Sidebuk-debuk, Sibolangit, Sumatera Utara : 14 Juni 2009

Touring kali ini gw anggap sangat spesial karena dua sebab :

  1. Touring ke Sidebuk-debuk ini gw ditemani oleh adventurer van Semarang yang sedang menyelesaikan perjalanan panjangnya dari Semarang ke Nol Kilometer, Sabang.
  2. Peserta touring ini seluruhnya adalah penunggang dan tergabung dalam komunitas Yamaha Scorpio, namun dalam perjalanan kali ini sebagian besar pesertanya menggunakan kendaraan roda dua dari produk non Yamaha dan bukan dari kelas 200cc ke atas seperti biasanya.

oom Mupron, bang Geleng, dan oom Iwan

Detilnya adalah, pesertanya berjumlah 5 orang plus 1 boncenger, total 6 orang. 2 orang menggunakan Honda Beat, 1 Honda Tiger, dan 1 Yamaha Scorpio. Unik khan?.

Lokasi yang kami pilih kali ini berjarak sekitar 60km dari kota Medan ke arah Brastagi. Melewati jalur perjalanan berliku khas jalan-jalan di pegunungan ala Puncak (Jawa Barat) dengan tanjakan dan turunan ringan saling bergantian. Jadi kendaraan yang gw gunakan, yaitu Honda Beat berwarna hitam dan telah berumur 6 bulan, tidak menemui kendala sama sekali dalam melahap jalur touring ini.

Kami berangkat dari rumah bang Geleng di daerah Padang Bulan, kurang lebih 10km dari kota Medan menuju arah Brastagi, sekitar pukul 14.30 WIB. Berjalan santai dan sempat berhenti di depan sebuah fasilitas konservasi hutan untuk menunggu oom Eka. Begitu oom Eka muncul, kami melaju kembali dan sempat berphoto-photo ria di depan lokasi wisata, yang bernuansa mirip Dufan di Jakarta, bernama Greenhill.

si Beatsy di depan Greenhill

Setelah puas, kami meluncur menuju arah Brastagi dan masuk ke daerah yang bernama Penatapan yang mirip sekali dengan suasana di daerah sekitar Puncak Pass di Jawa Barat. Terus meluncur hingga sampai ke Sidebuk-debuk dan berhenti di sebuah lokasi pemandian air panas di depan pintu masuk gerbang Pembangkit Listrik Panas Bumi (Geothermal) Sibayak.

Pintu Gerbang Geothermal Sibayak

Bang Geleng, oom Eka, dan oom Iwan sempat berendam dan menikmati hangatnya air di kolam yang telah tersedia di situ. Gw sendiri dan oom Mupron hanya bersantai ria memandangi suasana sekitar yang dikelilingi pepohonan nan hijau khas pegunungan.

pemandian air panas ...

pemandian air panas ...

pemandian air panas ...

Setelah puas ketiga sekawan itu berendam di kolam air panas, segera mereka bersalin dan bergegas kembali ke arah Medan.

Kami sempat mampir di daerah Penatapan yang tadi gw bilang sebelumnya dan menikmati hangat serta nikmatnya mie rebus, jagung rebus, dan jagung bakar, serta tak lupa kopi dan teh panas sebagai penghangat tubuh. Kabut terlihat mulai turun dan menyulitkan pandangan, makanya kami memilih untuk santai terlebih dahulu sampai kabut agak menghilang.

Penatapan

Penatapan

oom Iwan n bang Geleng

Setelah kabut mulai reda kepekatannya, kami pun meluncurkan kendaraan kami masing-masing kembali menuju Medan. Jalur berliku dan turunan yang kerap kami temui sepanjang perjalanan kami lahap dengan santai karena kami tidak mengejar target sedikitpun untuk bisa secepatnya sampai di kota Medan.

Alhamdulillah, sekitar pukul 20.00 WIB kami kembali tiba di rumah bang Geleng, di sambut dengan minuman jahe hangat sebagai penghilang dahaga dan pengurang dinginnya udara di jalan tadi.

Lumayan khan untuk mengisi kegiatan di akhir minggu?.

Thanks to :

  • Allah SWT, yang telah memberikan kesehatan dan kebugaran buat kami semua
  • Oom Iwan DJ, semangat pulang ke pulau jawa nya yah oom?, dan hati-hati di jalan
  • Oom Mupron, bang Geleng, dan oom Eka, thanks udah ngajak gw jalan-jalan
  • Oom Febri Rusnal, kawan kantor yang sudah meminjamkan honda beat nya untuk gw.

4 Responses to Sidebuk-debuk, Sibolangit, Sumatera Utara : 14 Juni 2009

  1. mustmovefront says:

    thanks ya om atas jerih payahnya buat lapjalnya…
    satu lagi yg bikin unik, seluruh peserta berasal dari club/komunitas Yamaha Scorpio yg berbeda
    bang geleng (YSFC Medan), om eka (YSC NAD), Iwan Dj (YSC Semarang)…
    lain kali jalan lagi ya om, tp kelas matic aja

  2. khoent says:

    sip sip sip … ayok …šŸ™‚

  3. teringat masa lalu di Medan.. ke Brastagi mbelum pake helm..šŸ™‚

  4. proud2ride says:

    Luarr biasssa……salute Brother, mimpi gw yg belom terealisasi neh.
    BTW Honda Beat-nya Oke juga tuch, gak pegel pake matic tuoring jauh???

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: