Solo Touring – Kamojang, Garut : 20-24 Mei 2008

Belum juga selewat 2 minggu setelah perjalanan touring terakhir keluar dari Jakarta yang makin jenuh dan bising, tiba-tiba atasan gw di kantor memberikan penugasan kepada gw untuk pergi ke sebuah daerah dataran tinggi di tanah Jawa Barat, dimana disana berdiri beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi milik perusahaan dimana gw bekerja.

Pembangkit listrik tenaga panas bumi itu berada terletak di sebuah daerah berdataran tinggi, sekitar 1500m di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata selama gw berada di sana adalah sekitar 20 – 25 derajat celcius di siang hari sehingga hawa di daerah tersebut sangat lah sejuk cenderung dingin, sehingga bahkan di ruangan kantor pun tidak dilengkapi dengan alat pengatur suhu ruangan atau Air Conditioner, cukup ruangan tersebut diberikan beberapa jendela dan pintu terbuka maka udara luar sangat cukup mampu menyejukkan suhu dalam ruangan. Daerah yang gw maksud adalah Kamojang, jaraknya adalah sekitar 25km dari kota Garut ke arah Barat, atau sekitar 70km dari kota Bandung ke arah Selatan, atau sekitar 250km dari kota Jakarta tempat gw tinggal sekarang.

Sebenarnya, gw berangkat ke Kamojang bertemankan 2 orang rekan kerja yang lain, namun karena kedua orang rekan gw tersebut beda minat dan bakat maka gw memutuskan untuk solo touring saja dengan si Blekok menuju lokasi kerja.

20 Mei 2008

Pagi menjelang siang gw bangun dari tidur, persiapan yang gw lakukan kemarin pada si Blekok setelah beberapa saat yang lalu telah melakukan perjalanan jauh sudah gw kerjakan. Blekok sudah rapi dan siap menemani perjalanan gw kali ini. Bekal pakaian dan beberapa peralatan kerja serta peralatan untuk keperluan gw selama di perjalanan nanti pun sudah gw siapkan sejak kemarin malam.

Gw membersihkan diri dulu sebentar, berganti pakaian seadanya, dan tak lupa gw berwudhu dan langsung menunaikan shalat dua raka’at untuk memohon kepada Sang Pencipta agar melindungi gw selama perjalanan nanti.

Sekitar pukul 10.00 WIB gw pun mulai bertolak menuju daerah Cibubur, gw berencana mengisi bensin untuk si Blekok disana. Setelah tujuan pengisian bahan bakar terlaksana, gw lajukan rekan seperjalanan gw ini menuju ke Cileungsi, gw berencana mengunjungi kakak di daerah Kampung Gandoang yang letaknya beberapa km dari Taman Buah Mekarsari. Tak lupa gw berenti dulu di sebuah toko swalayan dan membeli beberapa buah penganan kecil dan es krim buat keponakan-keponakan gw nanti. Tak lama gw pun sudah berada di rumah kakak di sana, berbincang-bincang dan bermain dengan keponakan hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul satu siang.

Blekok di depan rumah kakak di Cileungsi

Gw pun kembali bersiap, dan sekitar pukul 02.00 WIB kembali gw lajukan si Blekok menuju kota Bandung via Jonggol – Cariu – Ciranjang – Padalarang – Cimahi – Bandung. Kondisi jalan di Jonggol tak jauh berbeda dengan beberapa minggu lalu pada saat gw melewati jalur yang sama dengan kota tujuan yang sama pula. Bedanya, kali ini jalanan dalam kondisi kering, sehingga berbeda dengan beberapa waktu lalu jalanan bertaburan genangan lumpur maka kali ini jalanan berhiaskan udara dengan debu yang mengepul. Untungnya gw siap untuk kondisi ini, pelindung alat pernafasan gw selalu dikenakan selama perjalanan melewati jalur ini.

Alhamdulillah, tak ada kendala selama perjalanan gw menuju Bandung, dan sekitar pukul 16.30 WIB gw sudah berada di pusat kota Bandung, tepatnya di jalan Ir. H. Juanda, tak jauh dari seberang hotel Holiday Inn.

si Blekok di Bandung

Gw kontak salah satu rekan Milys di Bandung yaitu oom Mada dan kebetulan beliau ada di rumah. Gw pun akhirnya memutuskan untuk bertandang dulu sebentar ke rumah beliau. Sesampainya disana, kami pun berbincang-bincang sejenak sekaligus gw melepaskan penat selama perjalanan beberapa jam barusan.

Sekitar pukul 17.30 WIB gw memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Cipanas, yaitu suatu daerah yang terletak sekitar 7km dari kota Garut ke arah Barat, yang terkenal dengan wisata air panas alami nya, yang mana di kota kecil ini lah lokasi gw berencana menginap untuk beberapa malam selama gw berdinas di Kamojang.

Akhirnya setelah melewati beberapa daerah pinggiran kota Bandung, yang di antaranya Cileunyi – Cibiru – Cicalengka – Nagrek dan berakhirlah perjalanan gw hari itu di kota kecil tujuan gw, Cipanas. Gw langsung menuju hotel tempat gw menginap yang ternyata sebuah cottage unik karena penginapannya adalah berupa rumah yang berada atas sebuah danau buatan yang sangat indah. Nama hotel itu adalah Hotel Sabda Alam.

Hotel Sabda Alam Cipanas

Setelah kamar tempat gw menginap ditentukan, gw menuju ke sana, lebih takjub lagi gw dengan kondisi kamarnya. Di kamar itu tidak ada alat serupa Air Conditioner sama sekali, namun suhu dalam kamar sangat sejuk bahkan cenderung dingin. Gw agak menggigil saat melepaskan jaket dan celana jas hujan yang gw kenakan, namun tak lama gw pun sudah mulai terbiasa dengan suhu ruangan. Dan kembali gw terperangah dengan fasilitas kamar mandinya, wow, di kamar yang gw tempati itu ada kolam dengan pancuran mungil yang mengalir air hangat alami di dalamnya. Yah pantas lah dengan harga sewa menginapnya yang andaikan gw harus pakai dana pribadi mungkin gw akan berfikir beberapa puluh kali untuk sampai memutuskan menginap di sana.

Hotel Sabda Alam Cipanas

Hotel Sabda Alam Cipanas

Hotel Sabda Alam Cipanas

Akhirnya, gw bisa beristirahat dengan enak setelah perjalanan beberapa ratus kilometer dari Jakarta. Tidur.

21 – 23 Mei 2008

Hari-hari gw selama tanggal 21 sampai dengan 23 Mei hanya di isi dengan pertemuan, saling berdiskusi, dan bekerja sesuai dengan tugas yang dibebankan ke gw. Tapi pemandangan indah di sekitar pembangkit listrik membuat gw tidak bosan untuk selalu mengintip dari balik jendela ruang kerja gw di sana. Indah sekali Kamojang ini. Dan selama gw bekerja, gw selalu di jemput dengan kendaraan perusahaan, jadi si Blekok bisa rehat sejenak.

Tapi, malam terakhir sebelum gw direncanakan selesai masa kerja di Kamojang, oom Mada datang menyusul ke hotel tempat gw menginap, kebetulan sekali, sebab malam itu rencananya ada acara makan-makan bersama beberapa petinggi di tempat gw bekerja beberapa hari ini, dan gw gak terlalu suka dengan acara seperti ini. Yah sudah, gw langsung kabur ama oom Mada mengunjungi oom Dian yang membuka usaha warnet dan toko selular di kota Garut. Oom Dian adalah salah satu rekan YSC (Yamaha Scorpio Club) Garut, dan sudah cukup gw kenal dengan baik. Kami pun berbincang-bincang bahkan oom Dian meminta gw untuk langsung meng-approve keanggotaannya di forum website Milys yang kebetulan gw kelola.

Tak lama gw dan oom Mada memutuskan untuk berpindah lokasi pemandangan, kami memutuskan untuk mengarah kembali ke Cipanas, tapi tidak ke penginapan, kami menuju ke ujung jalan Cipanas yang berakhir di sebuah komplek kolam pemandian air panas. Kami menuju ke sebuah warung kecil di dekat situ dan kembali berbincang-bincang mengenai rencana yang ingin dilakukan oom Mada di Bandung.

Sekitar jam 22.30 WIB, gw memutuskan untuk kembali ke penginapan dan oom Mada kembali ke Bandung.

24 Mei 2008

Hari terakhir gw bekerja di Kamojang, dan ini artinya gw harus check out dari hotel tempat gw menginap. Gw persiapkan si Blekok serta seluruh perbekalan yang dibawanya. Setelah siap, sekitar pukul 10.00 WIB gw lajukan si Blekok menuju lokasi gw kerja di Kamojang.

Gw melewati beberapa kota kecil, bahkan penginapan yang terkenal dengan nama Kampung Sampireun pun gw lewati karena kebetulan penginapan ini berada pada jalur gw menuju Kamojang. Gw juga melewati beberapa perkebunan sawi dan akar wangi, melewati hutan milik cagar alam Jawa Barat, dan berakhir di kantor, Kamojang.

Rutinitas bekerja seperti biasa gw lakukan, dan sore pun datang. Sekitar pukul 16.00 WIB, setelah mendapatkan informasi suatu jalur terdekat menuju kota bandung dari tempat gw bekerja dengan jarak tempuh lebih pendek, akhirnya si Blekok gw lajukan ke arah sana. Tujuan gw malam ini adalah kembali bertandang ke rumah oom Mada di kota Bandung.

si Blekok parkir di PLTP Kamojang

si Blekok di depan PLTP Kamojang

Jalur yang gw lewati sangat lah mantab, jalur berliku dengan jalanan menurun lebih dari 45 derajat saling bersambung satu sama lain, dengan kondisi jalan yang beraspal kurang bagus, membuat gw agak kewalahan, bahkan rem belakang sempat tidak bisa bekerja dengan baik dan kehilangan fungsinya karena kepanasan atau over heat. Tapi ini tidak mengendurkan semangat gw, gw terus melajukan rekan seperjuangan gw ini terus melewati jalur yang menantang tersebut. Tak lama, sampai lah gw di sebuah kota kecil dengan nama Majalaya, di sini gw berbelok ke kiri ke arah Ciparay, terus melaju sampai agak masuk ke dalam kota kecil ini. Di Ciparay, gw ambil jalur ke arah kanan menuju Dayeuh. Kemacetan di pasar membuat gw menjadi agak hilang semangat, tapi alat bantu yang gw gunakan, yaitu GPS yang terpasang rapi di setang motor gw gak membuat gw kehilangan akal. Gw cari beberapa jalur jalan kecil di layar GPS yang akan gw jadikan jalan pintas melewati kemacetan di pasar itu, dan gw ikuti. Gak lama, gw berhasil melewati pasar dengan tanpa kesulitan dan kembali melajukan tunggangan kesayangan gw ini ke arah pusat kota Bandung.

Gak lama gw masuk ke jalan Terusan Buah Batu, dan kembali gw manfaatkan alat bantu penunjuk jalan yang gw miliki. Gw perhatikan ada jalur track log yang sebelumnya gw rekam beberapa hari yang lalu saat gw berangkat ke Garut, gw ikuti dengan arah kebalikannya. Dan gak lama, rumah rekan Milys yang kebetulan berdomisili di Bandung pun bisa gw temukan dengan mudah.

Malam itu gw memutuskan untuk istirahat di rumah Oom Mada. Setengah di paksa sih, sebenernya gw pengen langsung ke Jakarta tengah malam nanti, di saat kondisi jalan sangat lenggang dan gw gak akan terlalu banyak tenaga dan waktu untuk bisa mencapai Jakarta. Tapi, yah sudahlah, rehat aja dulu. Oh iya, oom Joe, Begundal Milys, sempat datang bertamu ke rumah oom Mada untuk menemui gw dan bertukar hasil hunting photo.

25 Mei 2008

Pukul 04.00 WIB dinihari, gw dibangunkan oleh dering alarm dari ponsel, dan juga oom Mada yang sudah siap melemparkan ban bekas ke arah gw supaya gw bisa bangun, hehe, bercanda ding. Pagi itu gw sarapan telur goreng dan kopi made in Oom Mada, bersiap-siap untuk perjalanan, dan akhirnya sekitar pukul 05.30 WIB gw pun sudah berada di perjalanan kembali menuju Jakarta.

Gw ambil jalur tengah kota, melintasi jalan ir. H. Juanda, naik ke atas fly over dan menuju ke Pasteur. Setelah Pasteur, gw melalui jalan pintas menuju Cimahi. Di Cimahi, karena pagi sudah datang dan di daerah tersebut kebetulan melewati pasar, yah terpaksa gw meniti kemacetan yang ada di sana.

Perlahan tapi pasti, gw lewati Cimahi menuju Padalarang dan terus ke arah Ciranjang. Di Ciranjang, pikiran gw mendua, gw bingung mau lewat Jonggol atau lewat Cianjur. Tapi menilik kondisi si Blekok yang menurut gw kurang agak sehat mesinnya dan gw merasakan ada yang abnormal di bagian bearing roda depan, akhirnya gw memutuskan untuk lewat Cianjur saja, dengan alasan keamanan gw n si Blekok di jalan.

Cianjur sudah cukup ramai pagi itu, namun si Blekok terus saja melaju hingga melewati kota Cipanas dan terus ke arah Puncak. Di suatu daerah di Puncak, gw memutuskan untuk mampir sejenak ke sebuah warung kecil di pinggir jalan dan memesan kopi susu hangat. Si Blekok pun gw biarkan sejenak untuk mendinginkan mesin.

si Blekok di Puncak

Gak lama, gw kembali menyalakan mesin tunggangan gw dan kembali melajukan kendaraan ke arah Bogor. Bogor gw lintasi dengan tanpa kendala dan masuk ke jalur alternatif ke arah Depok melewati beberapa kampung kecil di daerah Cibinong, Cikaret, dan Perumahan Depok Town Center. Akhirnya tiba lah gw di Depok.

Ugh, capek, tapi asik banget solo touring gw kali ini. Waktu menunjukkan sekitar pukul 10.00 WIB siang itu. Rehat dulu ahhh …

Illustrasi Route Perjalanan gw adalah sebagai berikut :

Rute Solo Touring Kamojang

  • Jalur hitam adalah jalur keberangkatan
  • Jalur coklat adalah jalur pulang

Trims to :

  • Allah SWT yang telah memberikan perlindungan kepada gw dan rekan gw selama perjalanan.
  • Boss gw di kantor yang sudah memberikan gw tugas ke kota Kamojang sehingga gw bisa ngajak si Blekok buat nemenin gw dinas
  • Bengkel Corner yang sudah membantu gw mempersiapkan si Blekok untuk perjalanan kali ini
  • Oom Mada dan oom Joe van Bandung, thanks banget buat keramahan kalian selama gw bertamu di Bandung
  • Oom Dian van Garut, yang sudah dengan ramah mau menerima gw di tempat usahanya, Bandung Cellular, dan menyuguhkan gw segelas kopi panas
  • Hotel Sabda Alam, Cipanas, yang sudah mau menerima gw menginap di sana selama gw dinas
  • Rekan sekerja gw yang ikut berdinas
  • Driver Kendaraan Dinas dan petugas Security dari PLTP Kamojang yang telah memberikan informasi jalur Kamojang – Bandung via Majalaya
  • Rekan-rekan Milys dimanapun berada yang mau membaca tulisan jelek dari orang jelek ini, hehe.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: