Touring Milys, Guci – Tegal, 30 April – 4 Mei 2008

Selasa, 29 April 2008

Akhirnya surat cuti dan surat ijin jalan dari perusahaan sudah ditandatangani oleh oom boss dan sudah pindah tangan ke saku teraman di pakaian yang gw kenakan. Di dalam benak kepala ini, sudah terancang dengan rapi rencana-rencana yang akan gw lakukan sepulang dari kantor. Hal-hal yang akan gw siapkan berhubungan erat dengan rekan seperjalanan gw yang paling setia, Yamaha Scorpio keluaran tahun 2002 yang gw beri nama Blekok.

Sepulang kantor langsung gw kebut si Blekok ke arah Depok, menuju sebuah bengkel di pinggir jalan raya terbesar di depok, yaitu Paul’s Motor di jalan Margonda Raya. Tak lupa gw beli 3 liter oli Enduro Racing yang rencananya akan gw bekalkan ke dalam jeroan mesin si Blekok. Kebiasaan lama gw sebelum turing adalah ganti oli motor, dan sesudah kepulangan turing pun langsung ganti oli motor. Jadi pembelian 3 liter oli adalah jumlah yang lumrah yang harus gw siapkan buat kawan setia gw yang satu ini.

Sesampainya disana, check up kaki-kaki dilakukan. Sengaja tidak dilakukan check up mesin karena baru beberapa minggu lalu kawan setia gw ini di servis. Kaki-kaki si Blekok tidak ada masalah. Tapi rem belakang ternyata habis kampas rem cakramnya dan harus di ganti. Tak lupa si Blekok di cuci rapi setelahnya.

Ganteng nian kawan gw ini, dan dia keknya udah siap nemenin gw jalan-jalan jauh mulai besok malam. Sesampainya di atas kasur sederhana, gw langsung molor setelah mempersiapkan bekal pakaian dan peralatan untuk perjalanan besok, kali ini badan gw yang harus disiapkan.

Rabu, 30 April 2008

Seperti biasa, masuk kantor di pagi hari dan mulai bekerja sampai dengan sore hari. Menerima telepon yang silih berganti dari orang-orang yang membutuhkan jasa gw yang memang bertugas untuk memberikan support bagi pekerjaan mereka. Tapi bayang-bayang di kepala bahwa sore nanti gw akan keluar dari Jakarta yang selama ini bikin gw muak dengan kesemrawutan dan macetnya, membuat gw bersemangat meniti menit demi menit sampai dengan sore hari waktu kerja usai.

Sore pun tiba. Persiapan sudah lengkap. Ternyata, jadwal keberangkatan agak tertunda. Ada kawan yang ingin ikut bersama-sama menemani gw ke Bandung, kota pertama tujuan gw sore itu. Yah sudahlah, jam 18.30 WIB perjalanan pun di mulai. Lokasi pertama yang harus gw kunjungi adalah kost kawan gw di daerah Bekasi, yang ternyata tidak jauh dari Bantar Gebang. Macet?, pastinya. Tapi apa mau di kata. Inilah kondisi kota yang selama ini gw tinggali.

Sekitar pukul 20.30 WIB, sampailah gw di kost teman gw itu. Dia mempersiapkan dirinya untuk perjalanan malam itu. Tak lama kami sudah mulai menyantap nasi goreng tak jauh dari lokasi kost-nya. Gw usahakan untuk gak terlalu kenyang, karena perut kenyang akan bikin ngantuk di perjalanan nanti.

Sekitar pukul 21.30 WIB, perjalanan di mulai kembali. Sesuai rencana, kami mengambil jalur lewat Jonggol – Cariu – Ciranjang – Padalarang – Cimahi – Bandung.

Kondisi jalan di daerah Jonggol – Cariu – Ciranjang cukup parah, kami temui beberapa titik jalan yang longsor, jalan amblas, dan jalan berlumpur pekat.

Sempat bertemu pula dengan beberapa kendaraan berat semisal truk dan bus yang harus mengantrikan diri melewati jalan yang tidak senyaman beberapa bulan lalu gw terakhir lewat situ dengan kota tujuan yang sama. Diluar dari wilayah dengan kondisi jalan yang cukup parah itu, kami tidak menemui kesulitan yang berarti.

Kamis, 1 Mei 2008

Alhamdulillah, sekitar pukul 01.00 WIB sampailah gw di kota Bandung yang saat itu sudah sangat sepi. Gw telepon oom Mada, yang ternyata sedang bersama oom Joe menunggu kedatangan gw. Thanks Guys. Dan kami pun bertemu, sempat kami menuju suatu lokasi yang gw lupa nama lokasinya, tempat jualan penganan kecil untuk bekal di jalan nanti. Sekitar pukul 02.30 WIB, kami pun beranjak meninggalkan Bandung menuju Cirebon, kota yang akan kami jadikan sebagai meeting point dengan rekan-rekan Milys dari Jakarta. Jalur yang kami lewati malam itu hingga menjelang pagi adalah Bandung – Sumedang – Kadipaten – Cirebon. Tidak ada kesulitan dalam perjalanan kami ke Cirebon. Bahkan kami sempat mengunjungi salah satu kios yang berjualan Tahu ala Sumedang yang terkenal itu dengan ditemani segelas kopi panas, nikmat sekali di sela kepenatan gw setelah menyusuri beberapa ratus kilometer dari Jakarta.

Sekitar pukul 05.30 WIB sampailah kami di Hotel Patra Jasa Cirebon, meeting point kami dengan rekan-rekan Milys Jakarta. Kami beristirahat sejenak disana sambil menunggu. Ditemani oleh dua orang rekan Milys yang telah menetap di Cirebon, yaitu oom Endro dan oom Edvin.

Sekitar pukul 07.15 WIB, rekan-rekan Milys dari Jakarta pun datang. Dan sekitar pukul 08.00 WIB kami pun mulai bersiap dan bergerak menuju kota Tegal yang menurut perkiraan kami akan di tempuh dalam waktu 2 jam.

Sekitar pukul 10.00 WIB kami pun tiba di kota Tegal, salah satu rekan mengalami kendala ban pecah namun petugas turing dengan sigap membantu anggota yang sedang kesulitan dan akhirnya permasalahan pun terpecahkan. Kami berteduh di sebuah warung sambil mengisi perut kami yang kosong karena belum sarapan. Asik sekali makan pagi menjelang siang saat itu, kami bersantap sambil bercanda tawa bersama.

Sekitar pukul 10.15 WIB rekan-rekan dari YSC Semarang pun tiba, makin ramai warung tempat kami makan tersebut dan sempat menjadi tontonan orang-orang yang berlalu lalang melewatinya. Betapa tidak, keramaian yang kami timbulkan dan jumlah tunggangan kami tentunya menarik minat mereka untuk sekedar menolehkan kepala dan tersenyum.

Sekitar pukul 10.30 WIB kami dengungkan kembali suara motor kesayangan kami dan bersama-sama berangkat menuju Guci, tak lupa sebelumnya kami mengisi perbekalan bensin terlebih dahulu. Perjalanan sampai Guci di tempuh dalam waktu 2 jam karena sempat agak tersasar sedikit dan rombongan sedikit berpencar menjadi 2 kelompok.

Sekitar Pukul 12.30 WIB kami pun tiba di villa tempat kami akan menginap selama di Guci. Gw langsung beres-beres perbekalan, bersih-bersih badan, dan tertidur kelelahan karena semenjak pagi hari sebelumnya belum merasakan istirahat yang cukup dan telah menempuh perjalanan selama sekitar 18 jam di atas tunggangan kesayangan.

Sekitar pukul 17.00 WIB, rekan-rekan YSC Semarang pamit untuk kembali ke Semarang, tempat mereka tinggal, demikian juga dengan oom Edvin yang ikut menemani kami dari kota Cirebon tadi pagi.

Pemandangan di Guci sungguh indah, sampai menjelang maghrib gw sibuk menikmati pemandangan bukit nan hijau dari pekarangan belakang Villa. Terdengar pula suara-suara tawa dan canda ria yang asalnya tak jauh dari tempat gw duduk-duduk santai. Beberapa rekan lain tengah bercanda tawa di ruang tengah villa, sedangkan beberapa yang lain sedang membereskan perbekalan mereka atau memeriksa kendaraan masing-masing seusai perjalanan jauh dari Jakarta.

Sekitar pukul 19.30 makan malam pun datang. Menu pertama yang disuguhkan pada kami di Guci adalah nasi putih dan sate ayam. Nikmat sekali makan sambil bersenda gurau antar sesama pengelana seperti saat itu, hal yang jarang gw alami karena untuk beberapa lama gw lebih senang berjalan jauh sendirian.

Sekitar pukul 10.30 WIB, beberapa rekan telah tertidur dengan sukses karena kelelahan, sedangkan gw yang sudah lumayan cukup beristirahat tadi siang akhirnya berjalan-jalan keluar dengan beberapa rekan melihat kondisi di luar sana yang masih cukup hiruk pikuk dan ramai.

Gw cari informasi, ternyata malam kedatangan kami ini bertepatan dengan malam Jumat Kliwon, malam yang dipercaya oleh penduduk sekitar dan orang-orang dari berbagai belahan kota di sekitar situ menjadi malam yang sakral dan memberikan berkah jika mereka bisa mandi di pancuran Tiga Belas yang menyemburkan air panas alami tanpa bau belerang di dekat lokasi kami menginap di Guci.

Mulai dari wanita, pria, setengah pria dan wanita (kalo menurut kang Mada namanya Awewe Rock ‘n Roll, hihi), baik anak-anak maupun dewasa, tumplek blek menjadi satu di keramaian. Ada yang langsung berganti pakaian dan menceburkan diri ke kolam pancuran, ada yang sekedar menonton, ada yang hanya jajan sambil ngobrol memperhatikan keadaan sekitar, dan para pedagang asesoris maupun gorengan, bercampur baur menjadi satu. Ramai sekali malam itu. Bahkan pada saat pukul 12.00 WIB saat kami memutuskan untuk kembali ke Villa, keramaian belum ada tanda-tanda surut. Sayang sekali momen di malam itu gw terpaksa lewatkan, karena gw sendiri juga butuh istirahat tambahan.

Jumat, 2 Mei 2008

Bangun di pagi hari dan di sambut oleh udara segar dan suara burung di pagi hari, hmmmmmm … suasana yang tidak pernah gw dapatkan pada saat gw bangun pagi di Jakarta. Nikmat yang kuasa ini gw resapi baik-baik, karena ada kemungkinan tidak dalam waktu dekat gw bisa mendapatkan momen seperti ini lagi.

Tapi suasana pagi itu dikacaukan dengan derungan sebuah motor dari pekarangan, gw tengok keluar, ternyata aki Benny Siamto van Karawang sedang memanaskan mesin motornya sambil berusaha membangunkan rekan-rekan yang masih tertidur pulas di balik selimut hangat mereka. Dasar aki-aki, pikir gw. Yah sudahlah, toh tujuannya baik.

Sekitar pukul 09.00 WIB, setelah sarapan pagi, beberapa motor telah keluar dari pekarangan, entah pergi kemana. Gw sendiri langsung melenggang kangkung menuju ke lokasi para pedagang bersama beberapa rekan mencari sarapan dan kopi panas. Akhirnya kami temukan sebuah warung yang lokasinya tak jauh dari lokasi Pancuran Tiga Belas. Kami isi kegiatan pagi itu dengan bersantai di warung sambil menyeruput kopi panas dan sarapan gorengan.

Pukul 10.00 WIB kami memutuskan untuk berendam di kolam renang air panas di Guci. Santai sejenak sambil menikmati panasnya air kolam yang jernih.

Pukul 12.00 WIB, makan siang pun datang. Kali ini menu nya adalah Ayam dan Tempe Goreng, Nasi, Sayur Asem, dan musuh besar kami, Sambel. Kami pun makan dengan lahap.

Pukul 15.30 WIB, kami derungkan mesin motor Yamaha Scorpio kami menuju sebuah lapangan parkir yang letaknya sekitar beberapa kilometer dari lokasi kami menginap. Kami berencana untuk mengadakan lomba di sana. Akhirnya lomba pun diselenggarakan, yaitu lomba Slow Race. Seluruh peserta saling mengeluarkan seluruh kemampuan masing-masing untuk mengendalikan motornya selambat mungkin di banding peserta yang lain tanpa menjejakkan kaki ke tanah. Dan pemenang yang tidak terduga adalah satu-satunya peserta yang tidak menggunakan Yamaha Scorpio sebagai tunggangannya, yaitu Kawasaki Ninja RR. Bukti bahwa Milys menerima anggota meskipun dia tidak menggunakan Yamaha Scorpio, yang penting individu tadi menyukai Yamaha Scorpio dan mampu menerima perbedaan kami ini.

Para juara lomba slow race :

  1. kang Iwan van Milys Bekasi (atau karawang, tauk dah, hihi, maap boss ..), Kawasaki Ninja RR
  2. kang Husni van Milys Jakarta, Yamaha Scorpio
  3. kang Mada van Milys Bandung, Yamaha Scorpio

Pukul 17.00 WIB kami kembali ke villa dengan perasaan senang, gw sendiri senang meskipun kalah di babak pertama oleh Kang Mada yang saat itu menjadi pemenang di sesi yang gw ikuti. Beberapa rekan langsung hiking ke atas bukit di belakang villa, melebarkan bendera berlogo Milys lebar-lebar di atas sana. Sayang sekali kamera saku yang gw punya tidak mampu menangkap momen tersebut dengan baik.

Pukul 18.30 WIB, makan malam datang. Kali ini menunya Ayam dan Tahu Goreng, Sayur Sop, dan Sambel.

Sekitar pukul 20.30 WIB, setelah makan malam, beberapa dari kami berjalan-jalan kembali ke lokasi wisata Pancuran Tiga Belas, namun suasana kali ini sangat kontras sekali dengan malam sebelumnya yang sangat ramai. Kali ini lokasi wisata sangat sepi sekali. Hanya beberapa warung yang buka. Kami pun mampir ke sebuah warung di situ dan memesan kopi panas, cocok dengan suasana dingin yang kami rasakan saat itu. Kami berada di sana sampai dengan sekitar pukul 21.30 WIB.

Sesudah kami berada di villa kembali, kami akhirnya berkumpul di ruangan tengah, kami berkumpul di sana dengan maksud untuk berdiskusi dan review tentang perjalanan kami mulai lusa malam lalu. Satu persatu dari kami mengeluarkan pendapat, saran, keluhan, dan banyak hal lain untuk saling berbagi satu sama lain sebagai informasi bersama. Di malam itu juga kami berdiskusi untuk menentukan jalur terbaik untuk kembali ke Jakarta, dan sebelumnya kami berencana untuk menuju kota Bandung untuk menghadiri perayaan ulang tahun rekan-rekan kami yang lain yang tergabung dalam SOC (Scorpio Owners Community)

Malam pun tiba, kami beristirahat kembali sampai pagi. Beberapa dari kami yang sulit tidur tampat bermain kartu dan bermain play station.

Sabtu, 3 Mei 2008

Pagi hari kembali gw bangun tidur di sambut oleh udara dingin pegunungan. Badan penat yang masih terasa sampai dengan malam tadi hilang sudah. Sarapan Lontong Sayur pun sudah tersedia di meja dan langsung di santap.

Persiapan berangkat pulang dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB.

Sekitar pukul 09.30 WIB kami berkumpul di pekarangan depan untuk saling berdoa demi keselamatan kami sampai tujuan dan briefing sebelum keberangkatan.

Sekitar pukul 10.00 WIB kami pun telah bersiap di motor masing-masing. Sepeninggalnya kami dari villa, kami sempatkan untuk mengambil beberapa photo bersama dengan latar belakang bukit hijau dengan tulisan besar “Taman Wisata Air Panas Guci”.

Akhirnya perjalanan panjang kami untuk pulang pun di mulai.

Rencana perjalanan pulang kami telah ditentukan, kami akan melewati rute membelah tengah Jalur Selatan dan Jalur Utara Pulau Jawa. Kota-kota kecil yang rencananya akan kami lewati adalah : Guci, Bumijawa, Bumiayu, menyusuri pinggiran gn. Kumbang, Cibingbin, Cidahu, Lebakwangi, Kuningan, Cikijing, Kawali, Panjalu, Malangbong, Nagrek, Cicalengka, dan Bandung dengan jarak tempuh diperkirakan sekitar 213km.

Jalur sepanjang Guci – Bumijawa cukup parah, jalan kecil pedesaan dengan banyak kelokan dan kondisi jalan yang tidak ramah menyambut kami. Tapi kami lewati dengan baik dan tanpa kendala. Jalur Bumijawa – Bumiayu kami mulai menemui kondisi jalan yang lebih ramah. Sempat kami mengisi bensin terlebih dahulu untuk bekal kami sampai Bandung nanti.

Jalur Bumiayu – Cibingbin kami menemui tantangan yang cukup berat. Jalur sempit jalan pegunungan, tanjakan dan turunan curam dengan juram yang dalam ada di samping kanan kami sepanjang perjalanan menyusuri pinggiran gn. Kumbang. Disinilah salah satu rekan kami, oom Rian Sepatu menemui kecelakaan, footstep motor patah. Lalu 2 orang rekan kami yang lain menemui kendala hilangnya fungsi pada rem nya karena panas. Alhamdulillah hal ini bisa kami lewati dengan baik pula. Kami beristirahat di kota Cibingbin sekitar pukul 14.00 WIB sekaligus makan siang. Oom Rian dan beberapa rekan yang menemani beliau langsung menuju ke tukang las untuk memperbaiki footstep yang patah.

Indahnya kebersamaan di Touring Milys, pada saat ada kendala di salah satu rekan, kami semua ikut menemani rekan yang kesulitan dengan tetap bergembira mengisi waktu hingga selesainya perbaikan.

Sekitar pukul 16.00 WIB, akhirnya selesailah perbaikan footstep yang patah. Kami pun melanjutkan perjalanan kembali. Kami terus melajukan motor kami sampai masuk sekitar 16km sebelum kota Kuningan. Disinilah cerita antara gw dan rekan Touring Milys yang lain terpisah. Gw berencana mengambil jalur Cirebon, karena ingin mengulangi kembali jalur keberangkatan lusa lalu melewati Cadas Pangeran.

Sekitar pukul 18.00 gw masuk kembali ke kota Cirebon, rehat sebentar sampai sekitar pukul 19.00 WIB, dan kembali melajukan si Blekok yang setia ke arah Bandung. Melewati wilayah Kadipaten, Tomo (disini ada pertigaan menuju Subang), Sumedang, Cadas Pangeran (sendirian di tengah hutan di malam hari tanpa teman, alhamdulillah dilindungi Allah SWT sehingga gw bisa selamat melewatinya, dan melihat ada kecelakaan cukup parah antara truk dan mobil jeep kecil, semoga seluruh penumpangnya selamat …), Tanjung Sari (melewati kampus STPDN dan UNPAD Jatinangor), Cileunyi, dan berbelok ke kiri masuk ke kota Bandung. Berhenti di sebuah SPBU besar di jalan Soekarno-Hatta dan mengkontak kang Mada untuk mengetahui keberadaan rekan touring yang lain. Ternyata, mereka masih ada di daerah Sumedang. Gw ama kang Mada memutuskan SPBU yang gw singgahi sekarang sebagai Meeting Point.

Akhirnya gw memutuskan untuk mengisi bensin di SPBU itu dan rehat di sebuah warung di sampingnya. Ternyata di warung itu ada jasa cuci motor dan mobil. Gw putuskan untuk memandikan si Blekok yang super buluk saat itu disana. Lumayan masih ada waktu sampai rekan yang lain datang.

Selesai prosesi mandi si Blekok, dan seperti biasa yang kerap terjadi akhir-akhir ini, hujan deras pun tiba-tiba terjadi. Kutukan bahwa setelah si Blekok mandi dan langsung hujan ternyata terjadi juga di Bandung. Maafkan si Blekok yah teman-teman, hehe.

Tak lama gw menunggu di parkiran SPBU, akhirnya satu persatu rekan Touring Milys pun datang. Alhamdulillah tidak ada kendala dalam perjalanan mereka selama kami berpisah rombongan.

Di SPBU itu kami berdiskusi dan memutuskan untuk memecah rombongan menjadi 2 lagi. Satu rombongan menghadiri acara ulang tahun SOC, dan satu rombongan lagi menunggu hujan reda dan langsung mengarah ke Cimahi jika cuaca telah membaik.

Gw sendiri ikut rombongan yang berangkat ke acara ulang tahun SOC. Kami langsung melajukan tunggangan kami menuju ke wilayah Gn. Puncang, lokasinya sendiri berada sekitar 28km dari pusat kota Bandung. Cuaca yang dingin tidak menyurutkan kami untuk menghadiri undangan tersebut.

Sesampainya di lokasi, kami langsung di sambut oleh anggota-anggota SOC yang sudah terlihat akrab dengan beberapa teman Milys. Kami berbincang-bincang sambil melahap makan malam yang disediakan oleh panitia acara. Dilanjutkan dengan minum kopi panas. Nikmat sekali. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari.

Minggu, 4 Mei 2008

Sekitar pukul 01.00 WIB, kami akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan rekan-rekan yang telah menunggu di Cimahi, di sebuah warung di bawah fly over jalan tol Padaleunyi. Kami persiapkan diri kami untuk perjalanan kembali dan melajukan kendaraan kami menuju rombongan lain yang telah menunggu cukup lama.

Sesampainya di lokasi rombongan menunggu, gw langsung aja membaringkan diri di depan sebuah warung dan beristirahat. Lumayan, bisa tidur untuk beberapa saat.

Akhirnya waktu kembali ke Jakarta pun tiba. Sekitar pukul 02.30 WIB kami pun berangkat kembali menuju ke Jakarta. Perjalanan gw sendiri cukup lancar sampai di tujuan. Terakhir gw melihat rekan rombongan adalah di daerah Cibinong, Jalan Raya Bogor. Setelah itu gw gak melihat lagi satu pun lagi anggota rombongan.

Gw tiba di rumah orang tua gw di Depok sekitar pukul 05.30 WIB. Badan lelah tapi perjalanan yang menyenangkan cukup bisa mengobati semuanya.

Illustrasi Route Perjalanan gw adalah sebagai berikut :

  • Jalur hitam adalah jalur keberangkatan
  • Jalur coklat adalah jalur pulang
  • Di beberapa titik jalur gw berpisah / tidak tergabung dalam rombongan, jadi jalur yang gw ambil di beberapa titik tidak lah bersama dengan jalur rombongan Touring Milys, ini karena pilihan gw sendiri

Trims to :

  • Allah SWT atas perlindungannya kepada seluruh anggota rombongan Turing Milys ke Guci, Tegal.
  • Si Blekok, Yamaha Scorpio 2002 sahabat gw.
  • Panitia Turing Milys ke Guci, Tegal.
  • Bengkel Paul’s Motor (Depok) dan Bengkel Corner (Pamor) yang sudah menyiapkan si Blekok sehingga bisa dalam kondisi terbaik dalam seluruh perjalanan gw.
  • Rekan-rekan peserta Turing Milys ke Guci, Tegal.
  • Rekan-rekan YSC Semarang.
  • Rekan-rekan SOC Bandung.
  • Oom Mada dan oom Joe yang mengajak gw untuk pertama kali nya melewati jalur Cadas Pangeran yang cukup bikin gw pusing ama kesulitan jalurnya.
  • Oom Endro dan oom Edvin di Cirebon.
  • Hotel Patra Jasa Cirebon buat kesediaannya mengizinkan kami menempati lokasi parkir sebagai meeting point dan mushola sebagai lokasi kami rehat selama di Cirebon.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: