Situ Patengan dan Kawah Putih, Ciwidey, Jawa Barat : 24 – 26 Januari 2009

Pasti pada protes karena gw tulis di judul adalah Situ Patengan?, karena selama ini yang tertulis di media-media baik koran, majalah, peta, dan lain-lain adalah Situ Patenggang. Namun, pada saat gw sampai di lokasi, ternyata ada semacam prasasti lokasi yang menuliskan bahwa danau tersebut bernama Situ Patengan.

Situ Patengan

Awal mula ide touring untuk ke Ciwidey sebenarnya sudah gw rencanakan sejak setahun lebih yang lalu. Waktu itu gw melihat beberapa gambar di media-media yang menampilkan indahnya Kawah Putih dan Situ Patengan. Lalu dalam hati timbul keinginan untuk pergi kesana. Namun seiring dengan jalannya waktu serta kesibukan, rencana demi rencana untuk pergi ke kedua tempat tersebut selalu menemui kegagalan, entah karena kawan seperjalanan yang tiba-tiba membatalkan kepergian, kesibukan pekerjaan, atau lain-lain hal.

Namun, di hari-hari menjelang akhir minggu lalu gw kembali merencanakan kepergian kesana. Gw sengaja untuk tidak ikut pergi untuk touring ke Ujung Genteng bersama rekan-rekan Mailing List Yamaha Scorpio (MILYS), karena gw udah kesana waktu malam pergantian tahun lalu.

Gw lalu bercerita kepada beberapa rekan mengenai keinginan perjalanan gw ini, gayung bersambut dan akhirnya tim touring dadakan yang beranggotakan oom Arya yang menggunakan Bajaj Pulsar 200cc berwarna silver — yang kebetulan juga bête dengan situasi di tempat kerjanya –, neng Mel yang kebetulan sedang senggang dan ingin kembali mengunjungi daerah Ciwidey untuk yang ke empat kalinya, dan neng Tia yang tadinya mau bawa Vixion nya tapi di larang oleh yayank nya dan akhirnya kudu pasrah nemplok di atas Bajaj Pulsar yang dikendarai oleh Oom Arya. Seharusnya ada satu orang lagi, yaitu oom Nanda yang sudah setuju untuk ikut sejak rencana ini dipersiapkan, namun hingga pukul 01.30 WIB Sabtu dinihari beliau tidak bisa dihubungi sama sekali. Yah sudah, terpaksa kami tinggal.

Minggu, 25 Januari 2009

Pukul 01.30 WIB akhirnya kami berempat mulai melaju keluar dari lokasi Pamor di Kebayoran, Jakarta Selatan, menuju ke kediaman gw untuk mempersiapkan peralatan yang akan gw perlukan nanti selama touring. Pukul 02.30 WIB akhirnya kami minggat dari kediaman gw dan melaju menuju Cibubur, Cileungsi, Jonggol, Cariu, Ciranjang. Sepanjang perjalanan antara Jonggol – selepas Cariu kami menemui beberapa ruas jalan dengan kondisi yang cukup parah. Kebayang khan, jalanan membelok turun tiba-tiba kami di sambut dengan jalan dengan beberapa lubang berlumpur yang menganga, atau tanjakan yang cukup panjang namun kami harus mendaki jalan licin yang berhias batu dan lumpur. Tapi, kami anggap ini semua tantangan. Di jalur ini kami sempat rehat sejenak di sebuah warung 24 jam di daerah Cariu.

img_4868

img_4869

Jalur Ciranjang – Padalarang kami lalui tanpa kendala, demikian juga Padalarang – pertigaan Cililin. Disini kami membelok ke kanan menuju Soreang yang tertulis berjarak 25km dari pertigaan itu. Kami lewati pula daerah pasar yang cukup macet dengan angkot yang dengan seenaknya ngetem menunggu penumpang dan kami lalui kemacetan tersebut dengan sabar. Lalu kami melewati sebuah jembatan dengan sungai yang agak kotor di bawahnya (so shame …) dan berbelok ke kiri melewati Pasar Raya Patrol. Gw sempat takjub saat melewati sebuah stadion olahraga yang cukup megah di daerah Soreang yang ternyata adalah Stadion Si Jalak Harupat yang terkenal itu.

Akhirnya sekitar pukul 07.00 WIB kami beristirahat kembali di seberang sebuah SPBU di Ciwidey, yang menurut informasi dari Neng Mel merupakan SPBU terakhir sebelum ke Ciwidey namun ternyata masih ada 2 SPBU lain yang menunggu di depan, dan gw mengisi bensin di sini. Bagi pengisi Pertamax dan Pertamax Plus, sepertinya harus mengisi Premium di sini karena kedua tipe bensin lain seperti tersebut di atas tidak tersedia disini. Oh iya, sempat terjadi kendala dimana Neng Tia tersengat lebah di bagian atas mata kirinya, namun Neng Mel bisa dengan sigap langsung membantu mengobati Neng Tia. Kalo gw ama oom Arya sih yah langsung menyerbu warung kopi dan gorengan untuk sarapan pagi, hehe.

img_4882

img_48831

Setelah puas beristirahat, akhirnya kami kembali melajukan kendaraan kami naik menuju Ranca Bali. Lokasi ini berada dalam naungan PTP Nusantara VIII. Kami kurang memperhatikan detail biaya yang harus kami bayarkan, namun seingat gw biaya yang dikenakan kepada kami adalah rp. 22.000,-.

Target kami berikutnya adalah mencari penginapan. Kami lajukan kendaraan kami ke arah villa Cimanggu yang merupakan resort di dalam lokasi. Namun kami harus kecewa karena tempat tersebut telah penuh. Kami lalu berlalu dari tempat tersebut menuju ke arah Situ Patengan dan baru saja beberapa ratus meter dari villa Cimanggu mata kami mengarah ke sebuah rumah penduduk di sebelah kanan jalan. Neng Mel langsung turun dan menanyakan apakah rumah tersebut bisa di sewa untuk semalam dan sang penunggu rumah langsung mengiyakan. Tawar menawar pun terjadi dan akhirnya kami bisa menyewa rumah penduduk yang terdiri atas 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 ruang dapur, dan 1 ruang tamu yang lengkap dengan televisi dan karpet dengan harga rp. 500.000,- semalam. Namun karena masih ada penyewa di rumah tersebut, kami mengalah untuk bisa cepat-cepat beristirahat, kami lalu menuju ke Situ Patengan untuk mengisi waktu sampai dengan pukul 12.00 WIB nanti dimana penyewa sebelumnya berjanji akan check out dari rumah tersebut.

img_4952

Kami pun akhirnya sampai juga di Situ Patengan. Danau yang luas dan indah dengan hamparan kebun teh yang tertata rapi disekelilingnya membuat segar mata yang sudah mengantuk karena perjalanan beberapa jam ini. Lokasi Wisata Kawah Putih dikelola oleh Departemen Kehutanan. Kami pun masuk ke dalam lokasi wisata Situ Patengan dengan membayar biaya masuk lokasi sebesar Rp. 2.500 per kendaraan roda dua yang kami gunakan, dan Rp. 4.000 per orang dikalikan dengan 4. Total adalah Rp. 21.000,-. Belum termasuk dengan ongkos parkir per motor di dalam yaitu sebesar Rp. 1.000,- per motor plus biaya menitipkan helm Rp. 1.000 per helm dan sebuah tas milik gw. Total adalah Rp. 7.000,-.

situ patengan from above

miaw staring to the lake

the legend

Indahnya pemandangan Situ Patengan dari dekat tetap memukau mata kami. Indah sekali danau ini. Kami sempat ditawarkan untuk naik perahu menuju Batu Cinta yang berada di sebuah pulau di tengah danau dengan biaya Rp. 15.000,- per kepala namun menunggu penumpang sampai perahu penuh atau Rp. 150.000,- jika kami ingin langsung berkeliling danau tanpa menunggu penumpang lain. Tapi kami tidak mengambil tawaran mereka dengan pertimbangan lain. Ada pula tawaran untuk berkeliling danau dengan menggunakan perahu bebek dengan biaya Rp. 50.000,- per jam. Sekali lagi tawaran ini kami abaikan, hehe.

the boat at situ patengan

batu cinta island from the distance

beautiful lake isn't it?

Setelah puas berkeliling Situ Patengan, kami akhirnya kembali menuju Cimanggu dan memparkirkan kendaraan kami di lapangan seberang pintu masuk lokasi wisata Kawah Putih. Ramainya lokasi karena ada salah satu grup pemusik terkenal yang konon kabarnya sedang manggung di dalam lokasi serta ramainya pengunjung lain dengan alasan mereka masing-masing, membuat kami urung untuk mengunjungi Kawa Putih siang itu. Kami pun akhirnya makan siang di sebuah warung di sekitar situ. Sempat melihat spanduk besar bertuliskan Emte Highland Resort yang menawarkan jasa kegiatan outdoor semisal ATV, Mini Motocross, Camping Ground, dan lain-lain. Sepertinya suatu ketika gw akan mencoba ke tempat itu.

Emte

Tengah siang, sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan, kami akhirnya melajukan kendaraan kami menuju rumah penduduk yang tadi kami telah sewa untuk semalam. Kami akhirnya bisa beristirahat dengan santai siang itu sejak beberapa jam menempuh perjalanan sekitar 200 kilometer dari ibukota Jakarta. Kami isi kegiatan siang itu dengan mengobrol sambil menonton layar televisi yang cukup banyak menampilkan semut berkelahi alias sinyal televisi sepertinya kurang baik di lokasi ini, hehe.

Selepas ashar gw mandi untuk menyegarkan badan. Air yang sangat dingin membuat mata yang tadinya mulai mengantuk kembali membelalak. Selepas maghrib mata mulai terkantuk kembali, dan akhirnya gw pun tertidur sekitar pukul 20.00 WIB, ini yang terakhir gw ingat sebelum akhirnya gw tertidur. Sempat beberapa kali gw terbangun, namun udara dingin bikin gw malas untuk berlama-lama bangun dari tidur. Kembali menarik selimut dan lanjut tertidur sampai dengan pukul 08.00 WIB keesokan harinya. Wow, gw telah tertidur selama 12 jam, sebuah rekor tidur yang sangat jarang gw rasakan, hihi …

Senin, 26 Januari 2009

Pagi itu gw langsung nekat mandi dengan air yang sangat dingin lalu menggigil selepasnya. Neng Mel yang sudah memasakkan mie rebus untuk kami langsung mempersilahkan kami semua untuk makan.

Sekitar pukul 10.00 WIB kami kembali mempersiapkan barang bawaan kami untuk mengunjungi lokasi wisata Kawah Putih dan kembali ke Jakarta. Pukul 11.00 WIB kami telah siap dan langsung menuju ke lokasi wisata Kawah Putih. Biaya masuk yang dikenakan kepada kami di lokasi ini adalah Rp. 10.000,- per orang dikalikan 4, dan Rp. 2.000,- per kendaraan roda dua yang kami gunakan. Lokasi Wisata Kawah Putih dikelola oleh Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten. Lalu kami mulai memasuki jalanan dengan aspal yang sudah mengelupas di beberapa ruas dan jalur menanjak dan di beberapa titik ada papan pemberitahuan yang berpesan agar kendaraan menggunakan gigi satu.

Kawah Putih

Tarif masuk Kawah Putih

Kelokan dan tanjakan kami lalui dengan perlahan dan akhirnya sampailah kami di lokasi wisata Kawah Putih. Kami parkirkan kendaraan kami dan kami pun berjalan kaki sekitar 100m dari lokasi parkiran ke Kawah Putih.

next 100m ...

Tak lama, salah satu ciptaan Illahi yang terindah pun terpampang di depan kami. Sebuah danau hijau yang dikelilingi oleh perbukitan, bau belerang yang cukup menyengat, serta udara dingin kami rasakan di sekujur panca indera kami. Subhanallah.

downhill ...

Larangan di Kawah Putih

Pabrik Belerang Kawah Putih

kawah putih

kawah putih mulai berkabut

the four of us ...

fogging di kawah putih ...

monster at kawah putih

Kami sempat berphoto-photo di Kawah Putih, sampai kamera digital yang gw gunakan habis tenaganya, hehe.

Setelah puas menikmati indahnya Kawah Putih, kami pun kembali ke parkiran. Sempat berbelanja oleh-oleh sedikit dan menikmati kopi panas, sate strawberry coklat, jus strawberry, dan jagung bakar di salah satu kedai di dekat parkiran. Setelah usai, kami pun kembali mempersiapkan bawaan dan kendaraan yang kami gunakan untuk kembali ke Jakarta.

Kami melajukan kendaraan kami lebih perlahan di banding sebelumnya pada saat datang, turunan tajam dan licinnya jalan membuat kami untuk lebih ekstra hati-hati. Tak lama kami kembali ke jalan raya dan melaju menuju Soreang. Dari Soreang, kali ini gw mengambil jalur Kopo – Soekarno Hatta – Cimahi – Padalarang – Ciranjang – Cianjur – Cipanas. Sepanjang jalan kami di terpa hujan baik hujan yang hanya rintik-rintik maupun hujan deras.

Di Cipanas, waktu menunjukkan sekitar pukul 17.30 WIB dan kami pun menuju sebuah rumah makan khas Sunda yang bernama RM. 168. Setelah kenyang, kami kembali melaju menuju Jakarta. Jalur yang kami tempuh adalah Ciloto – Puncak – Tajur – Bogor – Parung – Sawangan – Ciputat – Lebak Bulus – Pondok Indah dan berakhir di Pamor, tempat dimana beberapa hari yang lalu kami memulai perjalanan.

Wah, touring kali ini cukup lumayan menghibur hati. Lain kali sepertinya gw perlu waktu berada di Ciwidey andaikan ada kesempatan kesana lagi.

Peta dan Route :

jakarta-ciwidey-2009

Biru muda : Route Berangkat
Biru Tua : Route Pulang

Kumpulan Koordinat Yang Tercatat di GPS Etrex Legend HCx yang gw bawa :

Situ Patenggang = S07º 09.815′  E107º 21.476′
Emte Highland = S07º 08.426′  E107º 23.884′
Kawah Putih = S07º 10.021′  E107º 24.279′
Rumah Sewa Penduduk = S07º 08.755′  E107º 23.332′
SPBU 34-40324 = S07º 04.604′  E107º 29.230′
Parkiran Kawah Putih = S07º 09.979′  E107º 24.314′
RM 168 Cipanas = S06º 44.923′  E107º 02.843′
Pom Bensin Padalarang = S06º 52.122′  E107º 31.294′
Pamor, Plaza Nagari Pakubuwono, Jakarta Selatan = S06º 14.443′  E106º 47.170′

Thanks to :

  • Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan keselamatan selama perjalanan kami
  • Oom Arya, Neng Mel, n Neng Tia yang telah menjadi teman seperjalanan gw untuk turing kali ini
  • OKem Shop (www.obengkembang.com), untuk jas hujannya
  • Blast Motorsport, untuk persiapan si Panjul supaya siap selama perjalanan
  • Dan pihak-pihak yang belum tersebut dalam laporan perjalanan ini.

2 Responses to Situ Patengan dan Kawah Putih, Ciwidey, Jawa Barat : 24 – 26 Januari 2009

  1. blacknyam2 says:

    Nggak Ngajak2 =(
    Padahal kan gw mau ngikuttt..

  2. barong234 says:

    emang namanya situ patengan… xuxuxu.. cuma mungkin kebanyakan orang salah denger jadi situ patenggang..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: