Danau Toba, Parapat : 3 – 4 Juli 2009

Weekend kali ini gw kedatangan tamu istimewa dari Jakarta, seorang kawan gw ingin mengajak orang tuanya berjalan-jalan mengunjungi Danau Toba. Setelah gw berkoordinasi dengan salah seorang kawan dekat gw di Medan yang kebetulan bekerja di bidang Tours n Travel, akhirnya perjalanan ke Danau Toba kali ini bisa diselenggarakan dengan baik.

Danau Toba

Jum’at, 3 Juli 2009

Persiapan menjamu tamu kali ini dipersiapkan cukup matang, mulai dari tiket pergi pulang, hotel tempat menginap, penentuan titik lokasi yang akan didatangi, sewa kendaraan, dan lain-lain. Setelah semuanya beres, berangkatlah kami menuju Bandara Polonia menjemput kawan kami ini. Sip, penjemputan beres meski agak sedikit terlambat dari jadwal. Lalu kami segera meluncur menuju Tebing Tinggi, Siantar, dan akhirnya merapatlah kami di Parapat. Waktu tempuh yang kami butuhkan dari Medan sampai dengan Parapat dengan menggunakan mobil adalah sekitar 2,5 jam.

Di Siantar, gw sempat terkagum-kagum dengan bentor (becak bermotor) yang ada di kota ini, sebab sebagian besar bentor ini masih menggunakan BSA, British Small Arm, yang merupakan kendaraan tempur berupa motor dari masa penjajahan negara lain di Indonesia dahulu kala. Sampai lupa memotret karena sibuk memperhatikan bentor-bentor BSA ini. Konon kabarnya, bentor-bentor BSA saat ini hanya ada di Siantar, memiliki komunitas dan organisasi tersendiri yang teratur, dan tidak memperbolehkan anggotanya untuk menjual bentor BSA kepada orang lain di luar dari rekan-rekan Siantar mereka.

Menjelang senja, akhirnya sampailah kami di Parapat. Setelah menuruni perbukitan yang memisahkan Parapat dan Siantar, akhirnya terhamparlah pemandangan indah yang membuat gw berdecak kagum dengan keindahan Danau Toba ini. Kami sempat mampir di salah satu warung kopi di pinggiran jalan yang menghadap langsung ke danau, menatap Danau Toba dari ketinggian dan menunggu hingga sunset hilang dari pandangan kami. MasyaAllah, sangat indah …

Danau Toba dari atas

Sekitar pukul 19.30 WIB, kami meluncur kembali ke Parapat dan menuju ke sebuah hotel yang letaknya persis di pinggir Danau Toba, namanya Siantar Hotel. Check in, dan kami segera menuju kamar kami masing-masing untuk beristirahat. Angin cukup kencang melewati jendela besar di sisi kamar kami, sehingga pengatur suhu seperti AC agak kurang dibutuhkan.

Sabtu, 4 Juli 2009

Pagi hari di danau toba. Matahari bersinar cukup cerah. Danau indah dengan airnya yang berwarna biru gelap, lengkap dengan bukit-bukin hijau terhampar dihadapan jendala kamar. Udara segar memenuhi paru-paru gw. Sempurna banget pagi ini.

Panggung di atas air, di depan kamar hotel lho ...

Ferry Penyeberangan Menuju Tomok ...

Kapal Ferry dari jarak dekat ...

Seusai berberes-beres ria, berangkatlah kami menuju samping hotel tempat kami menginap. Bernegosiasi dengan beberapa pengusaha perahu boat sampai akhirnya terjadi deal untuk menyeberangkan kami pergi dan pulang kembali ke penginapan.

Perahu Boat Sewaan

Meluncur ..

Salah satu olahraga air di toba

Perahu bermesin pun mulai meluncur, tempat yang kami kunjungi pertama kali adalah sebuah tebing batu yang di beri nama oleh penduduk sekitar Batu Gantung. Konon kabarnya, pada jaman kerajaan di Toba dahulu kala, tersebutlah kisah seorang putri yang menolak dijodohkan dengan lelaki pilihan orang tuanya, dan akhirnya sang Putri pun lari menuju sebuah tebing untuk bersembunyi dengan cara menggantung di balik tebing untuk waktu yang lama sehingga membatu. Di samping Batu Gantung sang putri tersebut, ada sebuah batu lagi yang konon kabarnya adalah anjing peliharaan sang tuan Putri.

Batu Gantung ...

Setelah puas mengamati Batu Gantung, perahu yang kami pun lalu menuju Tomok. Setelah merapat di pelabuhan Tomok, kami segera menuju ke darat dan mulai melihat-lihat pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sampai dengan asesoris yang berhubungan dengan Tomok, seperti kaos, pernak-pernik, dan lain-lain.

Salah satu bangunan pelabuhan boat Tomok

Pasar Pelabuhan Tomok

Pasar Pernak Pernik ...

Masih jauh dari tomok ke Tuktuk, next trip lha ... :-)

Disini pula kami mengunjungi boneka kayu Sigale-gale, yang konon dulunya boneka kayu mistis ini bisa berjoget-ria sendiri dengan diiringi musik asli daerah Toba. Namun, saat ini boneka kayu ini dioperasikan oleh seorang dalang.

Sigale-gale ...

Sigale-gale ...

Sigale-gale ...

Sigale-gale ...

Ada dua tempat pertunjukan boneka kayu Sigale-gale, yaitu yang terdekat dari pelabuhan, dan satu lagi yang terdekat dari kuburan raja-raja. Nah, yang asli adalah yang di dekat kuburan raja-raja itu.

Usai melihat pertunjukan boneka kayu Sigale-gale, kami pun lalu berkunjung ke makan para raja-raja. Pada saat mengunjungi makam para raja-raja ini, pengunjung diwajibkan untuk menggunakan ulos. Gw gak ngikut, karena keknya kurang menarik aja berkunjung ke makam, hehe.

Kami lalu melihat lebih dekat dan lebih teliti daerah sekitar pelabuhan. Di depan pelabuhan Tomok ada sebuah tugu, dimana di samping tugu itu terdapat beberapa pahatan dari marga-marga Batak yang asli daerah Toba, yaitu : Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Toba, Batak Pakpak, dan Batak Mandailing.

Tugu di Pelabuhan Tomok

Batak Karo

Batak Simalungun

Batak Toba

Batak Pakpak

Batak Mandailing

di depan tugu pelabuhan tomok

Usai itu semua, kami pun kembali ke penginapan dan bertolak kembali ke Medan. Rekan kami dari Jakarta pun sempat menginap satu malam di kota Medan, serta menyudahi liburannya untuk kembali ke Jakarta.

Peta :

map parapat

Thanks to :

  • Allah SWT, yang telah memberikan rahmat rezeki, kesehatan, dan kesabaran.
  • Oom Boy Hendra, yang telah amat sangat membantu sehingga seluruh kegiatan liburan ini bisa terlaksana dengan baik.
  • Berbagai pihak yang telah membantu.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: