Jalan – jalan dari Jakarta ke Medan bersama Panjul : 15 – 19 September 2009

Perjalanan kali ini adalah perjalanan dengan tujuan terjauh bersama kendaraan roda dua yang pernah gw tempuh seumur hidup gw. Sekitar 2000 kilometer lebih harus gw jalani dimana sebagian terbesar dari perjalanan gw lakukan sendirian. Berada di kesendirian sepanjang jalan Lintas Timur Sumatera membuat gw semakin mencintai bumi pertiwi tempat gw lahir ini serta sadar bahwa gw tidak apa-apanya di dunia fana ini. Setiap detik dan setiap kilometer yang gw jalani sepanjang perjalananan Jakarta menuju Medan dapat membawa gw ke dunia lain jika gw tidak waspada dan tidak hati-hati.

Rekans, inilah laporan perjalanan gw, terima kasih sudah mau membaca sharing perjalanan gw kali ini.

Sabtu, 12 September 2009

Surat dinas perusahaan dan izin perjalanan dari atasan sudah di tangan, hasil negosiasi dengan atasan bahwa gw berdinas di Palembang dan Plaju dengan membawa salah satu kendaraan favorit gw membawa hasil yang baik, dan gw di beri izin berdinas dan melakukan perjalanan sampai dengan tanggal 19 September 2009.

Sabtu siang itu gw langsung meluncur dari bandara SKH menuju bengkel Blast Motorsport untuk mengecek persediaan spareparts motor yang akan gw butuhkan nanti dan juga ke toko kecil-kecilan usaha sendiri yang bernama OKem Shop di bilangan Kebayoran, Jakarta. Setelah mengecek spareparts beres serta tak lupa memesan beberapa alat keselamatan diri seperti : celana touring First Gear, sarung tangan, serta side bag Shark 3.1 (tail bag nya di ambil ama oom Rey karena gw rencana membawa Kappa 42 liter yang sudah gw miliki sebelumnya, hihi) racikan Kreatorz. Tak lupa juga gw persiapkan jas hujan gw pakai seri Bromo pembelian di toko alat gunung yang bernama Leuser di daerah Lenteng Agung, berjaga-jaga jika diperjalanan nanti ada turun hujan.

Setelah semua beres, Dan malamnya gw ke bengkel kawan, X-Tech Tuning, pengecatan panjul sudah beres. Terhitung rangka, tangki, daerah footstep depan belakang, shock depan, shock belakang, swing arm, dan beberapa bagian dari side engine telah rapi tercat dengan menggunakan metode powder coating. Pengecatan dengan metode ini sengaja gw lakukan karena umur Panjul sendiri yang sudah hampir 6 tahun dan mungkin metode ini bisa membantu mempermuda kembali salah satu motor kesayangan gw ini dari sisi mutu materialnya. Malam itu pembenahan Panjul mulai dilakukan, ditemani oom Wahid dan oom Arya.

Rangka Panjul

Mulai merakit Panjul

usainya gw langsung menuju ke rumah depok untuk beristirahat.

Minggu, 13 September 2009

Seperti biasa, hari itu gw ke bengkel Blast Motorsport dan toko OKem Shop lagi hari itu. Ada beberapa keperluan yang harus gw lakukan disana.

Malamnya, gw kembali ke X-Tech Tuning di bilangan Rempoa dan kembali menemani oom Semur yang terus bekerja merapihkan Panjul agar siap untuk pembenahan dari sisi mesin untuk keesokan hari yang rencananya akan dilakukan di Blast Motorsport.

Tapi ada sedikit kendala pada saat pemasangan Panjul kembali, yaitu tangki yang telah tercat dengan rapi itu ternyata ada kebocoran, hiks. Untungnya oom Subi yang baik hati mau meminjamkan tangkinya untuk sekedar bisa membawa Panjul ke Blast Motorsport untuk pengecekan mesin dan hal-hal lainnya. Juga oom Subi meminjamkan knalpot orisinil motornya untuk di pasang di Panjul, knalpot berisik yang selama ini terpasang terpaksa gw copot karena gw khawatir suara bising knalpotnya mungkin akan membawa kendala lain diperjalanan nanti, sehubungan dengan Undang-undang Lalu Lintas yang baru terbit belum lama ini berkaitan dengan penggunaan spareparts standar kendaraan bermesin, hehe.

Panjul sudah mulai terlihat bentuk aslinya

Wujud aslinya Panjul

Senin, 14 September 2009

Hari itu pun agenda gw sama, ke bengkel Blast Motorsport dan toko OKem Shop.

Sedianya gw harus berangkat sore hari itu, namun kendala muncul kembali, tangki yang sedianya akan di pasang di Panjul tidak bisa gw dapatkan. Kurang enak rasa jika menggunakan tangki milik oom Subi, dan gw akhirnya memutuskan untuk membeli tangki baru milik Yamaha Scorpio Z, namun tangkinya baru bisa gw dapatkan keesokan harinya dan akan dibelikan langsung oleh oom Fahly pemilik Bengkel Blast Motorsport, gw terpaksa harus pasrah menunggu sembari pengecekan terhadap kaki-kaki dan mesin Panjul terus dilakukan.

Mesin dan kaki-kaki beres ...

Persiapan peranti keselamatan sudah gw lakukan di rumah depok, jadi seharusnya gw sudah bisa berangkat malam itu. Tapi ndak papa, persiapan terbaik harus gw lakukan untuk perjalanan panjang ini.

Selasa, 15 September 2009

Tangki baru datang sekitar pukul 14.00 WIB, dan akhirnya bisa terpasang rapi di Panjul. Senangnya. Tapi bagian mesin dan kelistrikan belum sempurna, oom Romi kudu bekerja keras agar semuanya bisa bekerja dengan baik dan gw bisa berangkat malam itu.

Sembari menunggu, persiapan perbekalan untuk diperjalanan pun gw lakukan, termasuk pemasangan box belakang, tambahan lampu sign belakang, dan juga persiapan spareparts. Untuk spareparts terhitung ban dalam, busi, lampu-lampu, kunci-kunci, cable ties, kabel kopling, kabel gas, dan pompa angin. Untuk persiapan diri terhitung pakaian kerja dan pakaian ganti, jaket jeans, rompi, tas pinggang kecil, sarung tangan, celana touring, jas hujan, masker, knee n elbow protector, dan helm. Semua spareparts dan persiapan diri yang tidak gw gunakan langsung gw masukkan dengan rapi di side bag dan box. Di bagian tangki gw pasang tank bag dan gw isi dengan persiapan minuman dan makanan kecil. Tak lupa peta juga sudah gw persiapkan dan gw masukkan ke dalam tas pinggang. Batere handphone sudah ter-charge full semua.

Panjul siap berangkat ... :-)

Dan sekitar pukul 20.30 perjalanan panjang pun di mulai. Setelah sebelumnya berkoordinasi dengan oom Robby Milo Dingin yang juga akan melakukan perjalanan sampai Palembang, akhirnya gw mulai meluncur perlahan menuju Tangerang, tepatnya ke tempat koh Ili di daerah Bitung.

Sesampainya di resto yang dikelola sendiri oleh Koh Ili dan sebelumnya di jemput oleh salah satu rekan menuju kesana, gw lalu menikmati nasi goreng dan juga menyeruput kopi hitam pahit yang telah disediakan oleh koh Ili, sambil berbincang-bincang dengan oom Robby dan koh Ili, enaknya.

Rabu, 16 September 2009

Sekitar tengah malam, gw n oom Robby pun mulai meluncur menuju pelabuhan Merak, namun sebelumnya kami ingin menemui rekan-rekan BSC (Banten Scorpio Club) terlebih dahulu, dan sekitar pukul 02.00 WIB kami menemui mereka di depan Depot Tanjung Gerem, tak jauh dari pelabuhan Merak. Lalu kami di giring menuju sebuah lokasi yang santai sambil berbincang-bincang dan menikmati kopi panas serta mie rebus sembari menunggu keberangkatan penyeberangan Ferry pukul 03.30 WIB nanti.

Bersama teman-teman di BSC ...

Namun, ternyata kami tidak bisa berangkat sesuai dengan rencana kami sebelumnya, kapal Ferry untuk kami menyeberang baru ada nanti pukul 05.00 WIB, dan kami terpaksa menunggu sesuai dengan jadwal baru.

Kondisi jalan sepanjang Jakarta ke Merak bisa di bilang sangat baik, jalanan cukup mulus namun perlu berhati-hati dengan pembatas tengah jalan yang bisa membahayakan perjalanan jika tidak berhati-hati.

Pada saat menuju pelabuhan Merak ini, salah satu motor rekan BSC yang mengantar kami menemui kendala, kabel gas nya putus, jadi terpaksa dititipkan di salah satu warung di dekat lokasi kejadian. Semoga gw tidak akan pernah menemui kendala seperti itu di jalan nanti, harap gw dalam hati.

Dan sesuai jadwal, akhirnya kami pun bisa naik ke atas kapal Ferry. Di atas kapal selama perjalanan, gw tertidur pulas dan baru terbangun saat kapal akan merapat ke pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 07.00 WIB. Kami pun langsung turun dari kapal dan bergerak ke arah Palembang.

Oom Robby Milo Dingin

Memasuki pelabuhan bakauheni ...

Baru saja turun dari kapal, kendala baru muncul, sebuah paku telah terparkir dengan rapi di ban belakang Panjul dan terpaksa harus di usir di salah satu bengkel tambal ban tak jauh dari situ. Setelah beres, perjalanan pun dilanjutkan.

Tambal ban dulu ...

Sepanjang perjalanan dari pelabuhan Bakauheni sampai ke ibukota Tengah kondisi jalan bisa di bilang sangat baik, kendala yang kami temui hanyalah hujan dan beberapa kemacetan ringan yang membuat kami tidak bisa melaju dengan kecepatan yang agak tinggi dan harus tetap berhati-hati. Umur ban Panjul yang sudah tiga tahun membuat gw harus mengatur kecepatan terutama di tikungan dengan sangat berhati-hati.

Di ibukota Lampung tengah kami sempat beristirahat sejenak dan kembali melaju menuju perbatasan propinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Kondisi jalan sepanjang Lampung Tengah sampai ke perbatasan cukup baik dan lalu lintas pun cukup lancar. Mantab.

Istirahat di Lampung Tengah ...

Setelah perbatasan, kami berbelok menuju Kayu Agung, kondisi jalanan cukup baik di sepanjang jalan ini, namun perlu berhati-hati dengan tambalan jalan dan lubang di sekitar jembatan kecil yang kerap ada. Nah, di sepanjang jalan inilah gw menemui kendala lain dari Panjul, sepertinya komstirnya agak bermasalah, karena di saat di pacu pada kecepatan agak tinggi, terasa sekali setang agak bergoyang-goyang, hihi. Akhirnya, kecepatan terpaksa harus gw patok di maksimum 100kpj jika memang kondisi jalan memungkinkan. Dan perjalanan khan masih jauh, jadi harus lebih berhati-hati lagi khan? …

Mayan mulus khan jalannya ...

di perbatasan lampung - sumsel ...

di perbatasan lampung - sumsel ...

Memasuki kota Kayu Agung menjelang senja, dan kami pun memutuskan untuk menunggu maghrib. Di sini kami juga menemui dua orang pengendara motor yang ingin mudik ke Padang, dan akhirnya kebetulan ada rombongan bermotor yang juga akan ke Padang, setelah usai berbincang-bincang dan berangkatlah mereka, dan kami menyusul melajukan kendaraan kami setelah agak lama setelah mereka. Sekitar 30 km sebelum kota Palembang, sedikit jalanan tergenang air agak tinggi membuat perjalanan kami sedikit mengurangi kecepatan kendaraan kami. Dan juga, kami sempat menikmati makan malam nasi pecel ayam di sini. Mantab.

Usai makan, kami pun bergerak lagi menuju Palembang, dan sampai di penginapan sekitar pukul 21.00 WIB. Istirahat eui, besok harus kerja, hihi.

Kamis, 17 September 2009

Persiapan untuk perjalanan sudah beres gw lakukan, beberapa barang yang kecil kemungkinan akan gw gunakan selama perjalanan sudah gw titipkan kepada oom Robby, yang mengakhiri perjalanannya kali ini di Palembang guna berlebaran dengan keluarganya, untuk dipaketkan ke Medan. Daripada hanya jadi beban di box gw selama perjalanan nanti.

Lalu gw meluncur menuju lokasi bekerja gw di kantor Pemasaran Unit II Palembang dan Unit Pengolahan III Plaju yang terletak di pinggiran sungai Musi yang tersohor dengan jembatan Ampera-nya itu. Usai melaksanakan tugas dan saling bersosialisasi dengan rekan-rekan disana, sekitar pukul 16.30 WIB gw pun kembali meluncur di jalan raya menuju Jambi yang estimasi lama perjalanannya adalah sekitar 5 – 6 jam dengan jarak tempuh sekitar 300 km.

berphoto bersama teman-teman kerja di Plaju ...

Perjalanan pada saat hari terang masih membuat gw semangat melalui setiap kilometer menuju Jambi, namun di saat mulai gelap dan mulai melewati banyak kebun-kebun sawit serta pemukiman yang makin jarang di temui sepanjang jalan, sempat membuat beberapa kali hati menjadi ciut nyalinya. Namun berpegang pada keyakinan sang Maha Pencipta serta do’a-do’a rekan-rekan, gw terus melajukan kendaraan hampir tanpa henti menuju lokasi tujuan hari itu. Beberapa motor dan mobil pribadi sempat menjadi kawan seperjalanan gw, namun karena gw harus secepatnya tiba di Jambi, gw terus melarikan kendaraan kesayangan gw ini dengan kecepatan maksimal sesuai dengan kondisi Panjul dan jalan raya.

Alhamdulillah, akhirnya gw pun bisa sampai di Banyu Leuncir dan melakukan kontak dengan oom Edwin dari SPION (Siginjai Scorpio Owners). Beliau akan menjemput gw di daerah Tempino atau sekitar 35 km dari lokasi gw saat itu. Waktu menunjukkan sekitar pukul 20.00 WIB saat itu. Dan gw pun melaju kembali menuju lokasi pertemuan.

Ternyata, sebelum sampai Tempino, gw sudah bisa menemui oom Edwin yang ditemani oom Iwan, dan kami pun konvoi menuju kota Jambi. Dan keterkejutan gw tidak berhenti sampai di situ. Di suatu sudut jalan sudah menunggu sekitar 10 motor lain dari beragam merek dan jenis yang lalu bergabung mengawal gw memasuki kota Jambi. Gw sangat tersanjung dengan perlakuan semacam ini, terima kasih teman-teman semua.

Kondisi jalanan dari kota Palembang menuju Jambi via Banyu Leuncir sangatlah mulus tanpa lubang di jalan, tikungan-tikungan pun cukup landai dan bisa dilalui dengan sangat baik oleh Panjul yang kondisi komstirnya agak bermasalah itu.

Perjalanan hari itu berakhir di sebuah ruko di tengah kota Jambi, yang merupakan kediaman oom Erwin sekaligus tempat usaha beliau serta tempat berkumpul beberapa komunitas kendaraan roda dua di kota Jambi. Sambutan hangat dan penuh keakraban langsung terasa di tempat itu. Berkelanan dengan oom Ari dari klub Yamaha Jupiter MX dan saling bertukar info juga sempat gw lakukan disini. Senang rasanya bersenda gurau dengan mereka. Capek selama beberapa ratus kilometer sempat sirna dari badan letih ini. Usai makan malam sate dan sop kambing khas Jambi, gw pun langsung dipersilahkan istirahat oleh oom Edwin, sedangkan rekan-rekan yang lain meluncur menuju kediamannya masing-masing.

rekan-rekan komunitas bikers di Jambi

Jum’at, 18 September 2009

Pagi hari gw terbangun dengan badan yang lumayan segar, dan langsung gw membersihkan badan dan mempersiapkan diri dan kendaraan untuk kembali melanjutkan perjalanan. Oh iya, karena jaket jeans yang gw kenakan rusak di bagian retsletingnya, akhirnya gw membeli jaket di toko oom Edwin ini, dapat diskon pula, hihi, terima kasih yah oom?, semoga usahanya semakin sukses di masa depan, aaamin.

berphoto bersama oom Edwin dari SPION ...

Lalu gw diantarkan menuju pinggiran kota Jambi menuju ke arah Pekan Baru, dan sempat berphoto sejenak sambil oom Edwin diwawancarai oleh seorang reporter salah satu media televisi sehubungan dengan kegiatan mudik yang sedang marak menjelang lebaran ini. Seperti biasa, gw ngumpet dari media, takut terkenal, hehe.

Melepas keberangkatan ...

Akhirnya gw di lepas menuju Pekan Baru oleh teman-teman di Jambi ini dan kembali melanjutkan perjalanan menuju Pekan Baru. Waktu menunjukkan sekitar pukul 11.00 WIB saat itu.

Jalanan di Jambi ...

Jalanan di Jambi ...

bernarsis di depan sebuah sekolah, hehe ...

kebon sawit eui ... :-)

Sempat panik karena lupa mengisi bensin di kota Jambi, gw akhirnya harus rela menunggu sekitar setengah jam sampai truk penyalur bahan bakar usai melaksanakan tugasnya di SPBU tersebut. Setelah tangki Panjul terisi penuh, gw pun kembali meluncur di jalanan. Jalanan selama berada di propinsi Jambi terhitung sangat baik, namun memasuki wilayah propinsi Riau kondisi jalan agak menurun kualitasnya dan membuat gw harus lebih ekstra hati-hati melajukan Panjul selama disini. Mulai dari Seberida sampai dengan Kualaterusan beberapa kali gw temui jalanan yang kurang baik.

Dan karena kondisi seperti ini, akhirnya kendala baru pun terjadi, pengait braket box Panjul patah dan akhirnya Panjul harus agak dimodifikasi sedikit dengan bantuan tali temali agar box tetap bisa terangkut dengan baik. Hiks.

Memasuki malam di daerah sampai dengan Perawang, menyusuri pipa-pipa minyak (kalo ndak salah ada sumur minyak Lirik di daerah sini) serta perkebunan sawit, akhirnya gw sampai di pinggiran sungai Siak dan harus menyeberang dengan menggunakan Ferry. Gw sempat panik karena di belum pernah mendengar bahwa selama perjalanan harus sampai menyeberang dengan menggunakan Ferry seperti ini, dan gw merasa bahwa gw nyasar, hehe. Tapi yah sudahlah, seru juga ada sensasi menyeberang selepas gelap seperti ini.

Selepas penyeberangan, gw menuju sebuah pertigaan yang jika berbelok ke kiri adalah menuju Pekan Baru dengan jarak sekitar 40 km an dan jika berbelok ke kanan adalah menuju ke Dumai. Akhirnya gw memutuskan untuk menuju ke Dumai saja dan akan bermalam disana. Namun, selepas kota Minas dan gw melihat bahwa waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 10 malam dan perjalanan kembali menembus perkebunan sawit, gw memutuskan untuk kembali menuju kota terakhir yang gw lewati, yaitu Minas.

Di kota Minas ini gw beristirahat di sebuah kios serba ada dan berbincang-bincang dengan seorang bapak disana. Beliau mendukung keputusan gw untuk tidak meneruskan perjalanan ke Dumai karena menurut beliau keamanan antara Minas sampai dengan Dumai agak mengkhawatirkan pada saat malam hari. Dan akhirnya gw pun menuruti pesan beliau untuk beristirahat di sebuah mesjid yang bernama Al Fatah yang berada di bawah asuhan Chevron Minas. Tak lama gw merebahkan badan, hujan turun dengan derasnya, wah untung gw bisa mengambil keputusan seperti tadi, hihi. Rehat dulu sajalah, besok dilanjutkan lagi.

Sabtu, 19 September 2009

Adzan shubuh di masjid membangunkan gw, gw langsung membersihkan badan dan shalat shubuh di pagi yang segar itu. Menjelang matahari terbangun dari peraduannya, gw kembali menyalakan kendaraan dan meluncur kembali menuju ke arah Dumai. Jalanan basah dan agak licin, serta kondisi jalannya yang kurang mulus karena banyak pasir di tikungan serta kerikil membuat gw tidak bisa meluncur dengan kencang di pagi itu. Hanya santai saja selama perjalanan sampai merasa bahwa jalanan sudah mulai kering karena dilalui kendaraan yang mulai banyak berlalu lalang.

Melewati pertigaan Dumai, kondisi jalanan semakin kurang baik dan terus seperti ini sampai dengan perbatasan propinsi Riau dengan propinsi Sumatera Utara. Kembali pemandangan perkebunan sawit menjadi hidangan sepanjang perjalanan gw sampai dengan kota Rantau Prapat. Gw bersama Panjul terus melaju melewati Kisaran dan sempat berhenti sebentar untuk rehat dan berphoto ria. Mobil dan motor mulai banyak lalu lalang menjadi kawan gw selama perjalanan. Pemukiman penduduk pun sudah mulai banyak gw temui. Perasaan nyaman dan semangat untuk menuju Medan semakin terasa.

di rantau prapat n kondisi ikatan pada box, hehe ...

Melaju terus selepas Rantau Prapat melewati Kisaran dan Tebing Tinggi. Patung burung hitam di pertigaan Tebing Tinggi semakin memantabkan hati untuk terus melajukan kendaraan. Perbaungan, Lubuk Pakam, Tanjung Morawa, terus gw lewati tanpa henti. Dan akhirnya gw memasuki kota Medan dan sampailah gw di rumah tempat gw menumpang selama bertugas di Medan di belakang kantor.

Alhamdulillah. Perjalanan bersama Panjul dari Jakarta ke Medan akhirnya berhasil gw lakukan dengan baik. Alhamdulillah, sujud syukur sesampainya di rumah kepada Illahi mudah-mudahan bisa mewakili rasa syukur gw atas berkah dan rahmat-Nya ini. Aaamin …

Thanks to :

  • Allah SWT, atas berkah dan rahmat-Nya untuk rezeki dan kesehatan serta keselamatan sepanjang perjalanan dan sepanjang hidup gw
  • pa Ivan Maltar S., atasan gw di kantor atas izin perjalanannya
  • Nuke, yang sudah menjadi motivator via YM sepanjang perjalanan
  • Oom Brod, oom Fahly, oom Subi, oom Semur, oom Wahid, oom Arya, oom Romi, oom Surya, oom Joe, dan lain-lain yang mungkin tidak tersebut yang telah membantu gw untuk persiapan perjalanan
  • Rekan-rekan di Milys (Mailing List Yamaha Scorpio) n Gelys (Gerombolan Liar Yamaha Scorpio), rekan-rekan kerja, teman-teman di Yahoo Messenger, dan rekan-rekan di Facebook yang sudah membantu dan mendo’akan gw, I luv u all guys …
  • Rekan-rekan kerja di Palembang dan Plaju yang sudah membantu dalam pekerjaan gw
  • Koh Ili dan oom Robby serta rekan-rekan bikers di Tangerang
  • Oom Dodon serta rekan-rekan BSC
  • Rekan-rekan di pelabuhan Merak dan Bakauheni yang sudah menyeberangkan gw n Panjul ke pulau Sumatera
  • Oom Edwin, oom Iwan, oom Ari serta rekan-rekan SPION dan komunitas bikers lainnya
  • Bapak penjaga kios di Minas untuk saran dan bantuannya
  • Bapak polisi di penyeberangan Ferry Perawang untuk informasinya
  • Sekuriti Chevron Minas dan pengelola masjid Al Fatah – Minas untuk izinnya akhirnya gw bisa bermalam dengan nyaman disana
  • Rekan-rekan Setang Lebar dan YSFC di Medan untuk penyemangatnya
  • Pengelola SPBU sepanjang perjalanan, terima kasih buat pasokan bensinnya untuk Panjul
  • Dan semua pihak yang mungkin terlupa untuk disebutkan dan telah membantu gw dalam bentuk apapun sepanjang perjalanan panjang ini.

17 Responses to Jalan – jalan dari Jakarta ke Medan bersama Panjul : 15 – 19 September 2009

  1. robbymilo says:

    Selamat ya Om.. Huhu Soloride never die lah pokoknya..😀 Btw kok Ferry ya?? seharusnya jalan darat semua.. Beuh anda nyasar kemana? tapi kalo pengalaman gw di kalimantan, biasanya Ferry itu untuk mempersingkat jarak dan waktu.. so bisa dibilang ente Hokky Om…

    Sekali Lagi selamat ya

  2. Iksa says:

    Bravo … mantap nih…! Sangat menyenangkan membaca dan membayangkan perjalanannya. Terima kasih ..😀

  3. poetra says:

    Wuih, mantep nih mas khoent, kereeeeen perjalanannya *ngiri*
    Eniwey, gak bawa oleh-oleh, mas? Hihihi..

    Oh ya, maaf lahir batin ya mas. Happy ied mubarok 1430 Hijriah..
    Lebaran di Medan dong ya? =)

  4. khoent says:

    robbymilo :Selamat ya Om.. Huhu Soloride never die lah pokoknya.. Btw kok Ferry ya?? seharusnya jalan darat semua.. Beuh anda nyasar kemana? tapi kalo pengalaman gw di kalimantan, biasanya Ferry itu untuk mempersingkat jarak dan waktu.. so bisa dibilang ente Hokky Om…Sekali Lagi selamat ya

    thanks oom, thanks juga udah nemenin sampai palembang, hehe …🙂

  5. khoent says:

    Iksa :Bravo … mantap nih…! Sangat menyenangkan membaca dan membayangkan perjalanannya. Terima kasih ..

    terima kasih pa Iksa, kapan-kapan ajak jalan-jalan kuliner juga yah?, hihi …

  6. khoent says:

    poetra :Wuih, mantep nih mas khoent, kereeeeen perjalanannya *ngiri*Eniwey, gak bawa oleh-oleh, mas? Hihihi..Oh ya, maaf lahir batin ya mas. Happy ied mubarok 1430 Hijriah..Lebaran di Medan dong ya? =)

    terima kasih oom Putra, kapan2 touring yok?, hihi. oleh2-nya capek ama pegel, mau? …🙂
    minal aidin wal fa idzin, maafkan jika ada salah2 kata yah?, iya, lebaran di medan ..🙂

  7. robbymilo says:

    InsyaAllah, ada umur, ada rezeki, ada kesehatan.. saya gas ke Medan..😀

  8. robbymilo says:

    Om… ada 2 foto yang gw pake ya? untuk multiply gw..😀 robbymilo

  9. Sukses buat bro Koen, makin komplit touringnya. Artikel ringkas namun padat isinya. Btw, apa bro Koen pake Pertamina Enduro juga? Soalnya salah satu bos Pertamina ada yg mau tau nih.. katanya sih buat promosi.. hehehe..🙂

    Salah satu fotonya ada yg mirip dengan gw punya, tepatnya perbatasan Lampung-Sumsel: http://i191.photobucket.com/albums/z46/SML_022/P1010686.jpg

  10. khoent says:

    Stephen Langitan :Sukses buat bro Koen, makin komplit touringnya. Artikel ringkas namun padat isinya. Btw, apa bro Koen pake Pertamina Enduro juga? Soalnya salah satu bos Pertamina ada yg mau tau nih.. katanya sih buat promosi.. hehehe.. Salah satu fotonya ada yg mirip dengan gw punya, tepatnya perbatasan Lampung-Sumsel: http://i191.photobucket.com/albums/z46/SML_022/P1010686.jpg

    Biasanya sih pakai enduro racing, tp kebetulan cadangan enduro racing di bengkel pada saat malam keberangkatan itu sudah habis stoknya di OKem Shop atau di Blast, jadinya yah terpaksa pakai pelumas merk lain, hiks, lebih mahal pulak .. :-p.
    Sayang yah tugu perbatasan lampung – sumsel itu, banyak coretan gak jelas, jadinya kotor gak terawat ..😦
    Kalo ke medan, ditungguin deh, kecuali kalo gw lg dinas yah?, hehe .. :-p

  11. haryowidodo says:

    mantabs…! berarti kalo gw mau ke medan ada tempat numpang niih.. :p

  12. khoent says:

    haryowidodo :

    mantabs…! berarti kalo gw mau ke medan ada tempat numpang niih.. :p

    siap oom, konfirmasi aja dulu yah kalo mau mampir?, nanti gw siapin kamarnya …🙂
    jangan lupa sekalian bawain tshirt pesanan, hihi …

  13. andryberlianto says:

    mantep khoent … jadi pengen merambah sumatra neh gue :p …..

  14. khoent says:

    andryberlianto :

    mantep khoent … jadi pengen merambah sumatra neh gue :p …..

    seriyus kang, worthed banget menyusuri jalan lintas sumatera, gak kebeli ama duit deh pengalaman kek gini kalo gak dijalanin sendiri, hihi …🙂

  15. abrarhz says:

    Salut Bener… Joki Tunggal dari jakarta-Medan. TOP Banget..

  16. kangeeeennnn……smua-muanya, boleh donk…..
    bro khoent i love you,muach….

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: