantap, kembali kami berkumpul dan bersiap-siap, dan tak lama kami mulai menyusuri 22km dari kota Sabang menuju titik terbarat Indonesia di Tugu Nol Kilometer. Baru sekira beberapa kilometer melaju, hujan turun mendera kami, gw terpaksa harus berhenti demi menyelamatkan sekumpulan gadget yang berteriak panik di dalam tas (lebay, hihi) dan dengan segera mengenakan jas hujan andalan, untuk kemudian kembali menyusul rombongan yang meninggalkan gw. Dan akhirnya sampailah kami semua di depan Tugu Nol Kilometer. Rasa syukur kepada Illahi kembali berdendang di hati, mensyukuri nikmat atas kesempatan dari-Nya yang telah diberikan sehingga gw bisa kembali ke tempat ini.<br />
Pandangan mata berkeliling, banyak rekan-rekan biker peserta baksos yang masih bekerja membersihkan dan merapikan Tugu Nol Kilometer, beberapa pun juga tengah asik mengecat pinggiran dindingnya. Hari kedatangan gw saat itu adalah hari kedua kegiatan baksos. Dan mohon maaf sepertinya gw sendiri pun tidak bisa berbuat banyak di lokasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00058.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1019" title="Absen dulu" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00058.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00062.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1020" title="Tamannya udah rapi lho" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00062.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00065.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1021" title="Ngecat tugu" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00065.jpg?w=300&#038;h=223" alt="" width="300" height="223" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00066.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1022" title="Para rekan yang masih bekerja" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00066.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110424_028.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1023" title="Bersih khan?" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110424_028.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sore harinya, para peserta baksos mulai turun satu persatu dari Tugu Nol Kilometer menuju pantai Iboih untuk membersihkan diri. Pantai ini merupakan yang terdekat dari Tugu Nol Kilometer, kira-kira terletak sekitar 8km dari Tugu. Di pantai ini pun akhirnya gw memutuskan untuk menginap. Keletihan dan sempat terkena hujan selama perjalanan beberapa kali membuat badan menjadi agak kurang cihuy. Rekan-rekan biker yang lain sebagian besar memutuskan untuk menginap di samping Tugu Nol Kilometer, bahkan oom Iwan yang tadinya ingin menginap di pantai Iboih bersama gw pun akhirnya juga menetapkan hati untuk bergabung dengan rekan biker yang lain dan menginap di Tugu Nol Kilometer dan meluncur sendirian tengah malam. Two thumbs up, terlalu berani eui. Untuk menuju ke Tugu Nol Kilometer setelah pantai Iboih ini, jalanan berliku yang berkelok-kelok tajam dan sempit, menanjak, serta pepohonan yang menutup pekat khas hutan tropis yang layaknya tak tersentuh tangan manusia, menjadi pemandangan khas menuju kesana. Siang hari saja kadang agak seram untuk menuju ke atas sana, apalagi tengah malam seperti itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Minggu, 24 April 2011<br />
Pagi pun datang setelah malam harinya gw bisa tidur dengan sukses. Lokasi sekitar tempat menginap yang hening dan hanya terdengar suara deburan ombak semalam membuat gw bisa tertidur dengan cepat, tidak seperti keseharian gw di Medan yang penuh dengan hiruk pikuk karena tempat kediaman gw tinggal berada tepat di samping jalan raya yang ramai. Dengan antusiasme yang cukup untuk bisa melawan rasa kantuk, gw pun keluar kamar dan mengambil beberapa photo sunrise sekedarnya dengan menggunakan kamera dari sebuah handphone. Semoga cukup bisa mewakili apa yang gw lihat di pagi hari itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110424_005.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1024" title="Sunrise @ iboih" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110424_005.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Usai mengambil beberapa photo, akhirnya gw mulai membersihkan diri dan bersiap menuju kembali ke Tugu Nol Kilometer lagi. Demam yang sebelumnya ada pun mulai agak mereda. Sesampainya di Tugu Nol Kilometer, ternyata sudah ada beberapa wajah yang cukup familiar, ada bang Kidal, biker yang berdomisili di pulau Weh, pak Sofyan dan oom Eka dari Yamaha Scorpio Club NAD, dan juga tante Liza yang sebelumnya gw kenal karena pernah berkunjung ke kediaman gw di Medan beberapa lama lalu. Demikian juga dengan beberapa biker yang telah gw jumpai sehari sebelumnya. Ramai sekali pagi hari menjelang siang saat itu.<br />
Kembali gw mengambil beberapa photo di sekitar Tugu Nol Kilometer yang kini sudah lebih rapi dan bersih, dan tanpa gw ada sumbangsih tenaga dalam prosesi bakti sosial beberapa hari ini. Maaf yah?, hiks. Salut dan terima kasih untuk rekan-rekan yang berada di lokasi terlebih dahulu dan telah turun tangan menyumbangkan keringat serta waktunya.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110424-00070.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1025" title="Tim yang menginap di Tugu Nol Km" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110424-00070.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110424_040.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1065" title="Bang Kidal sedang membagi-bagi piagam Nol Km" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110424_040.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Menjelang tengah hari, kami semua pun meluncur turun menuju kota Sabang, beberapa dari kami harus segera menuju ke pelabuhan untuk kembali menyeberang ke pulau Sumatera. Gw sendiri memutuskan untuk bermalam kembali dan baru akan pulang esok pagi. Oom Iwan yang memiliki waktu agak senggang karena tidak ada jadwal siaran pun akhirnya mau menemani gw malam itu di kota Sabang. Penginapan pun sudah di dapat, yaitu sebuah penginapan yang bernama Calok yang berada di dekat installasi militer Angkatan Laut. Aman.<br />
Sore hari itu kami isi kegiatan dengan santai menikmati pemandangan di pinggir tebing yang mengarah ke laut lepas di daerah Sabang Fair, tak jauh dari penginapan. Dan malam harinya kami bertamu ke kediaman kak Ita dan bang Kidal, yang kebetulan juga sedang menerima tamu beberapa biker yang mana di antaranya ada seorang biker dari HMPC Lampung, oom Aan, mohon maaf kembali untuk rekan-rekan biker yang lain karena gw agak sulit mengingat semua namanya. Kami juga sempat makan malam bersama dan saling memilah serta berebut souvenir berupa tshirt, stiker, dan pin yang bertema nuansa pulau Weh.<br />
Malam pun datang, kami harus pamit untuk rehat agar supaya besok bisa bangun pagi dan tidak terlambat menuju ke pelabuhan Balohan untuk menaiki kapal penyeberangan kembali ke pulau Sumatera.</p>
<p style="text-align:justify;">Senin, 25 April 2011<br />
Sekitar pukul 5 dinihari gw dan oom Iwan sudah terbangun, langsung bersiap-siap dan segera meluncur ke pelabuhan Balohan. Alhamdulillah, motor kami bisa berada di antrian agak terdepan. Tiket pun bisa segera terbeli. Dan kami pun memulai sesi sarapan sampai akhirnya ada pemberitahuan bahwa kami harus segera memasukkan kendaraan yang kami bawa ke dalam lambung kapal. Happp, masuklah kami semua ke dalam kapal.<br />
Tak lama, oom Iwan mengabarkan bahwa kak Ita sedang dalam perjalanan ke pelabuhan untuk nenemui kami sebelum menyeberang, dan kami pun menunggu dengan santai di ujung jembatan yang menjadi penghubung antara kapal Ferry dengan daratan. Kak Ita pun datang bersama beberapa rekan biker lain, dan di sini gw berkenalan dengan oom Rizal, biker dari Yamaha Vixion Club Tapak Tuan (YVC KN, KN disini maksudnya adalah Kota Naga, mengapa tidak menggunakan TT sebagai singkatan Tapak Tuan karena singkatan TT telah terlebih dahulu digunakan oleh rekan-rekan YVC dari Tebing Tinggi, demikian seingat saya penjelasan dari oom Rizal).<br />
Beberapa kali peluit kapal berbunyi, kami yang akan menyeberang segera berpamitan kepada kak Ita dan rekan yang masih akan tinggal di pulau Weh. Dan kembali gw harus mengucapkan Sampai Jumpa Lagi kepada pulau istimewa itu. Semoga suatu saat gw punya kesempatan untuk bisa berkunjung lagi kesana.<br />
Sekitar dua jam kemudian, kapal penyeberangan yang kami naiki akhirnya merapat di pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh, si Panjul dengan sigap langsung meloncat keluar dari kapal dan segera kami meluncur menuju arah luar kota Banda Aceh mengarah ke utara di pesisir pantai baratnya. Rencananya, kami akan menuju ke tempat oom Eka dari Yamaha Scorpio Club NAD untuk sedikit perbaikan dan kesiapan si Panjul di sisa perjalanan untuk kembali ke Medan, terutama di bagian rantai yang sudah sangat kendor dan juga penguatan bagian sidebox yang besi penahannya telah hilang dan jatuh entah dimana pada saat perjalanan ke Banda Aceh beberapa hari yang lalu.<br />
Di tengah perjalanan menuju tempat oom Eka, kami bertemu dengan oom Heri yang juga ingin menuju ke lokasi yang sama. Dan akhirnya sampailah kami di lokasi tempat oom Eka berada. Langsung kami sibuk mengganti rantai si Panjul yang sebelumnya telah dititipbelikan kepada oom Heri. Tak lama pak Sofyan pun muncul membawa besi penyangga sidebox yang gw butuhkan, pasang beramai-ramai ke si Panjul, tak lupa merapikan bagian rem cakram belakangnya, dan akhirnya si Panjul siap untuk meluncur kembali. Terima kasih dari kami khusus untuk rekan-rekan Yamaha Scorpio Club NAD dan Milys di Banda Aceh atas pertolongan, keramahan, dan kebaikan hatinya.<br />
Di tengah rehat usai perbaikan si Panjul, oom Rizal dari YVC KN yang sebelumnya bertemu di atas kapal penyeberangan tadi pun datang bersama rekan-rekannya, terhitung sekitar 8 motor yang terdiri dari 6 Yamaha Vixion (YVC Banda Aceh, YVC KN, YVC Pidie, dan YVC Lhokseumawe) dan 2 Honda Tiger (Honda Tiger Club Tapaktuan, HTCT) datang ke lokasi tempat gw berada saat itu. Langsung gw berpamitan kepada pak Sofyan dan kami semua meluncur di atas jalan raya yang lebar dan mulus menyusuri pesisir pantai barat Banda Aceh. Bersama kami juga ikut oom Eka, dan oom Iwan yang akan melepas kami di Gerutee, sebuah daerah wisata di atas perbukitan yang mengarah ke laut lepas di pesisir pantai barat sebelum memasuki kota Loknga.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110425_014.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1027" title="Menunggu rekan di belakang sejenak" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110425_014.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110425_020.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1028" title="Keren khan?" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110425_020.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan yang sangat nyaman di atas aspal yang lebar dan mulus serta pemandangan indah di sepanjang jalan sampai dengan ke Gerutee membuat gw merasa tidak sedang riding di negeri sendiri seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya selama ini. Nyaman sekali rasanya. Tak terasa sampailah kami di Gerutee, setelah sebelumnya melalui jalan yang lurus dan nyaman diikuti jalan menaiki perbukitan yang berkelok-kelok.<br />
Di Gerutee ini kami menyempatkan diri untuk bersantai sejenak memandang beberapa pulau di kecil di laut lepas pesisir barat Aceh. Sempat pula melihat adegan betapa manusia pun bisa bersahabat baik dengan alam, dimana saat kami santai sejenak itu beberapa ekor kera (mungkin sejenis lutung) dengan santainya menghampiri warung dan berinteraksi dengan pemilik warung dan pengunjungnya untuk meminta makanan tanpa was was akan di terkam. Sepertinya para pemilik warung dan pengunjung sudah saling terbiasa satu sama lain dan ini bisa menjadi keunikan tersendiri di lokasi wisata Gerutee.</p>
<p><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110425_026.jpg"><img class="aligncenter" title="Gerutee" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110425_026.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00086.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1031" title="Pemandangan dari Gerutee" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00086.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00091.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1032" title="Berpose pas di poto, eh atau menyerang?, hihi" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00091.jpg?w=300&#038;h=223" alt="" width="300" height="223" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Rehat usai. Kami saling bersalaman untuk berpisah sementara sampai ada umur dan waktu senggang di masa depan untuk bisa berjumpa lagi. Tak lama, tujuh kendaraan beroda dua yang berbeda varian itu pun kembali meluncur di atas aspal. Kota tujuan gw berikutnya adalah kota Calang, sedangkan rekan-rekan seperjalanan yang lain adalah ke kota Tapaktuan. Di antara kota Loknga yang terletak di bawah puncak perbukitan dimana Gerutee berada sampai dengan kota kecil yang bernama Patek (sekitar 28km sebelum kota Calang), kemampuan serta kesabaran dan ketabahan gw di uji cukup berat, rekan seperjalanan yang lain mungkin sudah terbiasa, tapi buat gw, ini adalah pengalaman yang pertama kalinya. Terhitung dua kali menyeberangi rakit kecil sambil tetap berada di atas motor dengan minim pengaman dari resiko, jalan berlumpur, jalan berpasir pantai yang untungnya tengah padat saat kami lewati, jalan berkerikil cukup besar dan dalam selayaknya jalan baru akan mulai di aspal, dan beberapa kombinasi kondisi jalan lainnya membuat gw cukup keletihan dan sempat geleng-geleng kepala. Tapi semangat untuk terus bisa melewati ini semua insyaAllah pantang surut. Gw harus bisa.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00092.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1033" title="Menyeberang sungai pakai rakit" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00092.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00094.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1034" title="Untungnya usai hujan, jadi pasir pantainya padat" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00094.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00099.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1035" title="Rakitnya bisa angkut mobil lho" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00099.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sekira dua jam lebih perjalanan melewati tantangan seperti yang terpapar sebelumnya, akhirnya kami semua sampai di kota Patek, kami sejenak berhenti untuk rehat dan makan siang, juga tak lupa menunaikan kewajiban kami sebagai muslim untuk shalat. Disini gw juga sempat menghubungi oom Reza, seorang anggota MILYS yang menetap di kota Calang, dan berkoordinasi untuk mengatur pertemuan. Dan seusai semua hal di atas di lakukan, akhirnya kami melaju kembali.<br />
Sekira beberapa puluh menit kami melaju, tiba-tiba sebuah Yamaha Mio melesat di samping gw dan berusaha untuk mendahului kami semua. Awalnya gw gak terlalu menaruh perhatian, namun begitu melihat bahwa jaket dan helm yang dikenakan sang pengendara terlihat sangat familiar dengan komunitas MILYS, langsung gw tersadar. Yah ampyun, pengendara Yamaha Mio itu ternyata oom Reza. Langsung si Panjul gw larikan kencang mendahului pemimpin rombongan dan memberi tanda untuk mengurangi kecepatan dan berhenti. Fiuhhh ..<br />
Salam hangat dan jabat tangan mulai mengalir antara oom Reza dengan seluruh rombongan. Usainya, gw pun menghaturkan terima kasih dan salam perpisahan untuk sementara kepada seluruh rombongan untuk berjumpa kembali di kota Tapaktuan nanti. Gw rencananya akan menuju kota Meulaboh terlebih dahulu untuk melakukan pekerjaan dari perusahaan yang mempekerjakan gw di kota itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00105.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1037" title="Di halaman kantor oom Reza @ Calang" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00105.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00112.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1038" title="Oom Reza dan putranya" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00112.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Usai rombongan berlalu, gw mengikuti kendaraan yang dinaiki oleh oom Reza ke tempat tinggalnya. Di halaman depan tempat tinggal yang juga sekaligus tempat usaha oom Reza, kami berdua ngobrol sembari memperbaiki kaki belakang si Panjul yang agak kurang sempurna pemasangannya. Sembari juga sang putra dari oom Reza, tengah asyik bermain di sekitar kami yang tengah berbincang. Tak terasa waktu berlalu, gw sudah harus bergerak lagi supaya tidak terlalu larut malam sampai ke kota Meulaboh. Sekitar pukul 18.30 WIB gw pun sudah bergerak kembali di jalan raya yang mulai sepi, di dera hujan hampir di sepanjang perjalanan melewati sedikit hutan dengan tikungan dalam kegelapan serta beberapa pemukiman yang tak jarang sangat sepi tanpa terlihat penghuninya, dan akhirnya sampai di kota Meulaboh sekitar pukul 20.00 WIB.<br />
Di kota inilah gw akan menginap untuk beristirahat sejenak malam ini yang malam itu terus saja hujan hingga gw terlelap kelelahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Selasa, 26 April 2011<br />
Pagi menjelang di kota Meulaboh, gw segera bersiap untuk menuju lokasi kerja, melakukan pengecekan terhadap infrastruktur tower dan radio, jaringan data, dan beramah tamah dengan rekan-rekan kerja di sana. Asyik sepertinya bekerja di tempat yang jauh dari keramaian seperti ini. Usai pekerjaan dilaksanakan, gw pun segera bersiap kembali. Dan sekitar pukul 14.00 WIB, gw dan si Panjul pun kembali meluncur di atas aspal menuju kota tujuan kami berikutnya, yaitu Tapaktuan, sebuah kota yang berada sekitar 450km dari kota Banda Aceh atau sekitar 230km dari kota Meulaboh tempat gw berada saat itu.<br />
Sepanjang perjalanan yang hujan cukup deras dan tanpa henti membuat gw agak kesulitan untuk melajukan sahabat gw itu untuk sedikit lebih kencang. Celana jas hujan gw pun mulai berkurang mutunya setelah pemakaian beberapa tahun terakhir ini. Tapi perjalanan masih cukup panjang. Daerah pesisir barat Aceh sangat indah untuk dinikmati meski dalam suasana hujan dan cukup bisa menghibur gw. Dan akhirnya sekitar pukul 17.30 pun gw memasuki kota Tapaktuan.<br />
Saat melaju perlahan di tengah kota untuk mencari penginapan, tiba-tiba seorang penunggang Honda Tiger menyalip si Panjul dan memaksa kami untuk menepi, ternyata sang penunggang macan tadi adalah oom Berry dari HTCT (Honda Tiger Club Tapaktuan), biker yang kemarin berperan sebagai Fore-rider (foreijder) dalam rombongan kemarin antara Banda Aceh &#8211; Calang. Beliau melihat gw yang melintas di depan rumahnya bersama si Panjul. Dan tak lama, gw pun di pandu untuk berkumpul bersama rekan-rekan biker yang kemarin bersama dalam perjalanan, lalu malam harinya menikmati nikmatnya kopi sambil berbincang-bincang di kedai pinggir pantai, dan malam harinya menginap di kediaman oom Berry. Wah, enaknya ..</p>
<p style="text-align:justify;">Rabu, 27 April 2011<br />
Pagi harinya gw pun terbangun dengan badan segar, membersihkan diri dan berpakaian, lalu ikut bersama oom Berry untuk mencari sarapan di dekat kantor tempatnya bekerja, sambil sempat pula mampir ke dermaga kota Tapaktuan dan menjelaskan beberapa legenda seputar kota tersebut serta menunjukkan lokasi-lokasinya. Menu pagi itu adalah nasi gurih lengkap dengan lauk pauknya, mantab sangat eui, meski kami sempat berpindah tempat sejenak untuk makan di lokasi lain.<br />
Dikarenakan kesibukan oom Berry yang harus bekerja, pagi menjelang siang itu gw diantarkan menuju tempat dimana oom Fahrun (rekan dari YVC Lhokseumawe, jika tidak salah mengingat) menginap. Gw menunggu disini sampai dengan menjelang siang, saat oom Rizal datang dan mengajak gw mengunjungi lokasi yang sebelumnya telah dijelaskan oleh oom Berry tadi pagi di dermaga.<br />
Pertama-tama kami menuju daerah dermaga kota Tapaktuan, menyusuri pinggiran jalannya, dan memarkirkan kendaraan di belakang sebuah kantor pemerintah. Sayang sekali tempat parkirnya kurang cukup bersih, tapi ndak papa. Gw lalu di ajak menyusuri jalan setapak di sisi pantai yang kemudian berubah menjadi berbatu tajam dan cukup sulit di lalui. Dan akhirnya di depan mata gw tergambar sebuah tapak kaki raksasa yang menurut taksiran gw panjangnya sekitar 5-6 meter dan lebarnya sekitar 1.5 – 2.5 meter, wow, kira-kira setinggi apa yah manusia pemilik tapak kaki tersebut. Lalu oom Rizal pun menceritakan sedikit legenda tentang kota Tapaktuan, tentang pertapa yang di sebut sebagai Tuan Tapa, Putri Tidur, dan Naga. Yah, kota Tapaktuan kadang disebut juga sebagai Kota Naga. Sepulangnya dari mengunjungi Tapak tuan Tapa, gw pun di ajak melihat makam dari tuan Tapa sendiri, takjub juga melihat ukurannya yang konon panjangnya adalah sekitar 7 meter.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_008.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1039" title="Menuju Tapak tuan Tapa" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_008.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_009.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1040" title="Karang cadas yang harus dilewati" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_009.jpg?w=168&#038;h=300" alt="" width="168" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_011.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1041" title="Rock Climbing dadakan, hihi" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_011.jpg?w=168&#038;h=300" alt="" width="168" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00128.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1042" title="Tapak kaki tuan Tapa" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00128.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Usainya, kami lalu menuju ke lokasi wisata pemandian Air Sejuk. Di lokasi ini terdapat sebuah sungai yang tidak terlalu lebar dengan air yang mengalir cukup deras. Di lokasi ini gw melihat beberapa rekan YVC dari berbagai daerah di propinsi NAD tengah asik berendam dan berenang-renang. Dan usainya, gw cukup beruntung untuk bisa melihat prosesi pengukuhan keanggotaan ala YVC NAD (semoga ndak salah tulis, hihi).</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_015.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1043" title="Wah, segernyaaaa air di kolam itu .." src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_015.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_022.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1044" title="Dorong motor dari sisi kanan, tanjakan, dan ambil kunci" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_022.jpg?w=168&#038;h=300" alt="" width="168" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_029.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1045" title="Selamat yah mas Bro ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_029.jpg?w=168&#038;h=300" alt="" width="168" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Tengah siang pun datang, gw harus berangkat menuju kota Medan hari ini juga karena pekerjaan sudah menunggu di keesokan harinya disana. Rekan-rekan YVC yang berada di lokasi wisata Air Sejuk pun berkenan mengantar gw menuju batas kota. Dan kembali gw merasa beruntung, karena batas kota dimana mereka akan melepas gw adalah berupa sebuah gedung yang merupakan prasasti napak tilas salah satu tokoh kebanggaan negeri ini, yaitu Bung Hatta, salah satu proklamator pengukuh Republik Indonesia. Alkisah diceritakan bahwa pada masa setelah kemerdekaan di tahun 1945, Bung Hatta melakukan perjalanan panjang menyusuri Propinsi NAD untuk semakin mempererat persaudaraan dalam perjuangan anak negeri, dan di lokasi tersebut Bung Hatta beristirahat sejenak dan mengagumi keindahan pemandangan alam di daerah tersebut, dan akhirnya lokasi tersebut menjadi salah satu napak tilas sang proklamator ini.<br />
Usai berphoto dan berpamitan beberapa jenak, akhirnya gw pun mengucapkan salam perpisahan dan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk keramahan dan kebaikan yang telah diberikan ke gw. Dan kembali gw bersama Panjul menyusuri jalanan untuk kembali menuju kota Medan dengan perkiraan waktu tempuh adalah sekitar 9 jam.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_031.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1046" title="Petilasan Bung Hatta di Tapaktuan" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_031.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_032.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1047" title="Pemandangan dari atas petilasan" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_032.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_034.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1048" title="Prasasti-nya ... eh ada mpus kicil .." src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_034.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_039.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1049" title="Wujud prasasti-nya" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_039.jpg?w=168&#038;h=300" alt="" width="168" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_041.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1050" title="Rekan-rekan YVC di Tapaktuan, oom Berry mana yah?" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_041.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Kota pertama yang akan kami tuju adalah kota Subulsalam, kota yang menjadi perbatasan antara propinsi Sumatera Utara dengan propinsi NAD. Antara kota Tapaktuan menuju kota Subulsalam ini, di awali dengan pemandangan pesisir pantai dan kemudian mulai masuk ke daerah perbukitan dimana kota Subulsalam berada. Sekitar pukul 15.00 sore hari akhirnya gw sampai di kota ini, sempat rehat sejenak sekaligus mengisi perbekalan bensin untuk si Panjul. Kejadian tidak mengenakkan pada saat di pelabuhan Ulee Lheue beberapa hari lalu kembali terjadi di SPBU tempat gw mengisi bensin ini, beberapa pengendara roda dua setempat saling menyelak antrian dengan santainya, gw sendiri terpaksa pasrah di selak satu kali dan hampir satu kali lagi setelah akhirnya gw merentangkan kaki gw di kiri dan kanan motor, entah apa yang ada di pikiran orang-orang itu.<br />
Usainya, si Panjul pun kembali meluncur dengan santai memasuki hutan di daerah pegunungan bukit barisan yang berkabut, melewati perbatasan propinsi, dan akhirnya jalanan mulai menurun kualitasnya. Sesuai dengan arahan beberapa kawan sebelumnya, jika nanti gw memasuki daerah dengan kondisi jalanan kurang baik, maka itu artinya gw sudah memasuki wilayah propinsi Sumatera Utara, analogi yang gw rasa cukup benar dan gw alami sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00141.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1051" title="Contoh kondisi jalan yang baru dilewati" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00141.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa pemukiman penduduk mulai terlihat setelah perbatasan propinsi gw lewati. Jalanan yang berlubang dan berlumpur, serta kontur jalanan berliku naik turun dan berpepohonan rapat, dimana sebelah kiri kami umumnya adalah tebing hijau berpohon lebat sedangkan sebelah kanan kami umumnya adalah jurang yang rawan dengan longsor di beberapa titik jalan yang kami lewati, dan itu adalah pemandangan yang kerap kami temui sepanjang perbatasan sampai dengan kota tujuan kami berikutnya, yaitu kota Sidikalang.<br />
Beberapa saat sebelum memasuki pertigaan besar kota Sidikalang dan kota Dairi, yang menjadi akhir dari perjalanan panjang melintasi daerah bukit barisan sebelumnya dari kota Subulsalam, gw mulai merasakan keanehan pada si Panjul. Sahabat gw ini mulai agak malas-malasan berhenti. Cek sana sini dan ternyata rem depan tidak berfungsi normal lagi karena minyak rem nya habis. Dan selidik punya selidik ternyata selang rem di bagian atas agak rembes karena bocor. Duh.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00143.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1052" title="Benerin dulu rem blong si Panjul" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00143.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00144.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1053" title="Antara Dairi menuju Merek" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00144.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00145.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1054" title="Jembatan banjir?" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00145.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00146.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1055" title="Seperti ini sepanjang beberapa belas km keknya kalo gak salah inget" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00146.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Berjalan perlahan-lahan sambil mata jelalatan mencari bengkel, dan akhirnya si Panjul pun di rawat sejenak di sebuah bengkel kecil disisi jalan yang menuju kota Dairi. Mengisi ulang minyak rem pada wadahnya adalah jalan satu-satunya yang bisa gw lakukan saat itu, sambil berharap semoga cukup untuk bisa sampai ke kota Medan. Melakukan cek akhir untuk pengereman depan dan ternyata cukup baik, dan akhirnya kami kembali melaju melewati jalan yang semakin kurang baik kondisinya melewati kota Dairi menuju kota Merek. Di antara kota Dairi dan kota Merek ini, terdapat banyak daerah wisata, baik wisata rohani seperti Taman Iman, maupun wisata keluarga semisal adalah Simalem Resort.<br />
Dan akhirnya kota Merek pun terlewati, dan kota tujuan berikutnya adalah Brastagi. Memasuki kota Brastagi, hari sudah mulai gelap. Perlahan kami pun memasuki kota Brastagi di sambut dengan hujan rintik-rintik. Dan memasuki daerah Penatapan yang kerap gw datangi kalau sedang ingin berjalan-jalan sejenak, hujan mulai turun dengan derasnya. Karena keinginan untuk lekas sampai di rumah dan jarak hanya tinggal kurang dari 50km dari posisi gw saat itu sampai ke rumah, gw pun memutuskan untuk terus melaju.<br />
Hujan yang sangat deras serta adanya kabut yang cukup tebal saat itu mengurangi jarak pandang serta kecepatan laju si Panjul sampai dengan hanya maksimal 30kpj. Batu-batu kecil yang mengikuti aliran sungai dadakan di beberapa titik jalan yang berliku dan kurang baik kondisinya membuat gw harus selalu waspada dan kerap menurunkan kaki untuk menjaga keseimbangan. Dan final dari ujian di beberapa kilometer menjelang sampai ke daerah Sibolangit adalah adanya sebuah pohon yang tumbang dan menutupi sepanjang lebar jalan sehingga tidak ada satu pun kendaraan yang bisa lewat, juga pohon tersebut menimpa kabel listrik sehingga putus, dan sepanjang jalan tersebut pun menjadi gelap gulita tanpa penerangan kecuali lampu-lampu kendaraan di antara derasnya hujan. Mengikuti laju kendaraan roda dua lain, gw pun akhirnya bisa melewati pohon tumbang tersebut setelah sebelumnya harus bermanuver di atas lumpur yang menggenang di sisi luar dari badan jalan dan di bawah kabel listrik yang tertimpa pohon. Dan kembali kami melaju perlahan sampai di daerah Pancur Batu dimana hujan sudah mulai reda.<br />
Dan akhirnya kami pun memasuki kota Medan dan sampai di rumah dengan selamat. Gw langsung menurunkan barang-barang yang di angkut oleh si Panjul ke dalam rumah, memarkirkan si Panjul di tempat yang kering, gw sendiri lalu bersih-bersih badan, dan segera beristirahat sebisanya karena badan pun sudah terasa sangat letih. Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, akhirnya gw bisa melewati perjalanan yang cukup berat beberapa hari ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/keliling-aceh.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1007" title="Jalur Keliling Aceh" src="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/keliling-aceh.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan kali ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada :</p>
<ul>
<li>Allah SWT, yang telah memberikan banyak rezeki serta nikmat keselamatan sehingga gw bisa melakukan perjalanan kali ini</li>
<li>Rekan-rekan di pulau Weh yang terlibat dalam seluruh prosesi Bakti Sosial di Tugu Nol Km, terutama kepada Ka Ita dan Bang Kidal</li>
<li>Rekan-rekan YSC NAD dan Milys Aceh, tersebut : pa Sofyan, oom Eka, Tante Liza, oom Ichwan, oom Herry, oom Vijey, dan lain-lain yang mungkin belum tersebut namanya.</li>
<li>Rekan-rekan YVC Tapak Tuan, YVC Meulaboh, dan YVC dalam lingkup Propinsi NAD yang mungkin belum tersebut, terima kasih yang sebesar-besarnya.</li>
<li>Rekan-rekan HTCT, terutama oom Berry, terima kasih yang sebesar-besarnya.</li>
<li>Rekan-rekan di Blackberry Group “Batere Abis” yang selalu menyemangati, memantau, dan membahagiakan gw sepanjang perjalanan, “kaliyan emang gilak!!! .. :p”</li>
<li>Rekan-rekan Milys dan Gelys dimanapun berada atas dukungan semangatnya</li>
<li>Rizal, Septian, Iman Kecil, Iman Bengkel, Dedi, dan rekan-rekan kerja lain di Medan yang selalu memantau keberadaan gw sepanjang perjalanan</li>
<li>Dan pihak-pihak yang mungkin belum tersebut dan terlupa, terima kasih sangat.</li>
</ul>
<p>&#8211; Mohon maaf yang sedahsyat-dahsyatnya jika ada salah ketik, dan mohon diinfokan untuk perbaikan, trims &#8211;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khoent.wordpress.com/1004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khoent.wordpress.com/1004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khoent.wordpress.com/1004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khoent.wordpress.com/1004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khoent.wordpress.com/1004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khoent.wordpress.com/1004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khoent.wordpress.com/1004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khoent.wordpress.com/1004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khoent.wordpress.com/1004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khoent.wordpress.com/1004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khoent.wordpress.com/1004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khoent.wordpress.com/1004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khoent.wordpress.com/1004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khoent.wordpress.com/1004/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=1004&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khoent.wordpress.com/2011/06/06/baksos-tugu-nol-km-dan-keliling-propinsi-nad-22-%e2%80%93-27-april-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e4d7c1c8625d033cd96ef249f477a85?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khoent</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110424_020.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tugu Nol Kilometer</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110423_005.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Paling kiri belakang itu si Panjul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110423_002.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Antri atau bukan?, hihi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00028b.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tiket kami udah terbeli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110423_009.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kapal Ferry yang bakal membawa kami</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110423_010.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Antri masuk kapal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00035.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sampai jumpa lagi Sumatera</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-000321.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gak ada kerjaan banget yah penyiar ini?</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110423_011.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Perabotan lenong di lepas dulu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00043.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kumpul dulu abis turun dari kapal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00058.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Absen dulu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00062.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tamannya udah rapi lho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00065.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ngecat tugu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110423-00066.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Para rekan yang masih bekerja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110424_028.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bersih khan?</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110424_005.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sunrise @ iboih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110424-00070.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tim yang menginap di Tugu Nol Km</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110424_040.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bang Kidal sedang membagi-bagi piagam Nol Km</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110425_014.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Menunggu rekan di belakang sejenak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110425_020.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Keren khan?</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110425_026.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gerutee</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00086.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pemandangan dari Gerutee</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00091.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Berpose pas di poto, eh atau menyerang?, hihi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00092.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Menyeberang sungai pakai rakit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00094.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Untungnya usai hujan, jadi pasir pantainya padat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00099.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rakitnya bisa angkut mobil lho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00105.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Di halaman kantor oom Reza @ Calang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110425-00112.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Oom Reza dan putranya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_008.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Menuju Tapak tuan Tapa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_009.jpg?w=168" medium="image">
			<media:title type="html">Karang cadas yang harus dilewati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_011.jpg?w=168" medium="image">
			<media:title type="html">Rock Climbing dadakan, hihi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00128.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tapak kaki tuan Tapa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_015.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wah, segernyaaaa air di kolam itu ..</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_022.jpg?w=168" medium="image">
			<media:title type="html">Dorong motor dari sisi kanan, tanjakan, dan ambil kunci</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_029.jpg?w=168" medium="image">
			<media:title type="html">Selamat yah mas Bro ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_031.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Petilasan Bung Hatta di Tapaktuan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_032.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pemandangan dari atas petilasan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_034.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Prasasti-nya ... eh ada mpus kicil ..</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_039.jpg?w=168" medium="image">
			<media:title type="html">Wujud prasasti-nya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/20110427_041.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rekan-rekan YVC di Tapaktuan, oom Berry mana yah?</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00141.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Contoh kondisi jalan yang baru dilewati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00143.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Benerin dulu rem blong si Panjul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00144.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Antara Dairi menuju Merek</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00145.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Jembatan banjir?</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/img-20110427-00146.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Seperti ini sepanjang beberapa belas km keknya kalo gak salah inget</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2011/06/keliling-aceh.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Jalur Keliling Aceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BK Kau Sudah Pakai 3 Huruf?</title>
		<link>http://khoent.wordpress.com/2010/02/22/bk-kau-sudah-pakai-3-huruf/</link>
		<comments>http://khoent.wordpress.com/2010/02/22/bk-kau-sudah-pakai-3-huruf/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 16:03:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khoent</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Journeys]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khoent.wordpress.com/?p=967</guid>
		<description><![CDATA[Rekan-rekan pasti agak bingung dengan judul tulisan gw kali ini, iya khan?, ngaku aja, gak papa koq, hihi. BK yang di maksud pada judul tulisan gw kali ini maksudnya adalah plat nomor kendaraan. Di kota tempat gw merantau saat ini, Medan – Sumatera Utara, BK adalah kata yang sangat umum diucapkan dalam berbagai kesempatan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=967&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Rekan-rekan pasti agak bingung dengan judul tulisan gw kali ini, iya khan?, ngaku aja, gak papa koq, hihi. BK yang di maksud pada judul tulisan gw kali ini maksudnya adalah plat nomor kendaraan. Di kota tempat gw merantau saat ini, Medan – Sumatera Utara, BK adalah kata yang sangat umum diucapkan dalam berbagai kesempatan untuk merujuk pada plat nomor kendaraan. Bahkan, bapak-bapak petugas kepolisian yang pernah memberhentikan kendaraan gw pada saat bertugas untuk pemeriksaan rutin atau razia pun mengucapkan kalimat “tolong perlihatkan surat BK kendaraannya”. Unik khan?. Dan konon kabarnya di wilayah Propinsi Aceh pun plat nomor kendaraan berganti kata menjadi BL, hihi.</p>
<p style="text-align:left;">
<div id="attachment_969" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2010/02/img_8711.jpg"><img class="size-medium wp-image-969" title="Plat Nomor Tiga Huruf di Medan" src="http://khoent.files.wordpress.com/2010/02/img_8711.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Plat Nomor Tiga Huruf di Medan</p></div>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span id="more-967"></span>Banyak kata-kata yang asing di telinga gw pada saat kedatangan gw ke Medan hampir setahun lalu. Diantaranya kata “kereta” atau “Honda” yang merujuk pada kendaraan roda dua. Dalam suatu kesempatan, gw sempat terperangah dengan tulisan “Parkir Kereta” di depan stasiun di kota Medan. Alamak, bakalan panjang betul parkirannya jika kereta parkir di situ. Dan ternyata itu merujuk kepada parkiran khusus kendaraan roda dua. Atau, ada seorang kawan yang bertanya kepada saya, “bang, Honda abang yang Yamaha Scorpio ada dimana bang?”.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, bagaimana pun juga, itulah Indonesia, Kaya akan keragaman bahasa dan budaya, selain keragaman yang lain tentunya. Dan gw bangga menjadi salah satu putra Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, kembali ke permasalahan BK di Medan yang sudah menjadi tiga huruf di belakang angka, ini artinya adalah perkembangan jumlah kendaraan roda dua di Medan sudah sangat pesat dan mengikuti jejak ibukota Jakarta yang sejak beberapa tahun lalu telah terlebih dahulu memberlakukan plat nomor dengan tiga huruf di belakang angka. Dan hal ini konon kabarnya diberlakukan karena cadangan kombinasi angka dan dua huruf sudah habis. Eh, bukan konon kabarnya kali yah?, lebih tepatnya mungkin kenyataan, hihi.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga perkembangan pesat dalam jumlah kendaraan roda dua ini dapat diikuti dengan pembekalan tata tertib berlalu lintas yang lebih baik lagi, agar angka jumlah kecelakaan tidak mengikuti perkembangan angka jumlah kendaraan beroda dua. Aamiinnnn …</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khoent.wordpress.com/967/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khoent.wordpress.com/967/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khoent.wordpress.com/967/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khoent.wordpress.com/967/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khoent.wordpress.com/967/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khoent.wordpress.com/967/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khoent.wordpress.com/967/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khoent.wordpress.com/967/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khoent.wordpress.com/967/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khoent.wordpress.com/967/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khoent.wordpress.com/967/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khoent.wordpress.com/967/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khoent.wordpress.com/967/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khoent.wordpress.com/967/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=967&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khoent.wordpress.com/2010/02/22/bk-kau-sudah-pakai-3-huruf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e4d7c1c8625d033cd96ef249f477a85?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khoent</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2010/02/img_8711.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Plat Nomor Tiga Huruf di Medan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buddy, Where Are You? ..</title>
		<link>http://khoent.wordpress.com/2009/12/27/buddy-where-are-you-2/</link>
		<comments>http://khoent.wordpress.com/2009/12/27/buddy-where-are-you-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 11:08:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khoent</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Gadgets]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khoent.wordpress.com/?p=955</guid>
		<description><![CDATA[Pernah kita melihat rekan kita sibuk mengirimkan pesan singkat maupun menelepon untuk mengetahui keberadaan dan posisi rekannya yang lain, sedangkan rekan yang ingin dihubungi tidak kunjung membalas pesan ataupun menerima telepon melalui handphone-nya. Nah, ternyata sobat karib kita mr. Google sudah menyiapkan fasilitas yang sangat berguna untuk membantu kita untuk mengetahui keberadaan atau posisi rekan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=955&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pernah kita melihat rekan kita sibuk mengirimkan pesan singkat maupun menelepon untuk mengetahui keberadaan dan posisi rekannya yang lain, sedangkan rekan yang ingin dihubungi tidak kunjung membalas pesan ataupun menerima telepon melalui handphone-nya. Nah, ternyata sobat karib kita mr. Google sudah menyiapkan fasilitas yang sangat berguna untuk membantu kita untuk mengetahui keberadaan atau posisi rekan kita yang lain tersebut, namanya Google Latitude, salah satu fasilitas dari Google Maps.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal-hal yang kita butuhkan terlebih dahulu untuk bisa menjalankan aplikasi dari mr. Google di atas adalah :</p>
<ul>
<li style="text-align:justify;">gmail account</li>
<li style="text-align:justify;">smartphone yang terhubung ke internet</li>
<li style="text-align:justify;">opsional jika ingin memantau rekan anda ada dimana, pastikan rekan anda juga menjalankan aplikasi Google Maps dan mengaktifkan fasilitas Google Latitude</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Dalam artikel kali ini, gw menggunakan Smartphone Blackberry.</p>
<p><span id="more-955"></span>Berikutnya, langkah-langkah untuk bisa menjalankan aplikasinya adalah sebagai berikut :</p>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Akses ke www.google.com/mobile, download dan install google mobile apps. Atau bisa juga langsung ke  http://www.google.com/mobile/products/maps.html#p=default</li>
</ul>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_84272.jpg"><img class="size-medium wp-image-953 aligncenter" title="Google Mobile Apps" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_84272.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_84272.jpg"></a><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_84411.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-954" title="icon google mobile apps dan google maps di Blackberry" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_84411.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Lalu jalankan Google Mobile Apps dan pilihlah Maps</li>
</ul>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_8429.jpg"><img class="size-medium wp-image-956 aligncenter" title="Tampilan Google Mobile Maps" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_8429.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Akan muncul aplikasi Google Maps dan tekan tombol Menu di unit Blackberry anda, klik lah Join Latitude dan login lah di tampilan berikutnya</li>
</ul>
<p style="text-align:left;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_8444.jpg"><img class="size-medium wp-image-957 aligncenter" title="Menu Latitude" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_8444.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Masukkan user name dan password gmail account anda dan klik sign in</li>
</ul>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_8445.jpg"><img class="size-medium wp-image-958 aligncenter" title="Sign in" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_8445.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Setelah berhasil masuk ke dalam aplikasi Google Latitude, tekan &#8216;#&#8217; untuk masuk ke halaman Friend List</li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Klik tombol Menu di Blackberry anda dan pilihlah Add Friends</li>
</ul>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_8433.jpg"><img class="size-medium wp-image-959 aligncenter" title="Add Friends" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_8433.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Jika alamat email kawan anda ada dalam daftar Contact, pilihlah. Jika tidak, anda bisa menambahkan secara manual dengan meng-klik Enter an Email Address</li>
<li style="text-align:justify;">Lalu, mintalah kawan anda untuk meng-approve undangan anda untuk bisa saling memantau bersama dalam lingkupan Google Latitude</li>
<li style="text-align:justify;">Setelah ter-approve, tekan tombol &#8216;#&#8217; atau masuk ke halaman Friend List</li>
<li style="text-align:justify;">Refresh lah (klik tombol menu Blackberry dan pilihlah Refresh List), jika nama rekan anda belum muncul disana, atau jika nama rekan sudah ada dan anda ingin mengetahui posisi terakhir kawan anda</li>
<li style="text-align:justify;">Pilih nama rekan anda dan klik lah, lalu pilihlah tombol &#8220;press # to see on map&#8221;, dan posisi rekan anda akan tampil di peta Google Maps.</li>
</ul>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_8438.jpg"><img class="size-medium wp-image-960 aligncenter" title="Posisi Kawan" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_8438.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Nah, semoga bisa membantu rekan-rekan yang ingin memantau rekan atau kerabatnya yang lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khoent.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khoent.wordpress.com/955/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khoent.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khoent.wordpress.com/955/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khoent.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khoent.wordpress.com/955/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khoent.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khoent.wordpress.com/955/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khoent.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khoent.wordpress.com/955/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khoent.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khoent.wordpress.com/955/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khoent.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khoent.wordpress.com/955/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=955&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khoent.wordpress.com/2009/12/27/buddy-where-are-you-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e4d7c1c8625d033cd96ef249f477a85?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khoent</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_84272.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Google Mobile Apps</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_84411.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">icon google mobile apps dan google maps di Blackberry</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_8429.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tampilan Google Mobile Maps</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_8444.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Menu Latitude</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_8445.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sign in</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_8433.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Add Friends</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/12/img_8438.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Posisi Kawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sumber Tenaga Cadangan untuk si GetirBerry</title>
		<link>http://khoent.wordpress.com/2009/10/16/sumber-tenaga-cadangan-untuk-si-getirberry/</link>
		<comments>http://khoent.wordpress.com/2009/10/16/sumber-tenaga-cadangan-untuk-si-getirberry/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 15:47:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khoent</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Gadgets]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khoent.wordpress.com/?p=923</guid>
		<description><![CDATA[Setelah mendapatkan ‘mainan anyar’ langsiran dari RIM yang berseri 9000 dari keluarga besar Blackberry, jadi agak rajin mengutak-atik agar lebih tahu seluk beluk dan kemampuan lebih dari salah satu gadget terbaru di tangan gw ini. si GetirBerry, sebutan gw untuk sang handheld, di langsir mampu bertahan untuk standby time selama 324 jam dan setara dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=923&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Setelah mendapatkan ‘mainan anyar’ langsiran dari RIM yang berseri 9000 dari keluarga besar Blackberry, jadi agak rajin mengutak-atik agar lebih tahu seluk beluk dan kemampuan lebih dari salah satu gadget terbaru di tangan gw ini.</p>
<p style="text-align:justify;">si GetirBerry, sebutan gw untuk sang handheld, di langsir mampu bertahan untuk standby time selama 324 jam dan setara dengan 13.5 hari, atau bisa digunakan untuk talk time selama 4.5 jam, dengan sumber tenaga batere sekuat 1500 mAH. Namun, berkenaan dengan nafsu mengutak-atik dan perlakuan abbusive use kepada si GetirBerry, handheld ini hanya bisa bertahan sekitar 6-7 jam saja sehari. Wah timpang banget yah?, hihi. Dan akhirnya kadang harus panik karena tiba-tiba si GetirBerry melemas kecapekan hampir habis tenaganya sementara di sekitar gw saat itu jauh dari sumber tenaga.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-923"></span>Pencaharian informasi untuk mencari ‘obat kuat’ bagi si GetirBerry pun dilakukan. Mulai dari alternatif pembelian batere baru dengan kapasitas 3500 mAH seharga lebih dari 600 ribu rupiah, atau membeli batere cadangan orisinilnya dengan EBC (External Battery Charger, cmiiw) seharga lebih dari 500 ribu rupiah, dan akhirnya pilihan jatuh pada sebuah battery box berkapasitas 2500 mAH seharga sekitar 290 ribu rupiah termasuk ongkos kirim dari sebuah kota di pulau Jawa ke kota Medan.</p>
<p style="text-align:justify;">Baterry Box bisa diibaratkan sebagai sebuah harddisk external. Bedanya adalah bahwa harddisk external berfungsi untuk menyimpan data, sedangkan battery box menyimpan listrik. Di saat gw membutuhkan tenaga cadangan untuk si GetirBerry, gw cukup mencolokkan sumber tenaga cadangan ini tanpa perlu repot mencari-cari stop kontak seperti biasanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti apa sih bendanya?, bendanya cukup kecil koq jika dibandingkan dengan bungkus rokok. Paket yang disertakan dengan baterry box ini adalah juga termasuk dengan beberapa jenis kepala charger yang umum digunakan pada beberapa handheld yang beredar di pasaran. Termasuk untuk si GetirBerry tentunya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_81701.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-941" title="Battery box dengan kepala charger untuk si GetirBerry" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_81701.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Battery box dengan kepala charger untuk si GetirBerry" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk kemudahan dalam mobilitas, gw menyandingkan si GetirBerry dan  battery box ini bersama dengan sebuah pouch atau tas kecil yang memiliki dua buah tempat penyimpanan. Nah, perhatikan gambar-gambar berikut, kira-kira jadi seperti ini lah penampakannya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_81724.jpg"><img class="size-medium wp-image-934 aligncenter" title="battery box di saku depan pouch" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_81724.jpg?w=225&#038;h=300" alt="battery box di saku depan pouch" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_81761.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-935" title="si GetirBerry tercharge di saku utama pouch" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_81761.jpg?w=225&#038;h=300" alt="si GetirBerry tercharge di saku utama pouch" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_81771.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-936" title="penampakan saat siGetirBerry tercharge di dalam pouch" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_81771.jpg?w=225&#038;h=300" alt="penampakan saat siGetirBerry tercharge di dalam pouch" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8178.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-937" title="kabel panjang memudahkan penggunaan saat sedang tercharge" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8178.jpg?w=300&#038;h=225" alt="kabel panjang memudahkan penggunaan saat sedang tercharge" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">Pada saat ingin menggunakannya sambil mencharge dengan posisi pouch ada di ikat pinggang, battery box ini dilengkapi dengan kabel sepanjang sekitar 1 meter yang membuat gw jadi mudah dan leluasa untuk tetap bisa mengutak-atik si GetirBerry.</p>
<p style="text-align:justify;">Entah pilihan gw tepat atau tidak, atau mungkin ada alternatif lain, gw merasa pilihan yang gw pilih dalam menentukan sumber energi cadangan bagi si GetirBerry saat ini adalah yang terbaik. Dengan waktu charge sekitar 4-5 jam untuk battery box dari posisi kosong sampai penuh dan bisa di tinggal tidur saat malam hari, dan di saat penuh mampu mencharge batere si GetirBerry hingga 1.5x lebih, gw rasa trik ini cukup mumpuni.</p>
<p style="text-align:justify;">Rekan-rekan ada trik atau metode lain dengan biaya terminim dan cara termudah?, mari kita berbagi ide …</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khoent.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khoent.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khoent.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khoent.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khoent.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khoent.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khoent.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khoent.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khoent.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khoent.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khoent.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khoent.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khoent.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khoent.wordpress.com/923/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=923&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khoent.wordpress.com/2009/10/16/sumber-tenaga-cadangan-untuk-si-getirberry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e4d7c1c8625d033cd96ef249f477a85?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khoent</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_81701.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Battery box dengan kepala charger untuk si GetirBerry</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_81724.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">battery box di saku depan pouch</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_81761.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">si GetirBerry tercharge di saku utama pouch</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_81771.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">penampakan saat siGetirBerry tercharge di dalam pouch</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8178.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kabel panjang memudahkan penggunaan saat sedang tercharge</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan-jalan ke Pesta Danau Toba 2009 : 10 &#8211; 11 Oktober 2009</title>
		<link>http://khoent.wordpress.com/2009/10/12/pesta-danau-toba-2009-10-11-oktober-2009/</link>
		<comments>http://khoent.wordpress.com/2009/10/12/pesta-danau-toba-2009-10-11-oktober-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 08:28:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khoent</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Journeys]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khoent.wordpress.com/?p=903</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa minggu lalu, pada saat berjalan-jalan sore di tengah kota Medan, beberapa kali mata tertuju pada banner besar jika melewati lapangan Benteng. Tertulis jelas disana bahwa akan ada acara di danau Toba yang bertajuk ‘Pesta Danau Toba’ dan akan diadakan pada tanggal 7 – 11 Oktober 2009. Dalam hati pun langsung berniat untuk hadir. Setelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=903&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Beberapa minggu lalu, pada saat berjalan-jalan sore di tengah kota Medan, beberapa kali mata tertuju pada banner besar jika melewati lapangan Benteng. Tertulis jelas disana bahwa akan ada acara di danau Toba yang bertajuk ‘Pesta Danau Toba’ dan akan diadakan pada tanggal 7 – 11 Oktober 2009. Dalam hati pun langsung berniat untuk hadir. Setelah sedikit menerawang, akhirnya diputuskan untuk hadir disana pada hari sabtu atau minggunya saja karena tidak mungkin gw bisa hadir disana pada saat hari kerja.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8156.jpg"><img class="size-medium wp-image-904 aligncenter" title="Spanduk Pesta Danau Toba di Depan Inna Parapat" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8156.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Spanduk Pesta Danau Toba di Depan Inna Parapat" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-903"></span>Seiring dengan waktu dan mencari informasi dengan beberapa kawan, yang akhirnya juga ingin ikut datang ke acara tersebut, akhirnya diputuskan keberangkatan ke danau Toba berubah menjadi tanggal 10 Oktober 2009 malam hari dan kepulangannya untuk kembali ke Medan diputuskan keesokan harinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam itu, sesuai dengan pembicaraan sebelumnya, akhirnya beberapa kawan berkumpul di rumah kost-an gw di belakang kantor. Empat buah motor telah terparkir dengan seadanya di depan rumah kost menunggu waktu untuk berangkat dan malam itu gw juga kedatangan beberapa orang kawan yang mampir untuk sekedar bertandang, serta langit sepertinya masih kurang bersahabat usai hujan yang cukup lama sejak sore tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah segala persiapan dilaksanakan, akhirnya peserta jalan-jalan malam itu yang terdiri dari : Oom Denny a.k.a Penyu dari Setang Lebar Brotherhood dengan Thunder 125 nuansa trail-nya, oom Iman dari Pertamina Motor Club – Medan dengan Supra X 125 putih-nya, oom Mufron dari Mailing List Yamaha Scorpio (MILYS) &#8211; Medan, yang kebetulan berdomisili di Medan seperti halnya gw, dengan menggunakan Beat, plus seorang boncenger, serta gw sendiri dengan si Panjul, mulai menyalakan mesin kendaraan kami dan bergerak menuju danau Toba sekitar pukul 23.15 WIB.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam itu sangat dingin usai hujan. Kami bergerak tidak bisa terlalu cepat karena licinnya jalan raya. Kecepatan kami hanya dibatasi di maksimum 80 kpj. Medan via SM. Raja – Tanjung Morawa – Perbaungan, dan terus meluncur sampai dengan Tebing Tinggi. Jalanan sangat sepi malam itu, jadi kami mampu bergerak relatif cukup konstan, hingga sekitar 2 jam perjalanan kami sudah bisa merapat di sebuah SPBU, yang terletak tidak terlalu jauh dari gerbang Selamat Datang kota Pematang Siantar, untuk melakukan pengisian bahan bakar kendaraan kami. Disini pula kami beristirahat sejenak sebelum meluncur kembali ke arah Parapat dimana danau Toba terdapat, yang gw perkirakan jaraknya sekitar 60 &#8211; 70 km dari tempat kami berada saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Usai rehat, kami pun meluncur kembali melewati kota Pematang Siantar serta jalan propinsi nuansa pegunungan bukit barisan dalam suasana gelap dan dingin. Tikungan, Tanjakan, serta turunan, menjadi kawan dan hiburan kami agar tidak mengantuk malam itu. Beberapa truk besar yang sepertinya menuju Sibolga atau Padang pun sempat kami temui dan lewati.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekitar pukul 03.00 dinihari di hari minggu tanggal 11 Oktober 2009, kami akhirnya sampai di kota Parapat yang terletak persis di pinggir danau Toba dan segera menuju sebuah warung makan untuk sekedar menghangatkan tubuh kami dengan makanan. Gw sendiri segera menyeruput teh manis panas serta mengganyang semangkuk mie rebus. Enak sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Usai acara rehat dan makan, kami pun mencari informasi untuk bisa beristirahat. Akhirnya, kami putuskan untuk beristirahat di masjid yang terletak di samping kantor Polisi dan tak jauh dari pintu masuk, dengan alasan bahwa kami hanya butuh beristirahat sebentar dan saat itu sudah sangat sulit untuk mencari penginapan, serta sepertinya agak mubazir dan buang dana saja jika harus istirahat di penginapan, hehe. Ternyata di lokasi masjid yang sedianya akan kami jadikan sarana untuk beristirahat banyak juga yang berfikiran seperti kami. Banyak motor dan mobil yang berjejal di pelataran parkiran masjid, dan tentunya banyak juga orang yang tengah berada di sekitarnya. Karena kami harus segera bisa beristirahat setelah perjalanan tadi, akhirnya teras toko makanan di seberang masjid pun kami jadikan alternatif. Setelah memarkirkan kendaraan kami dan mengamankannya dengan baik, kami langsung meletakkan punggung kami di atas teras ubin yang dingin di pelataran toko makanan tersebut dan gw sendiri pun langsung tertidur lelap.</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi menjelang, gw dibangunkan oleh oom Mufron karena toko makanan akan segera di buka. Bergegas kami bersiap-siap untuk mencari sarapan. Dan lokasi yang kami pilih adalah warung di pinggir jalan sekitar 2 km sebelum memasuki kota Parapat dari Pematang Siantar. Warung di pinggir tebing dengan pemandangan danau Toba dari atas. Indahnya …</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img00007-20091011-0826.jpg"><img class="size-medium wp-image-905 aligncenter" title="Menyeruput kopi panas di atas sisi danau Toba" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img00007-20091011-0826.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Menyeruput kopi panas di atas sisi danau Toba" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8152.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-907" title="rekan-rekan perjalanan ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8152.jpg?w=300&#038;h=225" alt="rekan-rekan perjalanan ..." width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah dua gelas kopi sudah masuk ke dalam perut, kami pun memutuskan untuk turun kembali ke tengah kota di bawah sana. Waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 08.45 WIB saat kami berada di alun-alun di seberang hotel Inna Parapat, dimana alun-alun ini sepertinya dijadikan pusat kegiatan Pesta Danau Toba. Dan di sebelah alun-alun ini, terdapat sebuah gedung yang dijadikan pusat kegiatan untuk pameran UKM (Usaha Kecil dan Menengah). Penjaja jajanan dan oleh-oleh yang berada di sekitar lokasi pun sudah cukup ramai dikunjungi pengunjung yang menjadi calon pembeli dagangan mereka.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8153.jpg"><img class="size-medium wp-image-906 aligncenter" title="Alun-alun di seberang Inna Parapat" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8153.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Alun-alun di seberang Inna Parapat" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8155.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-908" title="Ramai khan?, sudah banyak yang parkir padahal hari masih pagi ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8155.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Ramai khan?, sudah banyak yang parkir padahal hari masih pagi ..." width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sempat pula kami mampir dan sedikit berphoto ria di depan sebuah bangunan yang mirip Villa di pinggir sisi lain danau Toba ini. Konon kabarnya, bung Karno pernah tinggal di bangunan tersebut. Momen yang tak boleh dilewatkan, langsung memphoto si Panjul dengan latar belakang bangunan tersebut, hehe.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8163.jpg"><img class="size-medium wp-image-909 aligncenter" title="Panjul n Villa (yang konon kabarnya) Bersejarah ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8163.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Panjul n Villa (yang konon kabarnya) Bersejarah ..." width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8160.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-910" title="oom Penyu dan oom Iman beserta tunggangan mereka ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8160.jpg?w=300&#038;h=225" alt="oom Penyu dan oom Iman beserta tunggangan mereka ..." width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Puas berkeliling dan jalanan sudah semakin ramai, kami memutuskan untuk kembali ke Medan karena sudah cukup puas melihat-lihat keramaian. Kami lalu menuju sebuah SPBU dan mengisi bahan bakar tunggangan kami disana. Disini, gw mengisi tangki si Panjul dengan 5.4 liter Pertamax. Artinya, dari Medan ke Parapat dan berputar-putar di kota semenjak tadi pagi, si Panjul kira-kira telah menghabiskan bahan bakar sebanyak dengan yang telah diisikan ke tangkinya saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Usainya, kami langsung meluncur melewati tempat kami sarapan tadi dan terus maju sekitar beberapa kilometer. Sempat kami melewati segerombolan monyet liar yang bermain-main di pinggir jalan sambil berharap para pengguna jalan yang melewati mereka mau melemparkan sedikit makanan. Sayangnya memori di kamera hanya tinggal sedikit, jadi sepertinya tingkah polah mereka tidak bisa gw abadikan dulu dengan kamera saku ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang telah dibicarakan tadi pagi bahwa kami pulang kembali ke Medan tidak melalui Pematang Siantar lagi, melainkan melewati Simarjarunjung dan Brastagi, akhirnya di sebuah pertigaan yang tak jauh dari berkumpulnya monyet-monyet liar yang tadi, kami berbelok ke arah kiri. Disini kami menyusuri jalanan yang lebarnya lebih kecil dibandingkan jalan di jalur Pematang Siantar – Parapat. Kondisi jalan cukup baik, namun masih kerap di temui lubang kecil di jalan dan tikungan landai yang agak berpasir, membuat kami tetap harus ber-ekstra hati-hati. Kendaraan yang melewati jalur ini pun terhitung sangat sedikit dan sepi, sehingga jika malam hari ingin melewati jalur ini maka akan lebih baik jika dipikirkan dulu baik-baik dan lebih jauh lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi pencinta kehijauan dedaunan, jalur ini cukup memanjakan mata. Sejauh mata memandang di sebelah kanan, banyak terdapat pemandangan indah dari pepohonan pinus dan perkebunan masyarakat di sana. Dan memandang di sebelah kiri, terlihat indahnya danau Toba yang berwarna biru dan sangat indah. MasyaAllah, indah sekali ciptaan-Mu ini ya Allah …</p>
<p style="text-align:justify;">Sekitar satu jam perjalanan, kami sampai di sebuah tikungan yang cukup dekat dengan sisi danau Toba. Letaknya pun cukup tinggi seperti di atas tebing. Disini kami bersantai sejenak sambil berbincang-bincang, berphoto ria, dan membicarakan perjalanan tadi. Indahnya suasana membuat oom Penyu bermimpi untuk memiliki tanah dan rumah di daerah itu. Namun, sepinya lokasi membuat dia akhirnya urung dengan mimpinya itu, hehe.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8165.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-912" title="si Panjul" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8165.jpg?w=300&#038;h=225" alt="si Panjul" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8166.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-913" title="gw n si panjul ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8166.jpg?w=225&#038;h=300" alt="gw n si panjul ..." width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8167.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-914" title="santai di pinggir tebing ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8167.jpg?w=300&#038;h=225" alt="santai di pinggir tebing ..." width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Usai rehat, kami kembali melajukan kendaraan kami. Kota-kota kecil pun kami lewati mulai dari Simarjarunjung – Tiga Panah – Tiga Runggu – Kabanjahe (kota kabupaten Karo) – Brastagi. Antara kota Simarjarunjung dan Kabanjahe kami sempat beristirahat di sebuah SPBU karena oom Mufron harus mengisi bahan bakar Beat-nya, serta gw yang perlu tiduran sebentar karena di dera sakit perut dan masuk angin karena tidak sarapan tapi malah menyeruput banyak seduhan kopi tadi pagi, hehe, my mistake &#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Dan akhirnya kami beristirahat kembali di suatu tempat selepas Brastagi yang mirip dengan Puncak, Jawa Barat, yang bernama Penatapan. Gw bilang mirip, karena warung-warung tempat bersantai disini letaknya berada di sisi jalan dengan pemandangan ke arah kota Medan jauh dari atas gunung. Letaknya sekitar 60 km dari kota Medan.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8168.jpg"><img class="size-medium wp-image-915 aligncenter" title="mie rebus bonus pemandangan indah ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8168.jpg?w=300&#038;h=225" alt="mie rebus bonus pemandangan indah ..." width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Semangkuk mie rebus dan segelas kopi pun menjadi kawan rehat gw saat itu. Entah kawan-kawan yang lain menyantap apa. Disini kami beristirahat sekitar setengah jam sambil mata terkantuk-kantuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Usainya, kami kembali melaju dalam kondisi jalan yang berliku dan menurun dalam suasana jalan pegunungan menuju kota Medan melewati Greenhill di Sibolangit, lalu Simbahe, dan akhirnya kami semua kembali memasuki kota Medan dan kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat.</p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan yang di tempuh dalam jalan-jalan kali ini adalah hanya sekitar 417 km menurut tripmeter si Panjul. Isi bensin pun dilakukan sebelum tadi memasuki gerbang kantor dan si Panjul kembali mengisi bahan bakar sekitar 5.2 liter Pertamax. Artinya, jika dijumlahkan dengan sebelumnya, bahan bakar yang dibutuhkan dalam perjalanan kali ini adalah sekitar 10.6 liter. Jika dikalkulasikan, maka 1 liter bahan bakar dapat digunakan untuk menempuh sekitar 39km. Lumayan juga iritnya yah?.</p>
<p style="text-align:justify;">Cuma yang kurang gw habis pikir adalah setahu gw perjalanan dari Medan ke Parapat via Pematang Siantar adalah sekitar 170 – 180 km, maka artinya jarak perjalanan dari Parapat ke Medan via Simarjarunjung berbeda sekitar 50 km, padahal jika melihat secara kasat mata di peta, sepertinya jalan via Pematang Siantar lebih memutar. Kemungkinan besar, jalan berliku-liku yang kami lewati pada saat via Simarjarunjung sepertinya hanya digambarkan sebagai garis lurus saja di peta, sehingga perjalanan terlihat lebih singkat. Tidak seperti kondisi sebenarnya di perjalanan. Ini menurut analisa serampangan gw aja lho. Entahlah, hihi.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/map_parapat_.jpg"><img class="size-full wp-image-917 aligncenter" title="Peta Medan - Danau Toba" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/map_parapat_.jpg?w=630" alt="Peta Medan - Danau Toba"   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Thanks to :</p>
<ul>
<li>Allah SWT, yang telah memberikan rezeki dan kesempatan</li>
<li>Oom Mufron, oom Penyu, dan oom Iman, yang telah menemani perjalanan kali ini</li>
<li>Pemilik toko makanan di seberang masjid At-Takwa, Parapat, kami sempat pinjam terasnya untuk beristirahat</li>
<li>Semua pihak yang telah membantu kami dalam perjalanan kali ini</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khoent.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khoent.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khoent.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khoent.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khoent.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khoent.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khoent.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khoent.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khoent.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khoent.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khoent.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khoent.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khoent.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khoent.wordpress.com/903/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=903&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khoent.wordpress.com/2009/10/12/pesta-danau-toba-2009-10-11-oktober-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e4d7c1c8625d033cd96ef249f477a85?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khoent</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8156.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Spanduk Pesta Danau Toba di Depan Inna Parapat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img00007-20091011-0826.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Menyeruput kopi panas di atas sisi danau Toba</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8152.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rekan-rekan perjalanan ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8153.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Alun-alun di seberang Inna Parapat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8155.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ramai khan?, sudah banyak yang parkir padahal hari masih pagi ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8163.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Panjul n Villa (yang konon kabarnya) Bersejarah ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8160.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">oom Penyu dan oom Iman beserta tunggangan mereka ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8165.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">si Panjul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8166.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">gw n si panjul ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8167.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">santai di pinggir tebing ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8168.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mie rebus bonus pemandangan indah ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/map_parapat_.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Peta Medan - Danau Toba</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Blogger dan Biker Peduli Gempa Sumatera Barat : Awal Oktober 2009</title>
		<link>http://khoent.wordpress.com/2009/10/07/blogger-dan-biker-peduli-gempa-sumatera-barat-awal-oktober-2009/</link>
		<comments>http://khoent.wordpress.com/2009/10/07/blogger-dan-biker-peduli-gempa-sumatera-barat-awal-oktober-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 16:06:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khoent</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Communities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khoent.wordpress.com/?p=891</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 30 September 2009 lalu kita semua dikejutkan dengan sebuah berita, Padang dan sekitarnya yang berada di propinsi Sumatera Barat porak poranda oleh bencana gempa bumi sebesar 7.6 SR, dan akhirnya banyak mengakibatkan korban jiwa dan material dari penduduk di propinsi bagian barat pulau Sumatera itu. Melihat berita-berita yang dipampangkan di media massa membuat hati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=891&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tanggal 30 September 2009 lalu kita semua dikejutkan dengan sebuah berita, Padang dan sekitarnya yang berada di propinsi Sumatera Barat porak poranda oleh bencana gempa bumi sebesar 7.6 SR, dan akhirnya banyak mengakibatkan korban jiwa dan material dari penduduk di propinsi bagian barat pulau Sumatera itu. Melihat berita-berita yang dipampangkan di media massa membuat hati ini ingin berbuat sesuatu untuk bisa membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami bencana itu, mengingat pada bencana alam yang sebelumnya terjadi di Jawa Barat beberapa saat lalu gw juga gak bisa memberikan bantuan yang cukup berarti di banding rekan-rekan gw yang lain di Jakarta dan Bandung. Namun jawaban atas apa yang ada di benak gw itu langsung gw dapatkan dalam selang sehari kemudian.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-891"></span>Keesokan hari berselang setelah kejadian bencana alam di atas, sebuah pesan singkat mampir di layar handphone tahan banting dan tahan hidup lama yang sudah gw gunakan sejak dua tahun terakhir ini, isinya ajakan dari oom Penyu –salah satu anggota dari <a href="http://setanglebar.wordpress.com" target="_blank">Setang Lebar Brotherhood (SeLeB)</a> – untuk mengumpulkan dana dan pakaian layak pakai untuk bisa dikirimkan dan disumbangkan kepada yang membutuhkan di lokasi bencana alam di Sumatera Barat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah pesan elektronik juga mampir melalui akun gw di facebook, yaitu ajakan dari blogger <a href="http://awakmedan.net" target="_blank">awakmedan.net</a> dengan tujuan yang sama. Berfikir dalam hati, kenapa gak digabungkan sekalian?. Nah, setelah berkoordinasi antara kedua belah pihak, diputuskan pada malam harinya kami semua akan melakukan pertemuan singkat membahas mengenai hal ini, dan akhirnya berkumpullah kami di sebuah kedai sederhana di jalan Abadi, Medan. Disini kami membahas banyak hal mengenai apa yang bisa kami lakukan satu sama lain. Dan diputuskanlah untuk membuat dua buah posko, sebuah posko di kelola oleh SeLeB di jalan Pandu di bawah koordinasi oom Boy Hendra dan sebuah posko lagi di kelola oleh blogger awakmedan.net bekerja sama dengan rekan-rekan di USU di bawah koordinasi oom Putra.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8127.jpg"><img class="size-medium wp-image-892 aligncenter" title="Pertemuan di TST Abadi" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8127.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Pertemuan di TST Abadi" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8131.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-893" title="Posko Sederhana SeLeB di Jalan Pandu, Medan" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8131.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Posko Sederhana SeLeB di Jalan Pandu, Medan" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8139.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-895" title="Berkumpul di Posko USU" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8139.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Berkumpul di Posko USU" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8140.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-896" title="Sebagian Bantuan Yang Berhasil Dikumpulkan ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8140.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Sebagian Bantuan Yang Berhasil Dikumpulkan ..." width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8141.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-897" title="Sebagian Bantuan Yang Berhasil Dikumpulkan ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8141.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Sebagian Bantuan Yang Berhasil Dikumpulkan ..." width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8142.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-898" title="Tumpukan Karung Beras di Balik Terpal ... Hujan Eui ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8142.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Tumpukan Karung Beras di Balik Terpal ... Hujan Eui ..." width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Selagi posko-posko yang telah kami sediakan bekerja, oom Putra dan rekan-rekannya mulai menyusun rencana dalam pengiriman bantuan yang tengah kami kumpulkan ini. Mulai dari mencari informasi tentang kondisi di lapangan, mencari rekan-rekan yang nantinya bisa membantu serta memandu di lokasi, serta kendaraan yang diperlukan untuk mengangkut bantuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Informasi yang kami kumpulkan berasal dari beragam sumber, mulai dari mengontak rekan-rekan SPION (Siginjai Scorpio Owners), MILYS (Mailing List Yamaha Scorpio), KOBOI (Komunitas Blogger Otomotif Indonesia), PESAD di Pekan Baru, oom Haryo yang kebetulan berada di Padang, pa Ivan Maltar (atasan gw di kantor, hihi …) yang juga kebetulan sedang berdinas disana, dan sampai akhirnya kami berhasil menghubungi rekan-rekan YSC (Yamaha Scorpio Club) – Padang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari informasi yang kami dapatkan, akhirnya diputuskan untuk menyalurkan bantuan ke Pariaman. Alasan dipilihnya lokasi ini adalah bahwa Pariaman adalah lokasi yang menjadi pusat gempa bumi dan memiliki kerusakan paling berat, disinyalir pula melalui informasi yang kami dapatkan bahwa daerah Pariaman lebih banyak membutuhkan bantuan di bandingkan dengan kota Padang.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk masalah transportasi, kabar terakhir tadi di posko awakmedan.net di USU adalah akan memberangkatkan sebuah truk dan mobil pribadi untuk mengangkut bantuan dan personil relawan menuju kesana malam ini, tanggal 7 Oktober 2009.</p>
<p style="text-align:justify;">Maaf yah rekan-rekan awakmedan, gw gak bisa ikutan ke lokasi bencana alam dengan alasan pekerjaan yang tidak bisa gw tinggalkan. Dan Maaf jika bantuan yang gw berikan mungkin kurang sepadan dengan hal mulia yang kalian lakukan saat ini. Semoga kalian semua di Pariaman nanti bisa berbuat yang terbaik buat saudara-saudara kita disana yang tengah tertimpa musibah dan kalian semua mendapatkan amal terbaik dari Allah SWT, aaamiiinnnn …</p>
<p style="text-align:justify;">Thanks to :</p>
<ul>
<li>Allah SWT, yang telah memberikan keselamatan dan rezeki</li>
<li>Rekan-rekan Setang Lebar Brotherhood – Medan</li>
<li>Rekan-rekan blogger awakmedan.net</li>
<li>Pa Ivan Maltar S. yang telah memberikan informasi mengenai kondisi kota Padang, padahal beliau juga sedang sibuk di posko kantor cabang Padang</li>
<li>Nuke, yang telah memperkenalkan gw kepada rekan-rekan blogger awakmedan.net serta membantu gw untuk bisa lebih akrab dan mengenal mereka, di sela-sela kesibukannya berkuliah di USU</li>
<li>SPION (Siginjai Scorpio Owners) – Jambi, terutama oom Edwin, oom Ari, dan oom Imung, untuk informasi dan kontak yang bisa kami hubungi, serta bantuannya nanti di lokasi sesuai pembicaraan di telepon dan pesan singkat</li>
<li>MILYS (Mailing List Yamaha Scorpio) dan KOBOI (Komunitas Blogger Otomotif Indonesia), mailing list sebagai wahana mencari informasi tambahan kontak yang bisa kami hubungi dan situasi terkini saat itu</li>
<li>Oom Haryo, yang juga sudah dengan sukarela mencarikan informasi kontak yang bisa kami hubungi dan situasi terkini saat itu</li>
<li>PESAD, komunitas bikers di Pekan Baru, yang juga ikut mencarikan informasi kontak yang bisa kami hubungi dan situasi terkini saat itu</li>
<li>Oom Zulfikar dari YSC (Yamaha Scorpio Club) &#8211; Padang, yang akhirnya bisa kami kontak setelah beberapa hari bencana alam terjadi, turut berduka yah oom buat saudara-saudara di sana? …</li>
<li>Dan berbagai pihak yang telah membantu niat baik kami ini yang mungkin terlupa gw sebutkan namanya satu persatu. Terima kasih banyak.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khoent.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khoent.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khoent.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khoent.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khoent.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khoent.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khoent.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khoent.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khoent.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khoent.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khoent.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khoent.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khoent.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khoent.wordpress.com/891/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=891&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khoent.wordpress.com/2009/10/07/blogger-dan-biker-peduli-gempa-sumatera-barat-awal-oktober-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e4d7c1c8625d033cd96ef249f477a85?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khoent</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8127.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pertemuan di TST Abadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8131.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Posko Sederhana SeLeB di Jalan Pandu, Medan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8139.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Berkumpul di Posko USU</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8140.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sebagian Bantuan Yang Berhasil Dikumpulkan ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8141.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Sebagian Bantuan Yang Berhasil Dikumpulkan ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/10/img_8142.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tumpukan Karung Beras di Balik Terpal ... Hujan Eui ...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thread Gmail di Push-mail Client Blackberry</title>
		<link>http://khoent.wordpress.com/2009/09/29/thread-gmail-di-push-mail-client-blackberry/</link>
		<comments>http://khoent.wordpress.com/2009/09/29/thread-gmail-di-push-mail-client-blackberry/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 08:09:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khoent</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Gadgets]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khoent.wordpress.com/?p=880</guid>
		<description><![CDATA[Bagi pemula seperti gw yang sangat terlambat menggunakan Blackberry yang sedang trend sejak beberapa lama lalu, kiranya agak kurang puas dengan fasilitas dari Push-mail Client standard di handheld yang konon kabanya canggih ini. Terutama karena sarana ber-email gw yang utamanya menggunakan domain gmail.com, dan Push-mail Client standard di Blackberry tidak mendukung sistem Thread Email. Mungkin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=880&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bagi pemula seperti gw yang sangat terlambat menggunakan Blackberry yang sedang trend sejak beberapa lama lalu, kiranya agak kurang puas dengan fasilitas dari Push-mail Client standard di handheld yang konon kabanya canggih ini. Terutama karena sarana ber-email gw yang utamanya menggunakan domain gmail.com, dan Push-mail Client standard di Blackberry tidak mendukung sistem Thread Email. Mungkin informasi di bawah sudah kurang up to date bagi beberapa rekan yang sudah lebih dahulu mengetahui, namun apa salahnya saling berbagi khan?, mungkin saja ada yang terlambat mengetahui seperti gw, hehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, Thread itu apaan sih?, silahkan simak deskripsi di bawah ini :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">A <strong>threaded discussion</strong> is an electronic discussion (such as one via <a title="E-mail" href="http://en.wikipedia.org/wiki/E-mail">e-mail</a>, <a title="Electronic mailing list" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Electronic_mailing_list">e-mail list</a>, <a title="Bulletin board" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bulletin_board">bulletin board</a>, <a title="Newsgroup" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Newsgroup">newsgroup</a>, or <a title="Internet forum" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Internet_forum">Internet forum</a>) in which the software aids the user by visually grouping messages. Messages are usually grouped visually in a hierarchy by topic. A set of messages grouped in this way is called a <strong>topic thread</strong> or simply &#8220;thread&#8221;.<br />
(di sadur dari : http://en.wikipedia.org/wiki/Threaded_discussion)</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-880"></span>Contoh dari Thread Email kira-kira seperti ini :</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8120.jpg"><img class="size-medium wp-image-882 aligncenter" title="Thread Email ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8120.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Thread Email ..." width="300" height="225" /></a>Thread Email dan jumlah item email di dalamnya</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8121.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-883" title="Email dalam Thread ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8121.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Email dalam Thread ..." width="300" height="225" /></a><br />
Item Email di dalam Thread Email</p>
<p style="text-align:justify;">Yang jika dalam lingkup ber-email ria intinya adalah kumpulan dari percakapan beberapa orang yang saling berbalas email dan dikumpulkan menjadi satu topik diskusi. Jika ada yang kurang mengerti harap acungkan jari, hihi.</p>
<p style="text-align:justify;">Buat gw yang mengikuti beberapa mailing list dengan menggunakan satu account email, tentunya sistem Thread Email ini amat sangat membantu, salah satu fungsinya adalah gw jadi bisa membedakan mana topik yang menarik untuk gw baca dan mana yang tidak. Jadi gw tidak perlu membaca satu per satu email dari sekian ribu anggota mailing list yang saling berbalas-balasan di media elektronik ini. Cukup hanya dengan mencari bahasan mana yang menarik untuk di ikuti pembicaraannya saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, pada saat gw mulai menenteng-nenteng handheld canggih (fasilitas perusahaan, hihi) yang namanya Blackberry seri 9000 atau lebih dikenal dengan nama Blackberry Bold ini, fasilitas Thread Email di Push-mail Client standard-nya tidak ada. Akhirnya setelah berburu dengan agak rusuh kesana kemari, gw menemukan (hingga saat ini) dua solusi untuk permasalahan ini, yaitu :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Gmail Mobile untuk Blackberry</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Installasinya cukup mudah, cukup akses ke http://m.google.com/mail dengan menggunakan browser standard dari handheld dan nanti akan di pandu untuk download dan proses lanjutannya. Awalnya cukup puas dengan menggunakan aplikasi ini, namun karena email yang masuk sering terlambat dan kurang update sesuai dengan perkembangan topik diskusi di mailing list, entah kenapa, mungkin memang koneksinya yang lambat atau email client yang satu ini memang membutuhkan bandwith yang agak lega, entahlah. Akhirnya gw uninstall aplikasi ini dan kembali pasrah dengan menggunakan Push-mail standard tanpa Thread Email yang sangat gw butuhkan itu, atau gw dengan terpaksa membuka notebook, memasang modem, melakukan koneksi internet, dan membuka browser internet lalu mulai membaca email yang ingin gw baca disana.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, ada informasi bahwa saat ini Gmail Mobile sudah ada versi 2.0-nya lho, belum di coba, mungkin saja di versi yang terbaru ini pengalaman sebelumnya telah bisa terobati dengan baik.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Enhanced Gmail™ Plug-In.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah mengalami permasalahan dengan menggunakan email client Gmail Mobile seperti yang terceritakan di atas, akhirnya gw mulai menanyakan kepada rekan-rekan di Indosat mengenai keinginan gw ini. Untungnya mereka cukup cepat tanggap lho. Kakak Pipit dan Bang Heru langsung memberikan saran (sebenernya sih gak langsung, cuma biar cepet aja ceritanya, hihi ..) untuk meng-install Enhanced Gmail™ Plug-In untuk Blackberry.</p>
<p style="text-align:justify;">Di awal installasi, ada sedikit error yang terjadi, yaitu Plug-in tidak mau berjalan semestinya dan hanya ada pesan bertuliskan “<em>Please configure a </em><em>BlackBerry Internet Service Google Mail account … bla bla bla</em>”. Wah, gimana pula nih ceritanya?, kembali lesu eui, hiks.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya rusuh googling kesana kemari, masuk dan baca-baca tulisan di forum sana dan sini meski tanpa hasil. Coba-coba sendirian sambil di bantu oleh Kakak Pipit dan Bang Heru. Akhirnya kerusuhan itu membuahkan hasil yang baik, alhamdulillah saat ini lancar jaya deh Plug-in nya bekerja. Caranya adalah :</p>
<ul>
<li>Account email di Gmail gw anggap sudah di buat yah?, hihi …</li>
<li>Install Enhanced Gmail™ Plug-In seperti biasa, akses ke <a href="http://www.blackberry.com/gmail">www.blackberry.com/gmail</a> dengan menggunakan browser internet di handheld untuk mendapatkan plug-in nya dan install sesuai dengan langkah-langkah yang tertera di layar handheld</li>
<li>Buat Account Gmail di fasilitas Blackberry Internet Service dengan menggunakan Browser. Karena gw menggunakan Blackberry dari Indosat, maka gw akses ke www.indosat.blackberry.com. Dan aturlah Account email Gmail yang baru disana. Reset Handheld dengan menggunakan key Alt+Shift+Del.</li>
<li>Jika account sudah ada sebelumnya, hapuslah account tersebut di fasilitas Blackberry Internet Service dengan menggunakan Browser. Reset Handheld dengan menggunakan key Alt+Shift+Del. Buat kembali Account Gmail di fasilitas Blackberry Internet Service dengan menggunakan Browser. Reset handheld kembali dengan menggunakan key Alt+Shift+Del.</li>
<li>Setelah itu cobalah dengan membuat topik baru di salah satu mailing list dan tunggulah beberapa saat sampai beberapa rekan disana mulai membalas email anda. Semoga berhasil yah?, kalo gak berhasil juga, ayo cari aplikasi baru lagi, hihi …</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Nah, mudah-mudahan langkah di atas bisa membantu agar rekan-rekan bisa merasakan nikmatnya ber-thread-email dengan menggunakan fasilitas Push-mail standard di Blackberry.</p>
<p>Thanks to :</p>
<ul>
<li>Allah SWT yang telah memberikan rezeki</li>
<li>Kakak Pipit dan Bang Heru dari Indosat &#8211; Medan</li>
<li>Rekan-rekan di forum manapun yang pembicaraannya gw sadap, hihi</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khoent.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khoent.wordpress.com/880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khoent.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khoent.wordpress.com/880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khoent.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khoent.wordpress.com/880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khoent.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khoent.wordpress.com/880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khoent.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khoent.wordpress.com/880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khoent.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khoent.wordpress.com/880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khoent.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khoent.wordpress.com/880/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=880&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khoent.wordpress.com/2009/09/29/thread-gmail-di-push-mail-client-blackberry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e4d7c1c8625d033cd96ef249f477a85?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khoent</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8120.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Thread Email ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8121.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Email dalam Thread ...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan – jalan dari Jakarta ke Medan bersama Panjul : 15 – 19 September 2009</title>
		<link>http://khoent.wordpress.com/2009/09/20/jalan-%e2%80%93-jalan-dari-jakarta-%e2%80%93-medan-bersama-panjul-15-%e2%80%93-19-september-2009/</link>
		<comments>http://khoent.wordpress.com/2009/09/20/jalan-%e2%80%93-jalan-dari-jakarta-%e2%80%93-medan-bersama-panjul-15-%e2%80%93-19-september-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 13:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khoent</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Journeys]]></category>
		<category><![CDATA[My Partners]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khoent.wordpress.com/?p=837</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan kali ini adalah perjalanan dengan tujuan terjauh bersama kendaraan roda dua yang pernah gw tempuh seumur hidup gw. Sekitar 2000 kilometer lebih harus gw jalani dimana sebagian terbesar dari perjalanan gw lakukan sendirian. Berada di kesendirian sepanjang jalan Lintas Timur Sumatera membuat gw semakin mencintai bumi pertiwi tempat gw lahir ini serta sadar bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=837&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Perjalanan kali ini adalah perjalanan dengan tujuan terjauh bersama kendaraan roda dua yang pernah gw tempuh seumur hidup gw. Sekitar 2000 kilometer lebih harus gw jalani dimana sebagian terbesar dari perjalanan gw lakukan sendirian. Berada di kesendirian sepanjang jalan Lintas Timur Sumatera membuat gw semakin mencintai bumi pertiwi tempat gw lahir ini serta sadar bahwa gw tidak apa-apanya di dunia fana ini. Setiap detik dan setiap kilometer yang gw jalani sepanjang perjalananan Jakarta menuju Medan dapat membawa gw ke dunia lain jika gw tidak waspada dan tidak hati-hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Rekans, inilah laporan perjalanan gw, terima kasih sudah mau membaca sharing perjalanan gw kali ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-837"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sabtu, 12 September 2009</p>
<p style="text-align:justify;">Surat dinas perusahaan dan izin perjalanan dari atasan sudah di tangan, hasil negosiasi dengan atasan bahwa gw berdinas di Palembang dan Plaju dengan membawa salah satu kendaraan favorit gw membawa hasil yang baik, dan gw di beri izin berdinas dan melakukan perjalanan sampai dengan tanggal 19 September 2009.</p>
<p style="text-align:justify;">Sabtu siang itu gw langsung meluncur dari bandara SKH menuju bengkel Blast Motorsport untuk mengecek persediaan spareparts motor yang akan gw butuhkan nanti dan juga ke toko kecil-kecilan usaha sendiri yang bernama OKem Shop di bilangan Kebayoran, Jakarta. Setelah mengecek spareparts beres serta tak lupa memesan beberapa alat keselamatan diri seperti : celana touring First Gear, sarung tangan, serta side bag Shark 3.1 (tail bag nya di ambil ama oom Rey karena gw rencana membawa Kappa 42 liter yang sudah gw miliki sebelumnya, hihi) racikan Kreatorz. Tak lupa juga gw persiapkan jas hujan gw pakai seri Bromo pembelian di toko alat gunung yang bernama Leuser di daerah Lenteng Agung, berjaga-jaga jika diperjalanan nanti ada turun hujan.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah semua beres, Dan malamnya gw ke bengkel kawan, X-Tech Tuning, pengecatan panjul sudah beres. Terhitung rangka, tangki, daerah footstep depan belakang, shock depan, shock belakang, swing arm, dan beberapa bagian dari side engine telah rapi tercat dengan menggunakan metode powder coating. Pengecatan dengan metode ini sengaja gw lakukan karena umur Panjul sendiri yang sudah hampir 6 tahun dan mungkin metode ini bisa membantu mempermuda kembali salah satu motor kesayangan gw ini dari sisi mutu materialnya. Malam itu pembenahan Panjul mulai dilakukan, ditemani oom Wahid dan oom Arya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_7984.jpg"><img class="size-medium wp-image-842 aligncenter" title="Rangka Panjul" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_7984.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Rangka Panjul" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_7988.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-843" title="Mulai merakit Panjul" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_7988.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Mulai merakit Panjul" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">usainya gw langsung menuju ke rumah depok untuk beristirahat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Minggu, 13 September 2009</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti biasa, hari itu gw ke bengkel Blast Motorsport dan toko OKem Shop lagi hari itu. Ada beberapa keperluan yang harus gw lakukan disana.</p>
<p style="text-align:justify;">Malamnya, gw kembali ke X-Tech Tuning di bilangan Rempoa dan kembali menemani oom Semur yang terus bekerja merapihkan Panjul agar siap untuk pembenahan dari sisi mesin untuk keesokan hari yang rencananya akan dilakukan di Blast Motorsport.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ada sedikit kendala pada saat pemasangan Panjul kembali, yaitu tangki yang telah tercat dengan rapi itu ternyata ada kebocoran, hiks. Untungnya oom Subi yang baik hati mau meminjamkan tangkinya untuk sekedar bisa membawa Panjul ke Blast Motorsport untuk pengecekan mesin dan hal-hal lainnya. Juga oom Subi meminjamkan knalpot orisinil motornya untuk di pasang di Panjul, knalpot berisik yang selama ini terpasang terpaksa gw copot karena gw khawatir suara bising knalpotnya mungkin akan membawa kendala lain diperjalanan nanti, sehubungan dengan Undang-undang Lalu Lintas yang baru terbit belum lama ini berkaitan dengan penggunaan spareparts standar kendaraan bermesin, hehe.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_7993.jpg"><img class="size-medium wp-image-844 aligncenter" title="Panjul sudah mulai terlihat bentuk aslinya" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_7993.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Panjul sudah mulai terlihat bentuk aslinya" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_7997.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-845" title="Wujud aslinya Panjul" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_7997.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Wujud aslinya Panjul" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Senin, 14 September 2009</p>
<p style="text-align:justify;">Hari itu pun agenda gw sama, ke bengkel Blast Motorsport dan toko OKem Shop.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedianya gw harus berangkat sore hari itu, namun kendala muncul kembali, tangki yang sedianya akan di pasang di Panjul tidak bisa gw dapatkan. Kurang enak rasa jika menggunakan tangki milik oom Subi, dan gw akhirnya memutuskan untuk membeli tangki baru milik Yamaha Scorpio Z, namun tangkinya baru bisa gw dapatkan keesokan harinya dan akan dibelikan langsung oleh oom Fahly pemilik Bengkel Blast Motorsport, gw terpaksa harus pasrah menunggu sembari pengecekan terhadap kaki-kaki dan mesin Panjul terus dilakukan.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_7999.jpg"><img class="size-medium wp-image-846 aligncenter" title="Mesin dan kaki-kaki beres ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_7999.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Mesin dan kaki-kaki beres ..." width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Persiapan peranti keselamatan sudah gw lakukan di rumah depok, jadi seharusnya gw sudah bisa berangkat malam itu. Tapi ndak papa, persiapan terbaik harus gw lakukan untuk perjalanan panjang ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Selasa, 15 September 2009</p>
<p style="text-align:justify;">Tangki baru datang sekitar pukul 14.00 WIB, dan akhirnya bisa terpasang rapi di Panjul. Senangnya. Tapi bagian mesin dan kelistrikan belum sempurna, oom Romi kudu bekerja keras agar semuanya bisa bekerja dengan baik dan gw bisa berangkat malam itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sembari menunggu, persiapan perbekalan untuk diperjalanan pun gw lakukan, termasuk pemasangan box belakang, tambahan lampu sign belakang, dan juga persiapan spareparts. Untuk spareparts terhitung ban dalam, busi, lampu-lampu, kunci-kunci, cable ties, kabel kopling, kabel gas, dan pompa angin. Untuk persiapan diri terhitung pakaian kerja dan pakaian ganti, jaket jeans, rompi, tas pinggang kecil, sarung tangan, celana touring, jas hujan, masker, knee n elbow protector, dan helm. Semua spareparts dan persiapan diri yang tidak gw gunakan langsung gw masukkan dengan rapi di side bag dan box. Di bagian tangki gw pasang tank bag dan gw isi dengan persiapan minuman dan makanan kecil. Tak lupa peta juga sudah gw persiapkan dan gw masukkan ke dalam tas pinggang. Batere handphone sudah ter-charge full semua.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8005.jpg"><img class="size-medium wp-image-847 aligncenter" title="Panjul siap berangkat ... :-)" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8005.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Panjul siap berangkat ... :-)" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Dan sekitar pukul 20.30 perjalanan panjang pun di mulai. Setelah sebelumnya berkoordinasi dengan oom Robby Milo Dingin yang juga akan melakukan perjalanan sampai Palembang, akhirnya gw mulai meluncur perlahan menuju Tangerang, tepatnya ke tempat koh Ili di daerah Bitung.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesampainya di resto yang dikelola sendiri oleh Koh Ili dan sebelumnya di jemput oleh salah satu rekan menuju kesana, gw lalu menikmati nasi goreng dan juga menyeruput kopi hitam pahit yang telah disediakan oleh koh Ili, sambil berbincang-bincang dengan oom Robby dan koh Ili, enaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Rabu, 16 September 2009</p>
<p style="text-align:justify;">Sekitar tengah malam, gw n oom Robby pun mulai meluncur menuju pelabuhan Merak, namun sebelumnya kami ingin menemui rekan-rekan BSC (Banten Scorpio Club) terlebih dahulu, dan sekitar pukul 02.00 WIB kami menemui mereka di depan Depot Tanjung Gerem, tak jauh dari pelabuhan Merak. Lalu kami di giring menuju sebuah lokasi yang santai sambil berbincang-bincang dan menikmati kopi panas serta mie rebus sembari menunggu keberangkatan penyeberangan Ferry pukul 03.30 WIB nanti.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8019.jpg"><img class="size-medium wp-image-848 aligncenter" title="Bersama teman-teman di BSC ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8019.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bersama teman-teman di BSC ..." width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Namun, ternyata kami tidak bisa berangkat sesuai dengan rencana kami sebelumnya, kapal Ferry untuk kami menyeberang baru ada nanti pukul 05.00 WIB, dan kami terpaksa menunggu sesuai dengan jadwal baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi jalan sepanjang Jakarta ke Merak bisa di bilang sangat baik, jalanan cukup mulus namun perlu berhati-hati dengan pembatas tengah jalan yang bisa membahayakan perjalanan jika tidak berhati-hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat menuju pelabuhan Merak ini, salah satu motor rekan BSC yang mengantar kami menemui kendala, kabel gas nya putus, jadi terpaksa dititipkan di salah satu warung di dekat lokasi kejadian. Semoga gw tidak akan pernah menemui kendala seperti itu di jalan nanti, harap gw dalam hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sesuai jadwal, akhirnya kami pun bisa naik ke atas kapal Ferry. Di atas kapal selama perjalanan, gw tertidur pulas dan baru terbangun saat kapal akan merapat ke pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 07.00 WIB. Kami pun langsung turun dari kapal dan bergerak ke arah Palembang.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8022.jpg"><img class="size-medium wp-image-849 aligncenter" title="Oom Robby Milo Dingin" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8022.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Oom Robby Milo Dingin" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8027.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-850" title="Memasuki pelabuhan bakauheni ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8027.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Memasuki pelabuhan bakauheni ..." width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Baru saja turun dari kapal, kendala baru muncul, sebuah paku telah terparkir dengan rapi di ban belakang Panjul dan terpaksa harus di usir di salah satu bengkel tambal ban tak jauh dari situ. Setelah beres, perjalanan pun dilanjutkan.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8028.jpg"><img class="size-medium wp-image-852 aligncenter" title="Tambal ban dulu ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8028.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Tambal ban dulu ..." width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sepanjang perjalanan dari pelabuhan Bakauheni sampai ke ibukota Tengah kondisi jalan bisa di bilang sangat baik, kendala yang kami temui hanyalah hujan dan beberapa kemacetan ringan yang membuat kami tidak bisa melaju dengan kecepatan yang agak tinggi dan harus tetap berhati-hati. Umur ban Panjul yang sudah tiga tahun membuat gw harus mengatur kecepatan terutama di tikungan dengan sangat berhati-hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Di ibukota Lampung tengah kami sempat beristirahat sejenak dan kembali melaju menuju perbatasan propinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Kondisi jalan sepanjang Lampung Tengah sampai ke perbatasan cukup baik dan lalu lintas pun cukup lancar. Mantab.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_80291.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-874" title="Istirahat di Lampung Tengah ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_80291.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Istirahat di Lampung Tengah ..." width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah perbatasan, kami berbelok menuju Kayu Agung, kondisi jalanan cukup baik di sepanjang jalan ini, namun perlu berhati-hati dengan tambalan jalan dan lubang di sekitar jembatan kecil yang kerap ada. Nah, di sepanjang jalan inilah gw menemui kendala lain dari Panjul, sepertinya komstirnya agak bermasalah, karena di saat di pacu pada kecepatan agak tinggi, terasa sekali setang agak bergoyang-goyang, hihi. Akhirnya, kecepatan terpaksa harus gw patok di maksimum 100kpj jika memang kondisi jalan memungkinkan. Dan perjalanan khan masih jauh, jadi harus lebih berhati-hati lagi khan? …</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8032.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-854" title="Mayan mulus khan jalannya ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8032.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Mayan mulus khan jalannya ..." width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8034.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-855" title="di perbatasan lampung - sumsel ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8034.jpg?w=300&#038;h=225" alt="di perbatasan lampung - sumsel ..." width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8039.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-856" title="di perbatasan lampung - sumsel ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8039.jpg?w=225&#038;h=300" alt="di perbatasan lampung - sumsel ..." width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Memasuki kota Kayu Agung menjelang senja, dan kami pun memutuskan untuk menunggu maghrib. Di sini kami juga menemui dua orang pengendara motor  yang ingin mudik ke Padang, dan akhirnya kebetulan ada rombongan bermotor yang juga akan ke Padang, setelah usai berbincang-bincang dan berangkatlah mereka, dan kami menyusul melajukan kendaraan kami setelah agak lama setelah mereka. Sekitar 30 km sebelum kota Palembang, sedikit jalanan tergenang air agak tinggi membuat perjalanan kami sedikit mengurangi kecepatan kendaraan kami. Dan juga, kami sempat menikmati makan malam nasi pecel ayam di sini. Mantab.</p>
<p style="text-align:justify;">Usai makan, kami pun bergerak lagi menuju Palembang, dan sampai di penginapan sekitar  pukul 21.00 WIB. Istirahat eui, besok harus kerja, hihi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kamis, 17 September 2009</p>
<p style="text-align:justify;">Persiapan untuk perjalanan sudah beres gw lakukan, beberapa barang yang kecil kemungkinan akan gw gunakan selama perjalanan sudah gw titipkan kepada oom Robby, yang mengakhiri perjalanannya kali ini di Palembang guna berlebaran dengan keluarganya, untuk dipaketkan ke Medan. Daripada hanya jadi beban di box gw selama perjalanan nanti.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu gw meluncur menuju lokasi bekerja gw di kantor Pemasaran Unit II Palembang dan Unit Pengolahan III Plaju yang terletak di pinggiran sungai Musi yang tersohor dengan jembatan Ampera-nya itu. Usai melaksanakan tugas dan saling bersosialisasi dengan rekan-rekan disana, sekitar pukul 16.30 WIB gw pun kembali meluncur di jalan raya menuju Jambi yang estimasi lama perjalanannya adalah sekitar 5 – 6 jam dengan jarak tempuh sekitar 300 km.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8042.jpg"><img class="size-medium wp-image-857 aligncenter" title="berphoto bersama teman-teman kerja di Plaju ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8042.jpg?w=300&#038;h=225" alt="berphoto bersama teman-teman kerja di Plaju ..." width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan pada saat hari terang masih membuat gw semangat melalui setiap kilometer menuju Jambi, namun di saat mulai gelap dan mulai melewati banyak kebun-kebun sawit serta pemukiman yang makin jarang di temui sepanjang jalan, sempat membuat beberapa kali hati menjadi ciut nyalinya. Namun berpegang pada keyakinan sang Maha Pencipta serta do’a-do’a rekan-rekan, gw terus melajukan kendaraan hampir tanpa henti menuju lokasi tujuan hari itu. Beberapa motor dan mobil pribadi sempat menjadi kawan seperjalanan gw, namun karena gw harus secepatnya tiba di Jambi, gw terus melarikan kendaraan kesayangan gw ini dengan kecepatan maksimal sesuai dengan kondisi Panjul dan jalan raya.</p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah, akhirnya gw pun bisa sampai di Banyu Leuncir dan melakukan kontak dengan oom Edwin dari SPION (Siginjai Scorpio Owners). Beliau akan menjemput gw di daerah Tempino atau sekitar 35 km dari lokasi gw saat itu. Waktu menunjukkan sekitar pukul 20.00 WIB saat itu. Dan gw pun melaju kembali menuju lokasi pertemuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata, sebelum sampai Tempino, gw sudah bisa menemui oom Edwin yang ditemani oom Iwan, dan kami pun konvoi menuju kota Jambi. Dan keterkejutan gw tidak berhenti sampai di situ. Di suatu sudut jalan sudah menunggu sekitar 10 motor lain dari beragam merek dan jenis yang lalu bergabung mengawal gw memasuki kota Jambi. Gw sangat tersanjung dengan perlakuan semacam ini, terima kasih teman-teman semua.</p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi jalanan dari kota Palembang menuju Jambi via Banyu Leuncir sangatlah mulus tanpa lubang di jalan, tikungan-tikungan pun cukup landai dan bisa dilalui dengan sangat baik oleh Panjul yang kondisi komstirnya agak bermasalah itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan hari itu berakhir di sebuah ruko di tengah kota Jambi, yang merupakan kediaman oom Erwin sekaligus tempat usaha beliau serta tempat berkumpul beberapa komunitas kendaraan roda dua di kota Jambi. Sambutan hangat dan penuh keakraban langsung terasa di tempat itu. Berkelanan dengan oom Ari dari klub Yamaha Jupiter MX dan saling bertukar info juga sempat gw lakukan disini. Senang rasanya bersenda gurau dengan mereka. Capek selama beberapa ratus kilometer sempat sirna dari badan letih ini. Usai makan malam sate dan sop kambing khas Jambi, gw pun langsung dipersilahkan istirahat oleh oom Edwin, sedangkan rekan-rekan yang lain meluncur menuju kediamannya masing-masing.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8046.jpg"><img class="size-medium wp-image-858 aligncenter" title="rekan-rekan komunitas bikers di Jambi" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8046.jpg?w=300&#038;h=225" alt="rekan-rekan komunitas bikers di Jambi" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jum’at, 18 September 2009</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi hari gw terbangun dengan badan yang lumayan segar, dan langsung gw membersihkan badan dan mempersiapkan diri dan kendaraan untuk kembali melanjutkan perjalanan. Oh iya, karena jaket jeans yang gw kenakan rusak di bagian retsletingnya, akhirnya gw membeli jaket di toko oom Edwin ini, dapat diskon pula, hihi, terima kasih yah oom?, semoga usahanya semakin sukses di masa depan, aaamin.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8048.jpg"><img class="size-medium wp-image-859 aligncenter" title="berphoto bersama oom Edwin dari SPION ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8048.jpg?w=300&#038;h=225" alt="berphoto bersama oom Edwin dari SPION ..." width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Lalu gw diantarkan menuju pinggiran kota Jambi menuju ke arah Pekan Baru, dan sempat berphoto sejenak sambil oom Edwin diwawancarai oleh seorang reporter salah satu media televisi sehubungan dengan kegiatan mudik yang sedang marak menjelang lebaran ini. Seperti biasa, gw ngumpet dari media, takut terkenal, hehe.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8054.jpg"><img class="size-medium wp-image-860 aligncenter" title="Melepas keberangkatan ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8054.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Melepas keberangkatan ..." width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya gw di lepas menuju Pekan Baru oleh teman-teman di Jambi ini dan kembali melanjutkan perjalanan menuju Pekan Baru. Waktu menunjukkan sekitar pukul 11.00 WIB saat itu.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8060.jpg"><img class="size-medium wp-image-862 aligncenter" title="Jalanan di Jambi ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8060.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Jalanan di Jambi ..." width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8062.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-863" title="Jalanan di Jambi ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8062.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Jalanan di Jambi ..." width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8066.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-864" title="bernarsis di depan sebuah sekolah, hehe ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8066.jpg?w=225&#038;h=300" alt="bernarsis di depan sebuah sekolah, hehe ..." width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8072.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-865" title="kebon sawit eui ... :-)" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8072.jpg?w=300&#038;h=225" alt="kebon sawit eui ... :-)" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sempat panik karena lupa mengisi bensin di kota Jambi, gw akhirnya harus rela menunggu sekitar setengah jam sampai truk penyalur bahan bakar usai melaksanakan tugasnya di SPBU tersebut. Setelah tangki Panjul terisi penuh, gw pun kembali meluncur di jalanan. Jalanan selama berada di propinsi Jambi terhitung sangat baik, namun memasuki wilayah propinsi Riau kondisi jalan agak menurun kualitasnya dan membuat gw harus lebih ekstra hati-hati melajukan Panjul selama disini. Mulai dari Seberida sampai dengan Kualaterusan beberapa kali gw temui jalanan yang kurang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan karena kondisi seperti ini, akhirnya kendala baru pun terjadi, pengait braket box Panjul patah dan akhirnya Panjul harus agak dimodifikasi sedikit dengan bantuan tali temali agar box tetap bisa terangkut dengan baik. Hiks.</p>
<p style="text-align:justify;">Memasuki malam di daerah sampai dengan Perawang, menyusuri  pipa-pipa minyak (kalo ndak salah ada sumur minyak Lirik di daerah sini) serta perkebunan sawit, akhirnya gw sampai di pinggiran sungai Siak dan harus menyeberang dengan menggunakan Ferry. Gw sempat panik karena di belum pernah mendengar bahwa selama perjalanan harus sampai menyeberang dengan menggunakan Ferry seperti ini, dan gw merasa bahwa gw nyasar, hehe. Tapi yah sudahlah, seru juga ada sensasi menyeberang selepas gelap seperti ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Selepas penyeberangan, gw menuju sebuah pertigaan yang jika berbelok ke kiri adalah menuju Pekan Baru dengan jarak sekitar 40 km an dan jika berbelok ke kanan adalah menuju ke Dumai. Akhirnya gw memutuskan untuk menuju ke Dumai saja dan akan bermalam disana. Namun, selepas kota Minas dan gw melihat bahwa waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 10 malam dan perjalanan kembali menembus perkebunan sawit, gw memutuskan untuk kembali menuju kota terakhir yang gw lewati, yaitu Minas.</p>
<p style="text-align:justify;">Di kota Minas ini gw beristirahat di sebuah kios serba ada dan berbincang-bincang dengan seorang bapak disana. Beliau mendukung keputusan gw untuk tidak meneruskan perjalanan ke Dumai karena menurut beliau keamanan antara Minas sampai dengan Dumai agak mengkhawatirkan pada saat malam hari. Dan akhirnya gw pun menuruti pesan beliau untuk beristirahat di sebuah mesjid yang bernama Al Fatah yang berada di bawah asuhan Chevron Minas. Tak lama gw merebahkan badan, hujan turun dengan derasnya, wah untung gw bisa mengambil keputusan seperti tadi, hihi. Rehat dulu sajalah, besok dilanjutkan lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sabtu, 19 September 2009</p>
<p style="text-align:justify;">Adzan shubuh di masjid membangunkan gw, gw langsung membersihkan badan dan shalat shubuh di pagi yang segar itu. Menjelang matahari terbangun dari peraduannya, gw kembali menyalakan kendaraan dan meluncur kembali menuju ke arah Dumai. Jalanan basah dan agak licin, serta kondisi jalannya yang kurang mulus karena banyak pasir di tikungan serta kerikil membuat gw tidak bisa meluncur dengan kencang di pagi itu. Hanya santai saja selama perjalanan sampai merasa bahwa jalanan sudah mulai kering karena dilalui kendaraan yang mulai banyak berlalu lalang.</p>
<p style="text-align:justify;">Melewati pertigaan Dumai, kondisi jalanan semakin kurang baik dan terus seperti ini sampai dengan perbatasan propinsi Riau dengan propinsi Sumatera Utara. Kembali pemandangan perkebunan sawit menjadi hidangan sepanjang perjalanan gw sampai dengan kota Rantau Prapat. Gw bersama Panjul terus melaju melewati Kisaran dan sempat berhenti sebentar untuk rehat dan berphoto ria. Mobil dan motor mulai banyak lalu lalang menjadi kawan gw selama perjalanan. Pemukiman penduduk pun sudah mulai banyak gw temui. Perasaan nyaman dan semangat untuk menuju Medan semakin terasa.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8079.jpg"><img class="size-medium wp-image-866 aligncenter" title="di rantau prapat n kondisi ikatan pada box, hehe ..." src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8079.jpg?w=300&#038;h=225" alt="di rantau prapat n kondisi ikatan pada box, hehe ..." width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Melaju terus selepas Rantau Prapat melewati Kisaran dan Tebing Tinggi. Patung burung hitam di pertigaan Tebing Tinggi semakin memantabkan hati untuk terus melajukan kendaraan. Perbaungan, Lubuk Pakam, Tanjung Morawa, terus gw lewati tanpa henti. Dan akhirnya gw memasuki kota Medan dan sampailah gw di rumah tempat gw menumpang selama bertugas di Medan di belakang kantor.</p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah. Perjalanan bersama Panjul dari Jakarta ke Medan akhirnya berhasil gw lakukan dengan baik. Alhamdulillah, sujud syukur sesampainya di rumah kepada Illahi mudah-mudahan bisa mewakili rasa syukur gw atas berkah dan rahmat-Nya ini. Aaamin …</p>
<p style="text-align:justify;">Thanks to :</p>
<ul>
<li>Allah SWT, atas berkah dan rahmat-Nya untuk rezeki dan kesehatan serta keselamatan sepanjang perjalanan dan sepanjang hidup gw</li>
<li>pa Ivan Maltar S., atasan gw di kantor atas izin perjalanannya</li>
<li>Nuke, yang sudah menjadi motivator via YM sepanjang perjalanan</li>
<li>Oom Brod, oom Fahly, oom Subi, oom Semur, oom Wahid, oom Arya, oom Romi, oom Surya, oom Joe, dan lain-lain yang mungkin tidak tersebut yang telah membantu gw untuk persiapan perjalanan</li>
<li>Rekan-rekan di Milys (Mailing List Yamaha Scorpio) n Gelys (Gerombolan Liar Yamaha Scorpio), rekan-rekan kerja, teman-teman di Yahoo Messenger, dan rekan-rekan di Facebook yang sudah membantu dan mendo’akan gw, I luv u all guys …</li>
<li>Rekan-rekan kerja di Palembang dan Plaju yang sudah membantu dalam pekerjaan gw</li>
<li>Koh Ili dan oom Robby serta rekan-rekan bikers di Tangerang</li>
<li>Oom Dodon serta rekan-rekan BSC</li>
<li>Rekan-rekan di pelabuhan Merak dan Bakauheni yang sudah menyeberangkan gw n Panjul ke pulau Sumatera</li>
<li>Oom Edwin, oom Iwan, oom Ari serta rekan-rekan SPION dan komunitas bikers lainnya</li>
<li>Bapak penjaga kios di Minas untuk saran dan bantuannya</li>
<li>Bapak polisi di penyeberangan Ferry Perawang untuk informasinya</li>
<li>Sekuriti  Chevron Minas dan pengelola masjid Al Fatah – Minas untuk izinnya akhirnya gw bisa bermalam dengan nyaman disana</li>
<li>Rekan-rekan Setang Lebar dan YSFC di Medan untuk penyemangatnya</li>
<li>Pengelola SPBU sepanjang perjalanan, terima kasih buat pasokan bensinnya untuk Panjul</li>
<li>Dan semua pihak yang mungkin terlupa untuk disebutkan dan telah membantu gw dalam bentuk apapun sepanjang perjalanan panjang ini.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khoent.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khoent.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khoent.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khoent.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khoent.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khoent.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khoent.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khoent.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khoent.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khoent.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khoent.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khoent.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khoent.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khoent.wordpress.com/837/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=837&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khoent.wordpress.com/2009/09/20/jalan-%e2%80%93-jalan-dari-jakarta-%e2%80%93-medan-bersama-panjul-15-%e2%80%93-19-september-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e4d7c1c8625d033cd96ef249f477a85?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khoent</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_7984.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rangka Panjul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_7988.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Mulai merakit Panjul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_7993.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Panjul sudah mulai terlihat bentuk aslinya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_7997.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wujud aslinya Panjul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_7999.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Mesin dan kaki-kaki beres ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8005.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Panjul siap berangkat ... :-)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8019.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bersama teman-teman di BSC ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8022.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Oom Robby Milo Dingin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8027.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Memasuki pelabuhan bakauheni ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8028.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Tambal ban dulu ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_80291.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Istirahat di Lampung Tengah ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8032.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Mayan mulus khan jalannya ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8034.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">di perbatasan lampung - sumsel ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8039.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">di perbatasan lampung - sumsel ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8042.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">berphoto bersama teman-teman kerja di Plaju ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8046.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rekan-rekan komunitas bikers di Jambi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8048.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">berphoto bersama oom Edwin dari SPION ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8054.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Melepas keberangkatan ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8060.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Jalanan di Jambi ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8062.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Jalanan di Jambi ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8066.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">bernarsis di depan sebuah sekolah, hehe ...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8072.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kebon sawit eui ... :-)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/img_8079.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">di rantau prapat n kondisi ikatan pada box, hehe ...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tertib Lalu Lintas pada rangkaian Idul Fitri 1430H</title>
		<link>http://khoent.wordpress.com/2009/09/07/tertib-lalu-lintas-idul-fitri-1430h/</link>
		<comments>http://khoent.wordpress.com/2009/09/07/tertib-lalu-lintas-idul-fitri-1430h/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 08:22:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khoent</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Communities]]></category>
		<category><![CDATA[My Journeys]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khoent.wordpress.com/?p=828</guid>
		<description><![CDATA[Lebaran sebentar lagi, berpuasa dengan gembira, syalalalalalala &#8230; . Senang khan menyenandungkan lagu seperti lagu di atas dalam rangka menyambut hari kemenangan bagi umat muslim ini?. Apalagi jika lebaran nanti bisa jumpa orang tua, sanak saudara serta handai taulan. Nah, supaya aman di perjalanan dan bisa bertemu dengan orang-orang yang kita cintai dan sayangi itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=828&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Lebaran sebentar lagi, berpuasa dengan gembira, syalalalalalala &#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align:justify;">Senang khan menyenandungkan lagu seperti lagu di atas dalam rangka menyambut hari kemenangan bagi umat muslim ini?. Apalagi jika lebaran nanti bisa jumpa orang tua, sanak saudara serta handai taulan. Nah, supaya aman di perjalanan dan bisa bertemu dengan orang-orang yang kita cintai dan sayangi itu, ada baiknya kita baca baik-baik Surat Edaran Kepolisian tentang Tertib Lalu Lintas pada rangkaian Idul Fitri 1430H / tahun 2009 ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Patuhilah aturan berlalu lintas seperti yang tertulis di surat edaran itu, serta jangan lupa cek kendaraan dan perlengkapannya. Perlengkapan perjalanan untuk pengendara pun jangan terlupa yah?. Nah, selamat jalan, semoga selamat sampai tujuan.</p>
<p style="text-align:left;">Silahkan klik gambar-nya yah supaya kelihatan lebih jelas tulisannya?.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><a href="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/suratedaranpolisi_resize.jpg" target="_blank"><img class="size-medium wp-image-829 aligncenter" title="SuratEdaran_resize" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/suratedaranpolisi_resize.jpg?w=242&#038;h=341" alt="SuratEdaran_resize" width="242" height="341" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khoent.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khoent.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khoent.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khoent.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khoent.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khoent.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khoent.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khoent.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khoent.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khoent.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khoent.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khoent.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khoent.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khoent.wordpress.com/828/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=828&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khoent.wordpress.com/2009/09/07/tertib-lalu-lintas-idul-fitri-1430h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e4d7c1c8625d033cd96ef249f477a85?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khoent</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/suratedaranpolisi_resize.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">SuratEdaran_resize</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Rides of My Life : Neng Beatsy</title>
		<link>http://khoent.wordpress.com/2009/09/04/the-rides-of-my-life-neng-beatsy/</link>
		<comments>http://khoent.wordpress.com/2009/09/04/the-rides-of-my-life-neng-beatsy/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 04:36:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khoent</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Partners]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khoent.wordpress.com/?p=823</guid>
		<description><![CDATA[Pertama kali datang ke Medan di bulan Mei 2009 lalu, gw sempat bingung dengan sarana transportasi untuk kebutuhan gw menjelajah jalan-jalan di salah satu kota besar di Indonesia ini. Bingung karena gw tidak hafal jalan dan tidak hafal lokasi, serta perlu alat transportasi yang lincah dan gesit agar gw lebih cepat bisa mengenal jalan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=823&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pertama kali datang ke Medan di bulan Mei 2009 lalu, gw sempat bingung dengan sarana transportasi untuk kebutuhan gw menjelajah jalan-jalan di salah satu kota besar di Indonesia ini. Bingung karena gw tidak hafal jalan dan tidak hafal lokasi, serta perlu alat transportasi yang lincah dan gesit agar gw lebih cepat bisa mengenal jalan dan lokasi di kota ini. Di kota tempat tinggal gw sebelumnya pastinya tidak akan ada kesulitan untuk hal ini, karena di Jakarta sudah menunggu kedua sobat karib beroda dua gw, Blekok dan Panjul, yang selalu siap sedia menemani gw kemanapun gw mau. Nah di kota yang asing buat gw ini bagaimana?, kendaraan tak ada, bahkan saudara atau kerabat pun tiada, sorangan eui !! ..</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-824 aligncenter" title="Neng Beatsy" src="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/nengbeatsy.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Neng Beatsy" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-823"></span>Untungnya gw memiliki beberapa orang rekan yang sangat baik, salah satu dari mereka langsung mempersilahkan salah satu kamar di rumahnya untuk dijadikan tempat tinggal gw selagi menunggu alokasi rumah dinas buat gw sendiri, dan salah satu yang lain langsung meminjamkan kendaraan roda dua nya, Honda Beat langsiran bulan September 2008, yang sampai dengan saat ini gw jadikan kawan untuk keseharian gw membelah jalan di kota Medan. Mantab. Thanks all.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada awalnya gw hanya meminjam di saat gw ada keperluan untuk keluar dari komplek perumahan dan mengembalikannya jika gw pergi dinas. Namun lama kelamaan, sepertinya gw makin akrab dengan roda dua ini. Rasa akrab itu akhirnya gw sampaikan ke kawan gw, dan niatan gw terlaksana. Beberapa hari yang lalu akhirnya neng Beatsy resmi gw cicil untuk dijadikan kawan selama di Medan ini. perjanjiannya pun hanya seadanya, yaitu gw akan mencicil sampai dengan senilai yang telah gw dan kawan gw sepakati, serta gw hanya akan menyetor cicilan seusai perjalanan dinas. Gw berfikir, daripada gw harus mencicil ke pihak leasing dan pada akhirnya gw harus terlibat dalam proses birokrasi yang berkepanjangan serta bunga-bunga pinjaman yang tinggi, perjanjian antara gw dan kawan gw ini pun sepertinya cukup bagus untuk gw jalani.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang pernah gw tulis di <a title="Honda Beat Inceran pas Kunjungan ke AHM" href="http://khoent.wordpress.com/2009/02/18/get-insight-with-blogger-ahm-open-house-cikarang-14-februari-2009/" target="_blank">tulisan</a> sebelumnya, akhirnya terlaksana juga gw bisa menunggangi Honda Beat ini. Gw beri nama Honda Beat ini : Neng Beatsy, dan akan berulang tahun yang pertama pada tanggal 12 September 2009 nanti.</p>
<p style="text-align:justify;">Thanks to :</p>
<ul>
<li>Allah SWT yang telah memberikan rezeki dan pertemanan yang baik untuk hamba-Nya ini</li>
<li>Febri, kawan gw pemilik Honda Beat ini sampai gw melunasinya di kemudian hari</li>
<li>Arief, si bapak kost sampai menjelang akhir tahun 2009 ini, gw janji gw minggat deh gak ngerepotin loe lagi, hihi.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khoent.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khoent.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khoent.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khoent.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khoent.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khoent.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khoent.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khoent.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khoent.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khoent.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khoent.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khoent.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khoent.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khoent.wordpress.com/823/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khoent.wordpress.com&amp;blog=3255944&amp;post=823&amp;subd=khoent&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khoent.wordpress.com/2009/09/04/the-rides-of-my-life-neng-beatsy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e4d7c1c8625d033cd96ef249f477a85?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khoent</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khoent.files.wordpress.com/2009/09/nengbeatsy.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Neng Beatsy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
