Kenduri IMSI, GOR Padjadjaran, Bogor : 2 – 3 Agustus 2008

Malam itu, Jum’at, 1 Agustus 2008, gw di Pamor dengan sengaja karena mendapatkan pesan singkat dari rekan Milys di Bandung bahwa pengadaan Jaket Milys yang menjadi tanggung jawabnya sedang dipersiapkan untuk segera di bawa ke lokasi starting point keberangkatan Milys untuk keesokan harinya. Rencananya, rekan-rekan Milys akan diberangkatkan pukul 07.00 WIB di sabtu pagi.

Namun, ternyata setelah gw menunggu hingga kira-kira pukul 02.30 WIB sabtu dinihari, rekan Milys dari Bandung tersebut tidak kunjung datang juga. Info selanjutnya, ternyata rekan Milys tersebut tertahan di tempat pemroduksian Jaket Milys tersebut dan baru bisa berangkat sekitar pukul 02.00 WIB dari Bandung.

Sabtu, 2 Agustus 2008

Akhirnya, setelah lelah menunggu tanpa kabar dari rekan Milys di Bandung tersebut, gw dan beberapa rekan yang ikut menunggu memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Sampai di kamar, gw mencoba untuk tidak tidur, karena jika gw tertidur, pastilah janji untuk menunggu rekan-rekan dari Pamor di lokasi pertemuan sekunder di gapura Pemda Cibinong pukul 08.00 WIB bisa tidak terlaksana dengan baik. Namun apa daya, mata gw gak bisa di ajak kompromi lagi, gw terlelap sekitar pukul 04.00 WIB dan baru terbangun sekitar pukul 07.45 WIB karena salah satu rekan di Depok menelepon gw, thanks boss.

Dengan terburu-buru gw mempersiapkan seluruh perangkat yang gw perlukan. Mulai dari pakaian, alat bantu kebersihan semisal sabun, sikat gigi, dan lain-lain, serta tak lupa teman-teman gw di saat bengong semisal notebook, kamera digital, handphone, serta kelengkapan lainnya, langsung gw jejalkan ke dalam box dan tas tangki gw dengan rapi. Setelah membersihkan diri, gw langsung berpakaian dan melajukan kendaraan menuju lokasi janjian dan untunglah gw belum terlambat, rombongan utama dari Pamor belum melewati lokasi pertemuan sekunder di pinggiran kota Bogor itu pada sekitar pukul 09.00 WIB saat gw tiba di lokasi.

Setelah meminta maaf kepada beberapa rekan yang telah tiba terlebih dahulu, gw memesan kopi susu panas di warung di dekat situ, dan menyeruput kopi tersebut dengan nikmatnya, lumayan hangat perut gw meski agak lapar, karena gw juga gak terbiasa sarapan pagi jadi hal ini tidak menjadi masalah buat gw.

Di saat bersenda gurau dengan rekan-rekan yang telah ada di lokasi, tiba-tiba rekan gw yang gw tunggu sejak semalam di Pamor muncul, oom Mada dengan motor kesayangannya si Oren Bastard. Dia bercerita bahwa dia tertinggal dari rombongan sejak di sekitaran daerah Depok, dan langsung melaju sendirian menuju lokasi pertemuan sekunder ini dan berharap bisa bertemu dengan rombongan utama. Namun nasib kami semua sama, rombongan utama tidak akan pernah melewati lokasi pertemuan sekunder karena jalurnya ternyata dibelokkan ke jalur lain. Oom Agust menelepon gw pada saat rombongan utama telah memasuki kota Bogor, tepatnya di Kedunghalang.

Akhirnya kami semua melajukan kendaraan kami menuju lokasi Kenduri, dan sampailah kami di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Ratusan Yamaha Scorpio telah memadati lokasi parkir yang telah disediakan oleh panitia Kenduri, dan kami langsung memarkirkan kendaraan kami masing-masing dan bergabung dengan pengendara Yamaha Scorpio lainnya.

Peserta yang hadir di Kenduri Nasional Yamaha Scorpio itu tidak hanya datang dari pulau Jawa saja, tapi juga dari pulau Sumatera. Rombongan peserta dari Aceh, Medan, dan daerah lain di pulau Sumatera telah hadir terlebih dahulu sebelum kami. Usia para pengendara Yamaha Scorpio yang datang pun beragam, mulai dari yang masih duduk di bangku SMU sampai dengan seorang peserta dengan panggilan akrab Babe dengan umur 65 tahun dari Medan, atau pun pak Agung dari Surakarta. Wah, salut buat mereka. Mereka yang datang tergabung dalam berbagai klub dan komunitas seantero negeri Indonesia tercinta ini, tercatat mulai dari ujung pulau Sumatera sampai dengan ujung pulau Jawa di bagian timur datang dan ambil bagian dalam acara ini.

Acara Kenduri di isi dengan lagu-lagu yang didendangkan oleh beberapa grup band, serta games-games, dan lain-lain. Acara Kenduri direncanakan akan diadakan selama dua hari, namun karena kesibukan gw pribadi, maka sepertinya gw udah memutuskan untuk tidak hadir di hari kedua esok hari.

Sekitar pukul 17.00 WIB, rombongan kami bertolak kembali menuju villa salah satu rekan di Mega Mendung, Puncak. Kami memang telah merencanakan untuk menginap di sana malam ini.

Gw dan oom Mada yang kembali tertinggal dengan rombongan utama akhirnya melajukan kendaraan kami menuju Puncak. Di perjalanan kami menemui sedikit rintangan, yaitu hujan. Memang, kota Bogor sangat terkenal sebagai kota hujan. Sialnya, gw gak bawa jas hujan, yah akhirnya nekatlah gw dan oom Mada menerobos hujan melewati Tajur – Ciawi – Cibogo – Mega Mendung.

Kami berdua sampai terlebih dahulu di banding rombongan utama, karena peserta di rombongan utama melakukan ritual makan-makan sebelum ke lokasi dan berteduh dulu dari hujan. Mereka baru sampai di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB.

Di villa rekan kami itu, kami saling berbincang-bincang antara satu dengan yang lain, sementara beberapa kawan lain memilih untuk bermain kartu atau pun beristirahat karena kelelahan. Gw sendiri kelaparan karena tidak sempat makan sebelum sampai ke villa. Oom Mada dan rombongannya langsung bertolak ke Bandung malam itu juga.

Minggu, 3 Agustus 2008

Gw cuma tertidur sebentar malam itu, yaitu sekitar pukul 01.00 WIB – 03.00 WIB. Gw dibangunkan oleh seorang rekan karena kawan kami, oom Rahboy, datang dari lokasi Kenduri di Bogor dan membawa makanan. Huah, kami menyerbu bersama-sama makanan yang dibawakan oom Rahboy itu. Pecel ayam porsi untuk 4 orang di lahap habis oleh sekitar 6 orang secara bersama-sama. Kebersamaan yang gw rasakan malam itu sedemikian melekat di hati gw. Thanks oom Rahboy dan semuanya.

Gw gak tertidur setelah makan, gw memilih untuk menunggu fajar tiba. Dan sampailah pagi di Puncak hari itu. Udara dingin khas pegunungan gw hirup dalam-dalam. Segar sekali. Jauh berbeda jika dibandingkan dengan udara kota Jakarta yang selama ini gw tinggali.

Gak lama, beberapa kawan mulai bangun. Kami berbincang-bincang sambil menunggu makanan pagi kami datang. Menu nasi goreng dan kawan-kawannya kami sikat dengan cepat. Kenyang.

Sekitar pukul 10.30 WIB, kami bertolak dari villa rekan kami itu. Kendala mendera kendaraan dari salah satu kawan kami. Dan rekan-rekan yang mengerti akan perbaikan mesin pun turun tangan dan rombongan kembali melajukan kendaraan menuju lokasi Kenduri di Bogor.

Gw sendiri memisahkan diri dari rombongan dan melajukan kendaraan ke arah Depok. Setelah melaksanakan beberapa agenda yang sudah gw susun beberapa hari sebelumnya, kembalilah gw ke kamar gw yang mungil ini. Menyapa si Blekok yang masih terparkir rapi di ujung kamar dan membereskan beberapa bagian dari kamar gw.

Lelah. Gw akhirnya tertidur pulas. Zzzzzz … zzzzzz … grrrokkkkkk … (plus ngorok donk, hehe …)

Personal Salute To :

  • Seluruh peserta dari Aceh dan Medan, terutama Babe
  • Bapak Agung van Solo

Thanks to :

  • Allah SWT untuk perlindungan dan rahmat-Nya
  • Rekan-rekan Milys
  • Rekan-rekan penunggang Yamaha Scorpio dari seluruh Indonesia
  • Panitia Kenduri IMSI
  • oom Pedro dan kru buat Villa nya
  • oom Rahboy buat maem malem nya
  • oom-oom semua yang ikutan nunggu di Pemda Cibinong bareng gw

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: